Rawa Pening, Danau Eksotik yang Nyaris Terlupakan

by Mar 15, 2017Jalan-jalan, Kerjaan42 comments

Rawa Pening, terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinthing – Menurut Legenda

Kalau tidak ikut dalam rombongan #SidoPiknik yang berkunjung ke pabrik Sido Muncul di Ungaran, Jawa Tengah, mungkin Rawa Pening hanya sekadar mitos atau legenda buat saya.

Iya benaran ini, Rawa Pening hanya saya kenal melalui pelajaran Geografi dan Sejarah pada masa sekolah menengah dulu, beberapa puluh tahun lampau.

Rawa Pening yang saya tahu dengan cerita legendanya tentang seorang anak yang terlahir tak sempurna (jelmaan naga) yang disia-siakan penduduk tempat tinggalnya. *Cek link di atas buat cerita lengkapnya*

Saat tiba di Rawa Pening setelah menempuh perjalanan satu setengah jam dari Kota Semarang, rombongan #SidoPiknik yang terdiri dari bloger dan influencer dari Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta dan Semarang langsung disuguhi pemandangan Danau Rawa Pening yang indah. Namun sayang, permukaannya dipenuhi oleh eceng gondok.

Menurut Wikipedia.org, Rawa Pening (Pening dalam bahasa Jawa yang berarti bening) adalah danau alam yang menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang dan Banyubiru. Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Telomoyo dan Gunung Ungaran. 

Rawa Pening, Danau Eksotik yang Nyaris Terlupakan

Rawa Pening, Danau Eksotik yang Nyaris Terlupakan

Eceng gondok memang menjadi problem besar karena danau yang “dulu” terkenal eksotis itu hampir 80 persen tertutup tumbuhan gulma ini.  Mengapa?

Karena eceng gondok tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang biak. Satu batang tanaman eceng gondok yang dipotong dengan menyisakan akar, dalam waktu 3 minggu bisa menjadi delapan (8) tanaman baru. Bayangkan dalam waktu 30 hari atau satu bulan, sekitar satu meter persegi danau bisa tertutup oleh puluhan tanaman baru eceng gondok!

Seperti itulah yang terjadi di Rawa Pening. Akibat invasi tanaman eceng gondok ini, Rawa Pening mengalami pendangkalan.  Kualitas air menurun dan ikan-ikan yang menjadi penghuni danau nyaris punah.

Potensi wisata danau seluas 2.700 hektar ini (1.800 hektar mengalami pendangkalan karena tertutup eceng gondok) pun mulai terlupakan. 

 

Eceng Gondok Dimanfaatkan sebagai Sumber Energi Baru

Mengangkat kembali Rawa Pening,  Danau Eksotik yang Nyaris Terlupakan, PT Sido Muncul yang pabriknya berjarak 5 KM dari danau tersebut, berupaya memanfaatkan eceng gondok sebagai sumber energi baru di pabrik jamu terbesar di Indonesia itu.

Sumber energi, memang bisa? Kan selama ini kita tahunya eceng gondok itu dimanfaatkan untuk kerajinan seperti tas, misalnya. Dan pastinya untuk pupuk.

“Eceng gondok yang menjadi masalah di Rawa Pening ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi. Berdasarkan pengalaman kami yang memanfaatkan limbah jamu sebagai bahan bakar, maka kami pun mencoba dengan eceng gondok ini,” jelas Direktur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Eceng gondok sebagai sumber energi? Masa sih bisa, dalam hati saya berucap.  Dan ternyata bukan hanya saya yang penasaran dengan pemanfaatan eceng gondok ini.

Kami pun diajak Pak Irwan dan staf PT Sido Muncul yang menemani para bloger dan influencer #SidoPiknik, untuk berkunjung ke pabriknya yang tidak begitu jauh dari lokasi Rawa Pening yang indah pemandangannya.

 

Rawa Pening, Danau Eksotik yang Nyaris Terlupakan

Rawa Pening, Danau Eksotik yang Nyaris Terlupakan

 

Berkunjung ke Pabrik Jamu Sido Muncul

Memasuki areal pabrik jamu Sido Muncul, langsung tercium aroma rempah yang kuat. Bau khas jamu.  Tiba-tiba, rasa pusing yang sempat saya alami di perjalanan, agak berkurang. Sugesti sepertinya.

Kami pun bergegas memasuki areal pengolahan eceng gondok sebagai sumber energi baru.

Pellet eceng gondok, demikian nama sumber energi tersebut. Dalam penjelasannya, Pak Irwan Hidayat mengatakan proses pembuatannya mudah. Eceng gondok dihancurkan oleh mesin, begitu pun saat pengeringan, yang dilakukan selama 20 menit.

Hasil ampas eceng gondok yang kering  lalu dimasukkan ke dalam mesin cetak.  Dari mesin cetak itulah, eceng gondok menjadi produk padat yaitu wood pellet, seukuran jari kelingking yang siap digunakan sebagai bahan bakar.

 

Mewujudkan Rawa Pening sebagai Objek Wisata Air

Dengan dimanfaatkannya enceng gondok sebagai sumber energi baru, diharapkan dapat mengurangi pendangkalan Rawa Pening. Dengan demikian, lokasi inig akan dapat kembali menjadi danau wisata yang seksi dan eksotis. Utamanya lagi, dengan hasil pemanfaatan itu bisa membantu perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar danau.

Sebagaimana dikatakan oleh Pak Irwan Hidayat, produk wisata yang paling menarik itu wisata air. Dan inilah yang akan dikembangkan di sana.

Ditunggu banget nih, Pak Irwan, untuk membebaskan Rawa Pening dari serbuan eceng gondok agar kita kembali menikmati keseksian Rawa Pening.

Catatan lain tentang Sido Muncul, Insya Allah mau dibikin postingan tersendiri, karena banyak banget insight yang saya dapat dari pemaparan Pak Irwan Hidayat selaku Direktur Utama PT Sido Muncul. Nggak nyesal deh mengenal beliau.  Yang jelas, saya makin percaya bahwa rezeki itu walau Tuhan yang menentukan seperti dikatakan Pak Irwan: “Kesuksesan Hak Setiap Orang, Kekayaan Pilihan Tuhan”.

Rawa Pening, Danau Eksotik yang Nyaris Terlupakan

Oh ya, karena video yang saya buat saat acara #SidoPiknik ini kualitas suaranya kurang bagus, nonton video milik Hyudee saja ya 🙂

 

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Trans Studio Mini Maguwo dan Pengalaman Pertama yang Seru

Trans Studio Mini Maguwo dan Pengalaman Pertama yang Seru

Libur sekolah tahun ajaran baru ini lama juga ya. Sampai bingung mau ngapain lagi setelah sempat liburan tipis-tipis saat mudik ke Jakarta di libur Idulfitri kemarin. Syukur Alhamdulillah, di tengah kebosanan karena gadgetan mulu saat libur, dapat undangan untuk...

read more
Tempat Makan Unik di Jogja: Disawa Pawon

Tempat Makan Unik di Jogja: Disawa Pawon

Jogja atau Yogyakarta itu istimewa. Jogjakarta itu unik, tiada yang memungkiri. Selalu ada alasan untuk kembali ke Jogja, bagi mereka yang pernah tinggal atau pernah datang ke kota penuh rindu ini. Keunikan menjadi ciri khas tidak hanya bagi penduduk, tetapi juga para...

read more

42 Comments

  1. infoana

    ketemu pak irwan langsung! ditunggu ya mbak postingan insightnya lagi…

    Reply
  2. dhonnies

    deket kampung Mbah saya, wah jadi kangen suasana disana. semoga bisa main kesitu lagi.

    Reply
  3. paket internet murah

    bagusnyaaaa

    Reply
  4. tesyasblog

    Aku suka dengan ketenangan Rawa Pening Mba, terus seru aja pas keliling dengan perahu ya. Ealah jadi inget belum nulis ttg Rawa Pening di blog hehehe:D

    Reply
  5. Alvian

    Dulu pernah dengar Rawa Pening, tapi sekarang sudah tidak lagi, eh ternyata Rawa Pening beneran ada 😀

    Reply
  6. momtraveler

    udah lama banget aku nggak main ke rawa pening mbak..padahal deket banget kan dari semarang. asyik ya mbak jalan2 sama sidomuncul 🙂

    Reply
    • indahjuli

      Alhamdulillah diajak jalan-jalan sidomuncul, walau udah nggak terlalu aktif di pergaulan blogger 😀

      Reply
  7. April Hamsa

    Sepertinya nama danau ini gak asing buatku Mak. Selain keindahannya ada pula kisah “horor”nya bukan? hehe atau mitos aja?
    Wah keren ya PT Sido Muncul mau manfaati eceng gondok dsana.

    Reply
    • indahjuli

      Hahahaha, iya ada cerita horornya, aku juga taunya dari warga setempat 🙂
      Salah satu program CSRnya Sidomuncul untuk wisata sih.

      Reply
  8. inayah

    duuuh eceng gondok dimana-mana. Alhamdulillah sudah ditangani ya

    Reply
    • indahjuli

      Iya, Alhamdulillah, biar Rawa Pening kembali menjadi destinasi wisata air yang keren 🙂

      Reply
  9. Ria

    ria baru tau kalo eceng gondok bisa dibuat bahan bakar, wow, ini keren banget. Nampaknya belum banyak yang mengekspose tentang ini ya bun. Ilmu baru bagi saya. Yang saya tahu encneg gondok yang kadang merusak pemandangan mata ini dibuat kerajinan tangan yang cantik. Nah ini dipake sebagai bahan bakar. Wow.

    Reply
    • indahjuli

      Aku juga baru tahu dari Pak Irwan Hidayat itu waktu ke Rawa Pening bersama Sidomuncul.
      Eceng gondoknya dipakai buat bahan bakar di pabrik jamu sidomuncul.

      Reply
  10. damarojat

    wahhh…ketemu pak irwan langsung!

    ditunggu postingan insightnya mak…

    Reply
    • indahjuli

      Alhamdulillah. Insya Allah ya, buat draftnya dulu 🙂

      Reply
  11. yuni

    ahh rawa pening punya legenda besar di tanah Jawa. Viewnya bagus nih mba jika dikelola dgn bagus pula

    Reply
    • indahjuli

      Iya beneeeeer, makanya Sidomuncul berniat ngabisin eceng gondok di rawa pening 🙂

      Reply
  12. Dwi Susanti

    Waa aku tahu nya enceng gondok cuma dibuat kerajinan. Tas, dompet, dan sebagainya mbak. Ternyata bisa dibuat wood pellet, yang siap digunakan sebagai bahan bakar. Ilmu baruu :))

    Reply
    • indahjuli

      Sama aku pun gitu baru tahu. Thanks ke Sidomuncul yang udah mengenalkan sumber energi ini 🙂

      Reply
  13. Dita Indrihapsari

    Baru tau aku Mak kalo eceng gondok bisa jadi sumber energi juga ternyata yaa.. Semogaaaa rawa pening bisa makin bagus lagi dan gak ada pendangkalan lagi.. 🙂

    Reply
    • indahjuli

      Aamiiin, semoga niat Sidomuncul dilancarkan 🙂

      Reply
  14. Kang Alee

    Kalau ke Semarang wajib ke sini kayaknya neh

    Reply
    • indahjuli

      Betul, Kang Alee, mampir juga ke Sidomuncul 🙂

      Reply
  15. Astin Astanti

    Aku malah baru ngeh Rawa pening itu ada di daerah Ungaran Mbak. Dulu sering lewat situ, tapi enggak tahu…

    Reply
    • indahjuli

      Aku juga baru tahu setelah diajak berkunjung ke pabriknya Sidomuncul 🙂

      Reply
    • Dedew

      Masuknya dah Ambarawa kalo Rawa Pening nya mba Astin, aku juga diajak mas hyudee ni mba tapi pas lagi keluar kota huhu…piluuu…pengen ketemu dirimuuu..

      Reply
  16. Kopiah Putih

    2.700 hektar? Luas banget ya. Dan hebatnya lagi, PT Sido Muncul bisa memanfaatkan Sumber daya yang ada. Keren!
    Yang kayak begini mesti terus digalakkan. 😀

    Salam hangat dari Bondowoso..

    Reply
    • indahjuli

      Iya, dan sekarang lagi mengalami pendangkalan. Makanya sidomuncul bertekad menghabisi eceng gondok itu biar Rawa Pening kembali menjadi destinasi wisata air yang keren 🙂

      Reply
  17. Keven

    Di tengah panasnya kancah politik di negeri kita, ternyata masih ada setetes embun seperti ini. Senang banget mambacanya. Ternyata Indonesia sekarang sudah mampu menemukan sumber energi baru, hebat.

    Reply
    • indahjuli

      Setuju mas Kev, makanya niat sidomuncul harus diaminkan biar berjalan lancar 🙂

      Reply
  18. Primastuti satrianto

    Aku malah blm pernah ke Rawa pening, paling makan aja tapi blm foto di rawa peningnya. Makasih infonya kak Indjul.

    Reply
    • indahjuli

      Ya aku baru pertama itu ke rawa pening 🙂

      Reply
  19. Ida Tahmidah

    Paling ingin ikut acara seperti ini. semoga suatu saat Allah mengabulkan keinginan saya ini, hehee….

    Reply
    • indahjuli

      Aamiin, suatu saat Insya Allah bisa ikut rombongan 🙂

      Reply
  20. turis cantik

    ya ampun how lucky you are mak..saya selalu penasaran rahasia kesuksesan Sido Muncul ditengah himpitan era global dan mereka masih setia jual jamu yg kini dikemas lebih modern.

    Reply
    • indahjuli

      Terima kasih 🙂
      Alhamdulillah senang banget waktu itu biasa diajak ke sidomuncul, akibat networking ini 🙂

      Reply
  21. Ika Puspitasari

    Asik banget piknik kmearin itu ya, Mak Puh. Dapat pengalaman sekaligus ilmu kehidupan dari Pak Irwan juga

    Reply
    • indahjuli

      Sama 🙂

      Reply
  22. Ina

    Semoga terwujud ya rawa pening jd destinasi wisata lagi…Btw asyik jg nih ikutan acara spt ini ..tp di daerah jarang ada kegiatan seperti ini..Eh kok jd curcol hehe .Maaf Mak

    Reply
    • indahjuli

      Hahahaha, nggak apa curcol.
      Ini karena networking, mbak Ina, menjalin pertemanan dengan para blogger dan orang-orang yang beraktivitas online 🙂

      Reply
  23. Nasirullah Sitam

    Dalam kurun waktu satu tahun, saya ke Rawa Pening 2 kali. Tujuannya sama-sama menangkap Nyamuk di antara eceng gondok. Kalau sore bagus banget mak.

    Reply
    • indahjuli

      Iya mau ke Rawa Pening lagi, menikmati segala keindahannya 🙂

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories