Tentang Proses Melahirkan

by Aug 20, 2008Keseharian, Kesehatan, Parenting21 comments

Dompleng cerita kelahiran cucu pertama Presiden SBY, yang lahir tepat pada Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, 17 Agustus 2008, yang kemudian ramai diberitakan kalau kelahiran itu sengaja dipas-pas-in dengan HUT RI, karena prediksi kelahiran sebenarnya pada tanggal 4 – 7 September 2008.

Kata tim dokter, pertimbangan percepatan kelahiran karena pertimbangan medis, yaitu maturasi, dimana ari-ari (plasenta) yang lebih cepat matangan dari waktu kelahiran. Katanya, kalau ngak dipercepat kelahirannya, maka apgar (nilai kelincahan bayi) akan rendah, misalnya bayi lambat menangis.

Sepengetahuan saya, dari konsultasi dengan dokter kandungan selama 2 kali hamil, apgar itu diperlukan untuk mengetahui kondisi bayi sesaat setelah lahir dan antisipasinya bayi terhadap dunia luar.  Karena itu biasanya, kalau anak bayi baru lahir, suka dicubit atau ditepuk pantatnya supaya menangis. Waktu Kayla lahir, yang terpaksa dilahirkan secara sectio caesar karena pertimbangan medis, dokter harus menepuk pantat Kayla berkali-kali, supaya keluar tangisannya.

Huhuhu…jadi ingat pengalaman melahirkan Kayla yang penuh dengan kejadian mengharukan, dan sempat bikin saya trauma dengan yang namanya bidan.

Sewaktu hamil Kayla, saya itu berobat di dua tempat, Rumah Sakit Budi Kemuliaan (tempat Lily lahir) dan Klinik Bidan didekat rumah. Dengan pertimbangan, jika pada saat mules2 di kantor bisa segera ke RSB Budi Kemuliaan dan kalau di rumah, ke bidan saja, karena saat itu dokter memperkirakan saya bisa melahirkan secara normal seperti anak pertama. Prediksi kelahiran Kayla adalah tanggal 18 – 25 Desember 2004.  

Karena dokter memprediksikan tanggal segitu, saya pun berniat melahirkan di rumah sakit dan akan mengungsi dari rumah di Bekasi kerumah Mama di Tanjung Duren, yang lebih dekat ke RSB Budi Kemuliaan. Karena hingga 17 Desember belum ada tanda-tanda akan melahirkan, saya pun memutuskan untuk kerumah Mama di Grogol, pada tanggal 18 Desember 2004, dengan pertimbangan kalau terjadi apa-apa, lebih dekat ke RSB Budi Kemuliaan.

Ndilalah, pada 18 Desember itu sewaktu buang air kecil, ada flek-flek berwarna merah muda. Berdasarkan pengalaman melahirkan pertama, saya merasa itu tanda melahirkan. Kemudian saya memutuskan untuk ke bidan dekat rumah itu. Ternyata Si Ibu Bidan sedang ke RS Mitra Keluarga. Saya pun diperiksa sang asisten dan katanya sudah pembukaan satu.

“Udah mules blum ?, tanya asistennya.
“Belum”, jawab saya.
“Rumahnya deket kan ? Pulang aja deh dulu nanti sekitar jam 3 atau kalau sudah mules datang lagi kesini,” kata asistennya.
“Tapi saya pipis..pipis terus suster”.
“Gak apa-apa itu”, jawab asisten.

Akhirnya saya dan Mas Iwan pulang. Tapi, orang tua saya, malah marah-marah dan suruh saya kembali ke bidan, karena saat itu pipis yang saya rasakan adalah air ketuban yang terus mengucur. 

“Kok begitu sih. Itu yang keluar bisa-bisa air ketubanmu. Hati-hati jangan sampai kehabisan, nanti anakmu bahaya”, kata Mama saya.

Kembali ke klinik, ternyata sang bidan belum kembali dan lagi-lagi sang asisten menyuruh saya pulang. Katanya kok ibu gak percaya sih sama omongan saya.

Kami pun memutuskan untuk ke RSB Budi Kemuliaan. Entah kenapa, dalam perjalanan di tol Cakung – Jakarta, macet. Kami yang dari rumah berangkat ukul 11.00 sampai di RSB Budi Kemuliaan sudah sekitar pukul 13.

Saya langsung dibawa ke UGD. Trus diperiksa ternyata udah bukaan kedua. Karena gak mules, saya disuruh chek EKG, dan ternyata bayinya males bergerak. saya langsung masuk ruang bersalin dan dikasih oksigen. Trus ditanya-tanya segala macam yang bikin saya pusing. Kemudian saya ditinggal sendiri, tidak lama masuk Mama dan bilang : 

“Kamu harus tabah yah. Air ketubanmu sudah hijau. Anakmu juga terlilit tali pusar dan jantungnya sudah jarang berdetak. Anakmu gak bergerak. Jadi kamu harus dioperasi”.

Whuaaaa…..saya langsung menangis saat itu juga. Saya merasa egois dan bodoh.

Akhirnya sekitar pukul 13.45, saya masuk ruang operasi. Dan tepat pukul 14.20, Kayla lahir. Sesaat setelah Kayla lahir, dokter sempat khawatir, karena sewaktu tepukan pertama, kedua, dan ketiga di bokong, Kayla tidak mengeluar suara.

“Duh gimana nih dok,” samar-samar saya dengar suara perempuan, entah itu bidan atau perawat karena saya masih antara sadar dan tidak terpengaruh bius lokal.

“Sini saya coba,” terdengar suara laki-laki. “Bu, anaknya dipukul keras ngak apa2 yah, biar kita tahu apgarnya bagaimana ?”

Satu kali, diam. Dua kali, terdengar suara kecil. Tepukan ketiga, suara masih kecil. Mungkin karena gemas, ditepukan keempat yang keras, Kayla langsung menangis. “Alhamdulillah..Allahu Akbar, akhirnya nangis juga,” suara dokter yang membantu proses melahirkan saya.

“Wah anaknya keras nih Bu, semoga jangan keras kepala aja yah”, kata dokter sambil meletakkan saya diatas dada. Sambil memeluk Kayla, saya mengucapkan syukur tak terhingga. Dan asal tahu aja, Kayla itu mencari sendiri lho nenennya…hehehehe… jadi proses inisiasi dini, yang sekarang lagi gembar gembor dicanangkan itu sudah lama ada. Bukan proses yang baru lagi.

Alhamdulillah, sekarang Kayla sudah berumur 3,8 tahun, sudah bersekolah di kelas A, TK Bani Saleh 1. 18 Desember 2008 nanti akan berumur 4 tahun. Ini sekelumit cerita tentang proses melahirkan dengan pertimbangan medis, yang kebetulan lahir tepat sesuai prediksi dokter pada tanggal 18 Desember 2004. Ngak dimajuin, apalagi dimundurin 🙂

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

School From Home Tahap 2: Tahun Ajaran Baru 2020

School From Home Tahap 2: Tahun Ajaran Baru 2020

Hari ini, Senin 13 Juli 2020, tahun ajaran baru 2020 - 2021 dimulai. Tapi pembelajaran langsung, tatap muka, belum diberlakukan. Masih pembelajaran online, School From Home (SFH) atau sekolah di rumah tahap dua. Ya, pandemi Covid-19 masih belum ada tanda-tanda bakal...

read more

21 Comments

  1. weny astuti

    wah…ceritanya seru…aku juga lahiran caesar karena masalah mta minus…yang pnting sang buah hati lahir selamat dan sehat…

    Reply
  2. Susan

    Aduh! Jd deg2an ne, soalnya saya tinggal nunggu hari melahirkan anak pertama, ktnya sih tgl 15 ini, mudah2an semua lancar…

    Reply
  3. Pembuat Theme

    Mudah-mudahan jika suatu saat saya memiliki istri…proses melahirkannya lancar…

    Do’ain yach

    Reply
  4. wiwin

    Mba, minta referensi dokter SpOg di RS Budi kemuliaan dunk 🙂 thq before. tolong email ke wiwinsiman@yahoo.com

    Reply
  5. Ikkyu_san

    hmmm perjuangan seorang ibu tidka ada bosannya untuk dibaca ya.
    aku juga alami persalinan sulit untuk Kai anak keduaku. ketuban pecah waktu kandungan berumur 7 bulan… terpaksa dilahirkan dengan operasi caesar.

    bisa baca di http://imelda.coutrier.com/2008/07/14/somewhere-out-there/

    Reply
  6. Nana

    Baru baca euy, walo udah dngr lansung crita dari mbak injul sih ttg proses klahiran kayla.. Huhu jd deg2an euy, tinggal menunggu hari niy.. Do’ain smua lancar ya mbak.. 🙂

    Reply
  7. merahitam

    Aduh, serem, bacanya sampai tegang. Tapi Alhamdulillah, Kayla tumbuh sehat dan cantik. Posenya kayak model. Hehehe

    Reply
  8. sisesu

    temenku lahir pas 17 agustus juga, tapi long long time ago sebelum ngetren c-section. 3 anakku lahir c-sec semua. gara2 yg pertama lahir di jkt dengan alasan c-sec yg nggak jelas dan ngga bisa dimintai bukti medis secara tertulis dr RS, dokter di USA ngga mau ambil resiko krn biasanya c-sec adalah keputusan terakhir jd takutnya berakibat fatal bagi org2 yg punya kelainan rahim, jd 2 anakku dipaksa hrs lahir dgn berat minim utk menghindari kontraksi, walau minimnya msh terbilang normal (2,8 kg) –tp hrs diperiksa air ketuban dulu bhow…dideteksi apakah paru2 sudah kuat. dokter di sini ngga sembarangan mau “motong2” dengan alasan ngga jelas (non-medic), kecuali sudah menyangkut life threatening, namanya di operasi kan lebih riskan ketimbang normal…sementara di indonesia dibuat trendy….dikit2 sesar…
    *duh…jadi curhat*

    Reply
  9. endangpurwani

    wah, kok pas ya ama perkiraan dokter?
    Kalo aku melahirkan anak kedua, kok malah ngikutin kemauan bapaknya biar pas hari jadi pernikahan. hasilnya ya berlama2 deh di ruang bersalin. Sama juga, kelilit tali pusar. Tapi tetap normal melahirkannya, alhamdulillah…

    Reply
  10. Epho

    Biar telat komen gapapa kan? *excuse dot com
    Gw rasa pas abis Kayla lahir bawaanya pengen hajar tuh bidan ya mbak 🙂 I’ve been there also dan kuping jadi baal sama komen dokter/suster: ah, nggak papa kok *plethak!

    Reply
  11. mutiara

    Hai, assalamu’alaikum,
    saya punya usaha sendiri kecil2an sebagai produsent.
    berkunjung ya.
    sebelumnya terima kasih.wassl

    Reply
  12. Dini

    Cantik ya cucunya sby..hehe nyampah.com

    Reply
  13. de

    waktu lahir rafa penuh deg2an. NIatnya cuma senam hamil, pas dipegang bidan katanya kontraksi dan gw gak boleh pulang.

    setelah 3hr kontraksi sampai bukaan 5, kondisi rafa menurun sampai dikatakan GAWAT JANIN. gw pun dikaish oksigen tambahan. Akhirnya sesar. Kalo boleh milih mah sehari sebelumnya aja, krn pas sama ultah pernikahan gw hehehe

    waktu Fayra mo lahir 17 agustus gak dikasih ma dokternya. Ruang operasi penuh krn 6 pasien minta di sesar tgl itu. Ngalah sehari setelahnya deh

    Reply
  14. Adieska

    Cape banget yah Kak waktu proses hamil sampe melahirkan itu. Jadi inget sama nyokap 🙁

    Reply
  15. wiedy

    benar2 pengalaman yang tak ternilai ya mba…..mudah2an klo Arya punya adek kelak melahirkannya normal aja dewh 😀
    Owh iya di endonesiah kok banyak banget ya kisah oknum bidan yang “tidak bertanggung jawab” maaf klo ada yg tidak berkenan….karna banyak cerita2 yang masuk ke aku ttg oknum bidan tsb yang bikin aku ilfil banget dewh sama bidan …..terutama maaf lagi yang ada di dinas pemerintahan…tolong dunk para bidan yang baca coment aku ini diperbaiki lagi dunk kinerjanya ….masa ada yang melahirkan cuma ditonton aja tidak melakukan tindakan apa-apa ….belum lagi cerita ibu yang mau melahirkan yang dimarah2in sama oknum bidan padahal dah pecah ketubannya bukannya kasih tindakan malah disuruh pulang 🙁 duuuuuuuuuuuuuu kok ngono to yo??? ngeri aku mba …..

    Reply
  16. afwan auliyar

    waks panjang bgt yak proses melahirkan itu….

    sepanjang postingannya…..

    Reply
  17. Fitra

    Gw pengen nanti kalo punya anak lahir tanggal muda aja, jadi kalo dia ultah pas gajian *hahahah bener2 emak yang ga penting*

    Reply
  18. js

    Wah… blog nya OK.
    berbobot dan informatif,
    goodluck

    Reply
  19. Yanti Wyant

    walah kasian lagi enak bobo dipukul pantat ..hehhehhh 😀 , aku juga di C-Sec 🙂
    GImana aja cara lahir yg penting baby and mommynya sehaht2 dan selamet 😀

    Reply
  20. zee

    aduh kak, terharu banged dengernyaa….
    kasian si kayla sampe dipukul2 terus padahal masih bayi….pasti sakit tuh makanya dia nangis.

    tp emg iya, kadang kita mo percaya sama suster, tp tau2 salah. masa tiba air ketuban udah hijau, pdhl td ktnya gpp…. mudah2an nanti klo ada adiknya lagi, aman2 saja ya kak 🙂

    Reply
  21. siDYah

    Kayla persis lahirnya dg Aqila!!!! setanggal dan tahunnya! hehe

    Alhamdulillah Kayla jadi anak yang sehat dan cantiik.

    Hmm…proses kelahiran Anak sy juga rada menggetarkan…tapi next time ajah ceritanya 🙂

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Love Letter « Cerita Cita Cinta - [...] Tak ada suka, melebihi suka kami menjadi orangtuamu. [...]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories