Mengatur Jam Kerja ala Freelancer

by Feb 9, 2015blogging, Kerjaan95 comments

Mengatur Jam Kerja ala Freelancer

Freelance (dalam bahasa Inggris) adalah tenaga lepas atau pekerja lepas, seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan jangka panjang tertentu. 

Jenis Pekerjaan:

Seseorang dapat menjadi tenaga lepas, meliputi pekerjaan: jurnalisme, penerbitan buku, penerbitan jurnal, dan bentuk-bentuk menulis, redaktur, redaktur-cetak, pengoreksi-cetak, pengindeksan, penyalin tulisan, programer komputer dan desain grafis, konsultan dan penerjemah

(Sumber: id.wikipedia.org)

Seperti yang pernah saya ceritakan di sini, sejak 2011 saya menjalani status sebagai seorang freelancer. Alhamdulillah, walau bekerja sebagai tenaga lepas, namun saya mendapat honor setiap bulannya layaknya orang yang bekerja di kantoran. Tapi, honornya enggak sama lho dengan yang kerja manis di kantor.

Nah, karena mendapat honor tiap bulan itu, saya bertekad jangan sampai mood merusak perasaan dan hati saya, dan membuat berantakan seluruh pekerjaan.

Berdamai dengan Mood?

Memang sih, sebagai manusia enggak lepas dari yang namanya hati berantakan, swing mood, moody, dan atau apalah namanya. Tapi, saya mencoba berdamai dengan mood. Hati boleh sedih, nangis bercucuran airmata, bete sama orang, tapi jangan sampai kita enggak kerja. Jangan jadikan bad mood alasan untuk tidak bekerja atau tidak menulis. Kapan-kapan deh, saya ceritakan bagaimana berdamai dengan mood ini.

Yang namanya freelancer, memang tidak terikat dengan jam kerja, misalnya dari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Freelancer bebas-bebas saja mengatur waktu kerjanya, sesuka hatinya, seluang waktunya, semerdeka jam kerjanya.

Tapi, kalau saya, walau bekerja sebagai tenaga lepas yang tidak mengikat waktunya, tetap harus punya jadwal kerja juga. Karena kalau tidak mengatur jam kerja dengan baik, kita malah tidak bisa beristirahat, dikejar-kejar pekerjaan apalagi kalau deadline.

Bagaimana Mengatur Jam Kerja? 

  • Bangun Pagi; Alhamdulillah saya bukan orang yang bangun siang. Mungkin karena kebiasaan kerja dulu, bangun pukul 4 pagi, karena harus berangkat jam 5/5.30 pagi. Saat menjadi freelance pun saya tetap bangun pagi, karena buat saya, bangun awal itu berpengaruh banget buat jeda waktu kita selanjutnya. Dengan bangun lebih pagi (sekitar jam 3 – 4), kita juga banyak waktu mempersiapkan untuk mengurus anak.
  • Berpakaian/berdandan layaknya orang bekerja; enggak musti pakai lipstik, atau berdandan lengkap. Tapi, minimal mandi biar wangi (pengaruh lho buat kerja), pakaian rapi. Ini berlaku karena anak-anak saya, enggak pernah suka innanya pakai daster, apalagi kalau nganterin mereka sekolah. Enggak boleh ke luar rumah, kalau enggak mandi 🙂
  • Mengatur jadwal kerja; pekerjaan saya sebagai freelancer terbagi dalam dua bagian pekerjaan:
    • Update 5 hari (Senin sampai Jumat)
    • Update setiap hari, Senin sampai Minggu, berdasarkan shift.
      • Karena berbeda jam kerja itu, maka saya mengatur jadwal kerja pertama adalah jam 09.00 sampai 11.00 WIB
      • Lalu jam kerja kedua 14.00 WIB sampai 21.00 WIB
  • Selama kerja, saya jarang mengakses sosial media (kecuali ada job buzzing)
  • Istirahat. Ini penting karena pengaruh banget buat kedigdayaan kesehatan kita sebagai freelancer 🙂
  • Untuk yang jam kerja kedua, istirahat bisa saya lakukan di antara jam-jam kerja tersebut, karena pekerjaan tersebut bisa dilakukan dengan santai dan berkaitan dengan sosial media.
  • Jarang begadang. Sekarang menghindari begadang. Kalau pun kerja malam, biasanya saya tidur dulu, dan bangun di malam hari.

Seperti itu kira-kira, saya mengatur jam kerja sebagai freelancer. Alhamdulillah, sudah tiga tahun ini saya melakoninya, dan sejak kepindahan ke Yogyakarta, lebih disiplin lagi. Oh ya, paling penting juga nih, kalau bisa dan ada tempatnya, walau pun freelancer atau pekerja paruh waktu, ada baiknya kita punya sudut kerja. Dengan adanya sudut kerja, buat saya membawa aura untuk bekerja serius tapi santai 🙂

Bagaimana jam kerja Sahabat Blogger yang freelancer?

 

 

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Blogging with Heart, Masihkah Relevan?

Blogging with Heart, Masihkah Relevan?

Jadi ceritanya, daku ditag Dewi Rieka di Twitter dan Instagram tentang postingan baru di blog Ruang Aksara. Mampirlah daku ke blog Dedew yang banyak membahas tentang tip menulis, baik itu tip menulis untuk buku juga blogging. Ruang Aksara sendiri adalah kelas menulis...

read more
New Template, New Energy. Harapannya

New Template, New Energy. Harapannya

Yas! Akhirnya blog ini punya tampilan baru. New Template, New Energy, harapannya sih gitu. Pengen rajin nulis di blog ini, kan sudah dipercakep rumahnya, Insya Allah makin betah. Sudah lama banget pengen ganti desain template halaman utama blog ini. Dari tahun 2018,...

read more

95 Comments

  1. cputriarty

    makasi ya bunda Injul saya jadi termotivasi dengan tip keren diatas. KAyaknya saya nih sikonnya sama deh dengan bunda yang piawai menulis. SAyangnya saya gak istiqamah banyak alasan malasnya :v blom bisa berdamai dengan mood 🙂

    Reply
    • indahjuli

      Senang tulisannya bermanfaat, semoga berkah buat kita semua ya 🙂

      Reply
  2. Desak Pusparini

    Saya termasuk yang kurang disiplin mengatur jadwal kerja sebagai freelancer. Harus belajar banyak ini dari Mbak Indah. Terima kasih atas artikelnya, Mbak. Sangaaaat bermanfaat. 🙂

    Reply
    • indahjuli

      Saya juga ini butuh waktu lama untuk menemukan ritme yang tepat, mbak Desak 🙂

      Reply
  3. Saredwina

    Salam kenal mba injul, aku mantan jurnalis media lifestyle remaja nih. Karna nikah jd ‘pensiun dini’ tapi tetep pengen nulis dan seriusin blog-ku. Inspiratif deehh mba injul inih isi blog nya

    Reply
    • indahjuli

      Salam kenal Saredwina, dipanggilnya siapa nih 🙂
      Ayo serius ngeblog, Insya Allah bermanfaat.

      Reply
  4. ujang

    Salam kenal saya ujang, orang semarang, saya dapat alamat web ini dari koran yang saya baca tadi pagi……..mohon bimbingan nya ya buat ngeblog (prihantoroujang.blogspot.com)
    Terima kasih………

    Reply
    • indahjuli

      Halo Kang Ujang, ayo belajar bersama-sama, saya berkunjung ke blognya ya 🙂

      Reply
  5. punyapista

    wuhh berdamai dengan mood paling susah buatku mbaaakk T_T

    Reply
  6. Sumarti Saelan

    aku ni yang lom pernah bikin jadwal blas, sak karepe dewe, pokoknya klo tengah malam jadwalnya Kpop *topianpanci* :v :v

    Reply
    • indahjuli

      Icoel bisa aja :p

      Reply
  7. Lestarie

    Berhubung jadi anak kantoran aku belajar menerapkan jadwal, Mak. Yah, walau terkadang banyak ketendang sama urusan kantor juga sih. Sekarang sebisa mungkin di kantor fokus pada kerjaan. Paling ngedraft di jam istirahat.

    Kalau untuk update blog dan lain-lain, aku bikin post it planner. Jadi jelas hari ini mau posting apa. Jam nyosmed dan BW belajar ditentukan biar nggak bablas. Walau kadang bablas jugak 😀
    Biasanya aku sampai jam 10 dulu, bobok cantik, lanjut ntar dini hari (kalau kebangun :p). Tapi kadang juga bablas sampai jam 1 atau 2 pagi kalau lagi mendesak.

    Setuju banget kalau di rumah kudu punya tempat kerja yang nyaman. Feelnya akan beda *duile :p

    Yang pasti air putih dan bobok itu wajib. Kalau hari kerja nggak bisa boci, wiken jadi wajib kalau nggak kegeser sama kopdar :)))

    Reply
    • indahjuli

      Wah ini keren pengaturan jadwalnya 🙂

      Reply
  8. Inilah Aplikasi Android TV Streaming Terbaik

    Sepertinya enak juga ya mbak kerja jadi freelance nggak usah perlu panas-panasan di luar. Saya rencana bulan depan mau resign

    Reply
  9. Informasi Tempat Wisata Lengkap

    Benar sekali mbak kalau untuk freelancer memang sangat dipengaruhi mood yang stabil dengan begitu jadwal kerja kita akan teratur

    Reply
  10. Akhmad Muhaimin Azzet

    Saya juga kerja freelance, setuju bangeeet bahwa kita harus bangun lebih pagi 🙂

    Reply
    • indahjuli

      Bangun pagi dan mandi pagi itu bikin mood jadi baik ya, Pak Ustad 🙂

      Reply
  11. Indah Nuria Savitri

    intinya disiplin ya maaak….rutinitasnya enak, bisa diatur sendiri, asal ngg kebablasan heehhe…bahagia bangeeet bisa boci tuuh hehehee 🙂

    Reply
    • indahjuli

      Hahaha, boci itu surga banget, Innur 🙂

      Reply
  12. ira i

    saya belum bisa mengatur jam untuk menulis hiks, masih bentrok terus sama pekerjaan di rumah, seminggu kemarin saya coba rutin untuk mengatur waktu eh…minggu berikutnya berantakan karena seterikaan saya menumpuk puk hiksss…..di atas Mba Indah bilang jangan begadang, kalo saya justru waktu yg bisa digunakan unt menulis pas lagi begadang hikss… *maap malah curhat*

    Reply
    • indahjuli

      Enggak apa-apa, tiap orang kan beda jam produktifnya Ira 🙂

      Reply
  13. ulu

    sudut kerja punya! tapi ya sering pindah2 juga sih karena bosen 😀 hehehe. saya masih bermasalah dgn pembagian waktu euy. kurang disiplin. sering begadang. distraksinya banyak, saya sukanya baca blog orang. jadi yah… berantakan banget 😀 hehehe

    Reply
  14. iKurniawan

    kepingin rasanya bisa jadi freelancer aja…
    capek jadi pegawai, hehehe
    😀

    Reply
  15. Hairi Yanti

    inspiratif, Mbak. Saya mau ngikutin ah caranya. Walau di rumah tetap produktif. Saya sering moody. Ihiks. Terima kasih sharingnya, Mbak 🙂

    Reply
  16. Beby

    Buat aku, ngatur mood itu yang lumayan susah, Mbak. Apalagi aku moody. :’

    Reply
  17. Astin Astanti

    kadang aku juga ngatur jam kerja Mba, namun kadang keblandrang jew.

    Reply
  18. siti mawaddah

    salam kenal sesama freelance mbak…
    tapi aku masih susah utk ngatur jam kerja..
    krn punya baby dan balita..
    utk balita nya sih ya udah bisa diatur2..
    tapi utk baby nya.. yang masih sesuka hati manja2an..
    jadi yaaa akhirnya begadang jadi pilihan…

    tapi liat sikon juga.. kalo merasa badan udah teriak2, yaa tidur aja.. mau siang malam tidur aja biarpun client udah teriak2 misalnya

    Reply
  19. Lidya

    berdamai dengan mood, aku harus bisa nih

    Reply
  20. Tatit Ujiani

    Makasih sharingnya mbak.aku masih belum bisa disiplin nih.masih banyak fb- an daripada nulis.

    Reply
  21. Novia

    Makpuh keren euy jadwal nya. Aku Aja yg kerja penuh waktu Blm bisa bikin jadwal –“.

    Tfs, Makpuh

    Reply
  22. ulu

    ah saya masih berantakan banget jadwal kerjanya, mba Indah. ngaruh sangat ke mood dan sering begadang. aaahhkk bagaimana iniiiih hiks.

    Reply
  23. Fenny Ferawati

    Maksudnya update itu apa ya mbak? update sosmed gitu?

    Reply
  24. Asri Rahayu MS

    Hai, mak.. Ini sangat bermanfaat sekali buat saya jikalau nanti saya memutuskan untuk berhenti kerja dan menjadi full mom and wife di rumah. Kepikiran sih dari sekarang, pingin freelance apa.. Cuma belum ada keberanian aja untuk eksekusinya hehehe *pray me*.

    Dan saya baru tau kalo mak Indah tinggal di Jogja.. Dihapalin dulu ah wajah mak, siapa tau, ga sengaja ketemu di jalan..

    Salam kenal, mak :))

    Reply
  25. Ririe Khayan

    cling cling….pencerahan banget bagi saya,
    secara saya masih ketetran kapan apdet, kapan BW dan bagaimana stay turn dgn off line-nya agar harmonis.

    #ijin nyontek acuan jam kerjanya ya MakPuh. Manytengkiyuuuu

    Reply
  26. Ninik Setyarini

    meskipun bekerja di rumah, tetep harus ada jam kerja khusus ya Mak, dan harus pinter-pinter bagi waktu… 🙂

    Reply
  27. Lianny Hendrawati

    Makasih sharingnya makpuh. Klo aku sih cuma berusaha disiplin bagi waktu antara urus rumah tangga dan ngeblog saja. Klo freelancer seperti makpuh mesti lebih disiplin lagi buat jadwalnya ya mak 😀

    Reply
  28. atanasia rian

    Wah kayaknya harus banyak belajar sama MakPuh, aku aja masih susah dengan formulasi yang tepat ada aja halangan nya. Semangat :))

    Reply
  29. nurul

    Hwaaaa.. kalo aku masih belum nemu formula yang pas Mak.. hiks.. masih coba berbagai cara..
    nah soal sudut kerja itu emang penting banget mak. Seperti layaknya kita kerja kantoran punya meja or space kerja itu perlu banget. Sayangnya aku belum nemuin sudut yg pas buatku. Berantakan banget deh pokoknya jadwalku. Makasi udah share mak. Memotivasi aku buat lebih baik lagi ngatur jadwal 🙂

    Reply
  30. xaveria

    Tulisannya jadi inspirasi buat aku yang berencana kerja di rumah. Semoga bisa terwujud tahun ini. Doakan saya ya mak….

    Reply
  31. xaveria

    Tulisannya jadi inspirasi buat aku yang bercita-cita bekerja di rumah. Semoga tahun ini bisa terwujud. Doakan saya ya mak….

    Reply
  32. Euisry Noor

    Makasih ilmu dan sharingnya, Mak… Tips2 ini sangat bermanfaat untukdipraktekkan. Idealnya begitu ya, punya pojok kerja sendiri, itung ngantor di rumah ^_^

    Reply
  33. Oline

    Sepakat mba. Bahwa freelancer itu juga hrs punya jam kerja yang rutin. Ya terserah aja mau jam berapa. Dulu sih sblm ada Narend jam kerjaku sama di rumah, jam 9 sampai jam 5 sore. Diselingi boci, karena penting banget boci buat ngerecharge kerja malem.
    Skrg sejak ada Narend jam kerjaku berubah total 🙂 jadi bentar2 kudu diselingi ngurusin dia. Hampir sama dengan mak Sary 🙂
    Tapi aku selalu percaya, mau apapun profesimu, rutin bangun lagi rejeki selalu datang lebih cepat 🙂

    Reply
  34. Rina

    Krn sering dpt klien beda negara dengan beda waktu sampe 12jam lebih jam kerja saya seringkali tengah malam jadinya apalagi kalo dpt klien cerewet dikit2 skype wew jam 9-11 malem kudu ready. Tapi umumnya sih saya kerja itu baik pas ada klien atopun kerjain kerjaan sendiri nyesuain sama anak sekolah. Jam 8-11pg lanjut jam 3-5 ato jam 9 mlm sampe tengah malam lewat.

    Reply
  35. Maya siswadi

    Iyaa ya mak Injul, kerja freelance itu harus punya disiplin diri dan punya skill self-regulated supaya ga berantakan kerjanya karena terganggu hal2 di luar kerja. Jangan sampai kita diatur mood, tapi kita yg mengendalikan mood yaaa. Kerjaan & deadline menanti tiap saat 🙂

    Reply
  36. Armita Fibriyanti

    saya freelancer juga mak, tapi masih acak adut jamnya.. hehe. nyesuaian jadwal tidur anak yg masih toddler. saya paling suka kerja sebelum subuh dan pas anak tidur siang, cepet banget kerjanya 🙂

    Reply
  37. Hilda Ikka

    Thanks for sharing Makpuh… Bisa aku contoh dong gaya hidupnya, tertarik jadi freelancer nih. 🙂

    Tapi masih belajar nahan diri buat gak balesin sosmed pas lagi ngedraft. 😀

    Reply
    • Indah Julianti

      Hahahaha, sosmed itu memang racun, Ikka, harus pelan-pelan belajar menahan dirinya 🙂

      Reply
  38. reni dwi astuti

    Saya bukan freelancer mak injul… masuk kerja jam 07.00 kdg lebih pagi lagi… tp tetep harus bisa atur waktu utk ngerjain pekerjaan rumah yg tiada habis…scr gak punya art jd hrs pinter2 juga bagi2 waktunya. Salam kenal dari gresik mak

    Reply
    • Indah Julianti

      Salam kenal Mak Reni, terima kasih sudah berkunjung 🙂
      Iya ya, kerjaan kantor dan kerjaan rumah sama beratnya, Insya Allah tetap semangat ya, Mak Reni <3

      Reply
  39. Mayya

    Penting banget untuk disiplin ya mbak,karena diri sendiri adalah boss sekarang hehehe.
    Yang cukup sulit, harus membagi antara kerjaan rumah dan kerjaan freelance,apalagi kalau gak punya ART. Ada tips mbak?:)

    Reply
    • Indah Julianti

      Hehehe, nanti kubikinkan postingan tersendiri ya, Mayya 🙂
      Btw, dirimu dulu dong yang sharing, setelah itu daku ngikut.

      Reply
  40. Annisa F Rangkuti

    Makasih sharingnya, mak InJul..bermanfaat bgt buat saya yg semi freelancer ini..hihi..apaaa coba semi freelancer ya?

    Reply
    • Indah Julianti

      Semi freelancer itu adalah. Antara kerja paruh waktu dan masih ngantor 😀

      Terima kasih sudah berkunjung ya, Annisa <3

      Reply
  41. Ratna

    Kurang lebihnya sama mak InJul. Walau di rumah tapi ritme kerja sama aja. Oh ya tambah satu lagi, kalo saya yang namanya time management jadi penting banget, makanya To Do List jadi krusial.

    Reply
    • Indah Julianti

      Betul sekali Mak Ratna, To Do List penting, kalau saya tiap minggu/bulanan 🙂

      Thanks sharingnya.

      Reply
  42. Titi Alfa Khairia

    Hmm tetep ya Mak, freelancer cuma pindah kantor di rumah dan pindah jam kerja di luar kebiasaan, tapi tugas dan kedisiplinan harus sama, bahkan bisa lebih dari yang ngantor. Terima kasih sudah berbagi Mak Injul 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Sama-sama Mbak Titi, senang tulisan ini bermanfaat 🙂

      Reply
  43. fee

    Memang harus ada jadwal ya mba…karena kita harus jadi boss diri sendiri.

    Pertama kali mampir…salam kenal..

    Reply
    • Indah Julianti

      Salam kenal Fee 🙂
      Betul, walau jadi boss diri sendiri tetap disiplin 😀

      Reply
  44. ina

    wah enak ya mak kerja di rumah….bisa deket dgn anak2….sy dulu waktu anak bayi sempat kerja di rumah juga..tp sekarang udah kerja kantoran lagi….sukses ya mak

    Reply
    • Indah Julianti

      Aamiin, terima kasih ya mbak Ina.
      Insya Allah, kalau sudah waktunya mbak Ina bisa kerja di rumah lagi 🙂

      Reply
  45. ima rochmawati

    Keren! Suka banget sama pengaturan waktunya. Berarti setiap hari harus ada what to do list, kalo kata temen saya, kalo ga begitu bakal what to do lost, hihihi…

    Reply
  46. Belalang Cerewet

    Benar banget, Mbak. Mengatur waktu itu primer banget buat freelancer. saya dulu juga pernah jadi freelancer. Kalau kerja serampangan, hasilnya ga maksimal dan tubuh tak terjaga. Semangat terus, Mbak! 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Terima kasih, Kang, saling menyemangati ya 🙂

      Reply
  47. Dwi Puspita Nurmalinda

    enak banget nih sepertinya jadi freelancer, mau juga deh mak setelah melihat kegiatan mak ijul yg padat namun tetap santai serta masih bisa tersenyum…

    Reply
    • Indah Julianti

      Hehehehe, selalu tersenyum itu mah wajib walaupun bukan freelancer, kan senyum adalah ibadah, katanya 🙂

      Reply
  48. HM Zwan

    baru tau freelance ada shif2an juga hehehe..tapi plusnya kita bisa ngatur jam kerja sendiri,seru juga ya. aku paling suka kalo bangun pagi langsung mandi,jadi sudah dipastikan badan seger dan ngejalani aktivitasnya lebih enak aja,semangat gitu hehehe.

    Reply
    • Indah Julianti

      Shift itu tergantung jenis pekerjaannya, Hanna 🙂

      Reply
  49. Rullah

    Saya kerjanya 8 jam mbak, 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Itu freelancer atau jam kantor 😀
      Eh, freelancer juga bisa ya 8 jam 🙂

      Reply
  50. winny widyawati

    Tertarik dengan kalimat :”mengatur jam kerja supaya bisa istirahat”.
    Setuju mbak, saya sering mengabaikan istirahat buat diri sendiri, padahal itu penting juga ya buat jaga stamina utk pekerjaan selanjutnya. Dan krn hidup mmg hrs seimbang.
    Berharap bisa dapat rejeki dari menulis spt mak Indah, aamiin.

    Reply
    • Indah Julianti

      Aamiin, aamiin 🙂
      Insya Allah rezeki akan selalu ada buat Winny, yang penting semangat terus menulis 🙂

      Reply
  51. ndop

    Hampir sama kok mbak. karena aku nyaman kerja malam hari, dan klienku sudah pada sadar kalau orderan vector dia selesianya sore – malam hari (antara jam 5 sore – 12 malam), jadi aku kalau pagi selalu tidur biar fresh malamnya, dan mood terjaga.

    kalau kurang tidur, mood gampang down, sensitif, gak konsen dan banyak mainnya karena gak fokus.

    Trus jangan lupa makan teratur mbak. kalau asyik kerja biasanya lupa makan. Hahaha.

    Kalau kak Juli pasti sedia cemilan kali ya di toples. Kalau aku sedia air putih yg buuuuuanyak. Maklum freelancer kalau gak suka minum, agak agak riskan.

    Ingat dong, mas Udin pemilik javahostindo yg meninggal kena ginjal dulu ituuh.. dia itu jarang minum jarang makan dan kerja hampir 24 jam. Duh..

    Makanya aku di blog aku kasih jam kerja 12 siang – 12. malam. Dan gak janjiin fast response. Soalnya apalah arti klien senang kalau kitanya stress sakit sakitan. Weheheh..

    Sebelum komen ini, kerjaanku pas selesai. Dan blogwalking memang pilihan tepat untuk refreshing sejenak dari kerjaan “megang mouse meluluku” ini, soalnya temenku ada yg kebablasan megang mouse sampe harus operasi karena ada ototnya yg kejepit..

    Reply
    • Indah Julianti

      Beneeeeer, aku juga menjadikan blogwalking sebagai salah satu refreshing, apalagi kalau mampir di blogmu, bisa bikin ngakak ngikik ngukuk 😀

      Reply
    • Uniek Kaswarganti

      baru tau nih efek pegang mouse kelamaan… soalnya ini pergelangan kananku rasanya nyeri melulu klo pas napak di mouse pad.
      Aku termasuk yg enggak tertib jadwal nih Makpuh, kebanyakan nyosmed hihiiiii…

      Reply
  52. Ika Hardiyan Aksari

    Karena pagi sampe tengah hari ngajar, biar gak ada kegiatan yg terlewatkan saya sering buat list kegiatan apa saja yang akan saya lakukan pas bangun tidur mak. Walaupun kadang ada yang terlewat, tapi lumayan teratur dan jelas mau ngapain.

    Reply
    • Indah Julianti

      Ah ya, benar. Saya juga selalu to do list hari ini, malah sebulan sudah direncanain mau ngapain, karena harus laporan buat kerja juga 🙂

      Reply
  53. primastuti satrianto

    waaahh seneng bisa intip rutinitas mak injul di sini.. kl saya maish berkutat dengan mood dan inspirasi mengisi blog dan BW nih mak.. tapi walau begitu, sudah bikin jadwal setiap hari apa posting dan kapan jalan-jalan virtual.. benerr banget kl bangun sesudah tidur dulu di malam hari, rangkaian ide sepertinya encerrr banget.. mkaasih sharingnya ^_^

    Reply
    • Indah Julianti

      Sama-sama, Mbak Prima.
      Senang banget menulisnya sudah lancar 🙂

      Reply
  54. stevensitongan

    Keren postingannya mbak.
    Freelancer pun nggak boleh disepelekan. Sama kayak profesi penulis yg kadang sampai nyewa ruko untuk fokus.

    Reply
    • Indah Julianti

      Nah, betul sekali Steven, apa pun dilakukan untuk fokus ya 🙂
      terima kasih sudah berkunjung.

      Reply
  55. Nuniek

    mak, baru tau kalau dirimu pindah ke yogyakarta!

    Reply
    • Indah Julianti

      Iyaaa, sudah 5 bulan daku tinggal di Yogyakarta 🙂
      Dan jarang berada di keramaian event Jakarta 😀

      Reply
  56. ei

    Menurut kenalan yg seorang freelancer juga, ada kalanya perlu keluar rumah beberapa saat supaya bisa konsentrasi sama kerjaan, Sekarang udah ada beberapa co-working space yang lumayan bisa dimanfaatkan untuk para freelancer punya kantor ya Mak.

    Reply
    • Indah Julianti

      Iya, Ei, benar, di Yogya ada co working yang bagus yaitu Jogja Digital Valley 🙂

      Reply
  57. ei

    Menurut kenalan yg juga freelancer, ada kalanya harus keluar rumah dulu beberapa saat untuk betul2 bisa konsentrasi sama kerjaan.Sekarang udah ada beberapa co-working space yang lumayan bisa dimanfaatkan para freelancer sebagai kantor diluar rumah ya Mak.

    Reply
  58. Memez

    Setuju banget Mak Injul, walau saya pekerjaan kantoran dan seringnya juga jadi freelancer, mood itu hal pertama yang harus disetel dan dipaksakan. Dan mengatur jadwal adalah cara efektif agar mood tetap bagus 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Wuih diarium keren, Mak Memez, semangatmu yang daku tiru 🙂

      Reply
  59. Salman Faris

    Tipsnya berguna banget Mba Injul, semoga bisa jadi panduanku bulan-bulan ini 😀

    Reply
    • Indah Julianti

      Sip, sip, senang banget bisa berguna untukmu Salman 🙂

      Reply
  60. Salman Faris

    Tipsnya berguna banget Mba Injul hehehe, semoga bisa jadi panduanku bulan-buan ini 😀

    Reply
  61. ira

    Aku yang paling susah ngatur mood itu, Mbak. Tapi aku punya target juga. Misalnya seminggu kudu selesai satu artikel. Alhamdulillah sejauh ini bisa konsisten.

    Reply
    • Indah Julianti

      Hehehe, tiap orang memang lain, mbak Ira. Yang penting konsisten seperti yang dilakukan Mbak Ira 🙂

      Terima kasih sudah berkunjung, mbak 🙂

      Reply
  62. sary melati

    Sama, Mbak. Aku ngerasain banget. Kalau gak pake jadwal, malah berantakan semua, gak ada yg beres. Kalau aku, jadwalnya pendek2, biasanya 2 jam kerja, 1 jam istirahat karena masih harus ngurusi Maira. Aku juga biasanya bikin list apa yang mau dikerjakan untuk besok, sebelum tidur/selesai jam kerja. Jadi lebih tertib juga targetnya.

    Dan satu lagi, boci itu penting bingiiiit :)))

    Reply
    • indahjuli

      hahaha, benar Sary, boci tuh surga banget. Apalagi aku yang ada kerja sampai malam.
      Tapi biar boci, tetap jam 10 kuusahakan tidur, kecuali tidur cepat bangun malam 🙂

      Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kerja dari Rumah itu Nggak Enak! | CuapHelda.com - […] Kalau kamu memilih jadi freelancer hanya karena supaya tidak bangun pagi, buang jauh-jauh mitos itu. Di tulisan aku berjudul…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories