Menikmati Hidup Freelancer

by Jan 5, 2015Inspirasi, Keseharian136 comments

Menikmati Hidup Freelancer

Yippiie, tahun 2015.

Tahun baru, semangat semakin membara untuk meraih cita dan impian dong ya, Sahabat Blogger.

Tahun 2015 ini saya enggak mau pakai resolusi-resolusian. Karena sudah terbukti, pakai resolusi, tetap saja target tak tercapai dan enggak patuh juga sama resolusi yang sudah dicanangkan dan dituliskan.

Saya ingin menikmati 2015 ini dengan santai tapi serius. Walau tetap ada target, namun cukup di dalam hati aja dikukuhkan. Dinikmati, tanpa perlu merasa berdosa jika tak terpenuhi targetnya (ini sih boong, pastilah suka uring-uringan kalau gagal) 

Di tahun 2015 ini, Alhamdulillah dan Insya Allah, saya menikmati hidup sebagai freelancer. Ini tahun ketiga saya bekerja sebagai freelancer di salah satu BUMN telekomunikasi terbesar di Indonesia dan tahun kedua menjadi admin di salah satu website belanja online. Alhamdulillah masih dipercaya dan masih dibutuhkan.

Wuih enak dong ya (ini ucapan yang sering saya terima kalau menceritakan tentang apa yang saya lakukan sehari-hari). Enak? Alhamdulillah enak enggak enak. Dan untuk meraih enak itu, bukan perjalanan yang gampang, mulus dan lancar jaya. Banyak kerikil, tanjakan, persimpangan dan jatuh bangun untuk meraih nikmatnya menjadi freelancer seperti sekarang.

Saat saya memutuskan untuk menjadi freelancer, berhenti bekerja dari salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia pada Mei 2010, ternyata tak semudah membalikkan tangan. Banyak halangan yang membuat saya sempat nyaris kehilangan kepercayaan diri. Menangisi diri sendiri, menjadi orang yang tak berguna.

Adalah Rini Nurul atau yang akrab saya panggil Rinurbad, salah seorang sahabat terbaik saya, yang sudah lebih dulu menggeluti kehidupan sebagai freelancer, yang tak pernah putus asa menyemangati saya untuk menikmati hidup sebagai freelancer.  “Butuh waktu satu tahun untuk menyesuaikan hidup kita dengan keadaan tanpa pekerjaan yang jelas,” demikian kata Rinurbad yang selalu saya ingat sampai sekarang.

Yup, dari yang hidup punya uang sendiri yang mengalir lancar tiap bulan, ke hidup ‘hanya mengandalkan’ uang pemberian dari Mas Iwan, yang harus pintar-pintar kita mengaturnya supaya bisa untuk ditabung atau sesekali beli keperluan diri.

Enak hidup seperti itu tanpa punya uang pegangan dari diri sendiri? Buat saya sih enggak. Mungkin karena sudah terbiasa dari sebelum menikah, bekerja dan punya uang sendiri.

Untunglah (masih untung juga) saya punya kemampuan menulis, baik di blog dan menulis cerita anak. Dalam kehebohan tanpa penghasilan tetap itu, saya bisa menghasilkan beberapa buku cerita anak dan mendapat tawaran pertama untuk menuliskan review produk di blog saya yang kala itu masih gratisan beralamat di tentangkami.wordpress.com Kepercayaan diri saya kembali.

Tak ada usaha yang berhasil tanpa perjuangan dan kerja keras. Saya percaya itu. Banget. Dan saya berterima kasih sekali kepada salah seorang teman blogger yang menawarkan sebuah pekerjaan menjadi web admin menjelang akhir tahun 2012 (November 2012). Enggak perlu panjang lebar saya ceritakan. Dengan pengalaman menjadi head section di website Indosiar, saya pun diterima bekerja sebagai freelancer.

Namanya pekerjaan baru, saya sangat menikmatinya dan bersyukur karena mendapat banyak ilmu tentang mengatur sebuah website, bagaimana menjadi admin yang baik, membuat content plan, matriks content dan segala macam tentang sosial media. Setahun, dua tahun, dan kini memasuki tahun ketiga.

Dan yang namanya freelancer, nggak kenal tuh waktu libur. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Di saat orang menikmati liburan pergantian tahun, saya malah mendadak harus bekerja karena permintaan dadakan dari salah seorang petinggi (yang juga menjadi atasan saya). Dari siang hingga sore saya bekerja, bahkan sampai di rumah pun masih harus ‘ngoprek’ karena belum cocok dengan keinginan beliau. Baru beres pekerjaannya menjelang tengah malam. Asyik dan seru kan?

Soal salary bagaimana? Alhamdulillah, seperti yang sering saya bilang ke sahabat saya, tempat berbagi cerita, tak ada hasil yang memuaskan kalau kita selalu merasa kurang cukup. Yang penting buat saya, mengumpulkan remah-remah untuk beli bedak bra bergelantungan berlian dan   lipstik. Atau pergi ke Paris, tempat liburan impian.

Bagaimana mendapatkan pekerjaan freelancer dengan penghasilan tetap? Jalin networking dengan teman-teman baik di dunia blogging atau pun dunia menulis lainnya. Pertajam kemampuan menulis dengan rutin mengupdate blog dan jadikan personal branding. Gampang kan?

Selamat menikmati hidup sebagai freelancer 🙂

 

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

136 Comments

  1. dWi (nining)

    Pernah ngebaca bahwasanya every decision will lead you in to the different path, apalagi sebuah keputusan besar macam resign begini.
    Aku aja maju mundur mbak, dan selalu angkat topi untuk orang-orang yang bisa melaluinya dengan khidmat.
    Tfs mba ^^

    Reply
    • indahjuli

      Indeed 🙂

      Reply
  2. Nadia Khaerunnisa

    Subhanalloh, sejujurnya saya selalu kagum sama emak-emak freelancer 🙂 Saya pengen juga sebenernya, cuma ya itu memang tidak mudah dan perlu persiapan dan pembelajaran ya, Makpuh. Makanyaa, saya sekarang sering belajar dengan baca cerita-cerita dan tips biar bisa bagi waktu dengan baik. Karena itu kuncinya kan, Mak?
    Yah semoga saja jika memang ada hal yg mengharuskan saya freelance, saya sudah siap kelak.
    Hihi, aku nge-pens, Mak! 🙂

    Reply
  3. luthfi

    Selama rejeki halal, kenapa tidak

    Reply
  4. primastuti satrianto

    Sejak ketemu mak injul offline memang jadi terinspirasi prosesnya yg tidak instant di dunia per blogger an… Terus menginspirasi ya mak… Saya juga mau belajar dan praktek jadi freelancer.. Mepet mepet biar ilmunya ketularan.. Makasih…

    Reply
  5. Sumarti Saelan

    Klo ada freelancer yang memperteulan oenulis dengan bintang Kpop, colek aq makpuh *trus ditimpuk haihil 15 senti :)))

    Reply
  6. berita terbaru motogp

    wah, asyik juga nih, tapi saya kurang tau nulis kreatif

    Reply
  7. Agustina Purwantini

    Wahh. Aku harus bin wajib berguru ke tempatmu mbaak. Boleh? Aku butuh jadi freelancer yg gede penghasilannya. #balada-mendadak-jadi-kepala-keluarga…

    Reply
  8. dewi

    pengen juga jadi freelancer tapi belum siap lahir batin mak

    Reply
  9. emy

    Meski saya belum punya pengalaman menjadi freelance, saya melihat adanya tantangan tersendiri. Tetapi, saya salut dengan mbak yang bisa move on dan menemukan pekerjaan yang lebih menjamin. Klo salary-nya bisa buat jalan-jalan ke tempat impian, saya mau juga mbak jadi freelance.heheh
    Salam kenal mbak 🙂

    Reply
  10. Suyu

    Jadi freelancer itu emang gampang-gampang susah, tapi saya pikir banyak enaknya.

    Reply
  11. irowati

    Wah pingin juga jd freelancer kyk mak Indah….tp apa sy mampu… hehe..
    Setiap remah yg kt kumpulkan asalkan halalan toyyiban, rasanya akan luar biasa…
    Sukses selalu ya mak…

    Reply
  12. irowati

    Pingin juga jd freelancer kyk mak Indah… tp mikir jg apa sy mampu… hehe
    Setiap remah yg kt kumpulkan dr manapun itu asal halalan toyyiban pasti rasanya nikmat luar biasa ya mak… sukses selalu ya..

    Reply
  13. Winda Puspita

    ingin sepertiii dirimu mak indah…
    pengen jadi freelancer.. entah kenapa, freelancer itu seperti susunan katanya free (bebas) bebas dalam arti yang bertanggung jawab. mengerjakannya pun pasti dengan senang hati ^^

    Reply
  14. Ririe Khayan

    TOS dulu utk : resolusinya dalam hati saja” hehehe, secara saya juga model org yg gak bisa setia kalau bikin resolusi.

    Beberapa waktu lalu (dan bahkan sjk sekian tahun lalu), saya juga berangan-angan ‘indah’nya jd freelancer. Hehhee..

    Reply
  15. Swastika Nohara

    Bener banget, jadi freelancer sering keliatan enak karena nggak harus berangkat kerja pagi2 menembus lalin jakarta yang luar biasa macet dan semrawutnya. Tapi yang orang2 nggak lihat, sebagai freelancer aku sering harus kerja sampai larut malam di rumah, selama week end, dan (ini paling nyesek) selama anak-anak libur sekolah. Malah Desember lalu aku terpaksa merelakan suami dan anak-anak liburan bertiga karena ada deadline skenario film yg harus aku garap :))

    Reply
  16. nonadita

    Been there… menjadi freelancer selama 2 tahunan. Lalu ada kebutuhan untuk kerja kantoran, and here I am now working for a multinational company.

    Good luck utk petualangan menjadi freelancer, Mbak Indah. It’s not easy, but sure it’s fun and challenging.

    Reply
  17. sofy hidayati

    ngiri dengan para freelancer!

    Reply
  18. sari widiarti

    karena hidup seorang freelancer “gak jelas” harus pinter – pinter ngatur duit ya 😀

    Reply
  19. Dwina Yusuf

    Mau ih kyk mak Injul…Ajarin dong, maak…

    Reply
  20. Vari Sapi Lucu (Traveling Cow)

    Namanya kerjaan ya mbak, apa ajah asal halal dan diridhoi suami itu Insha Allah berkahnya lancar, aku pun lagi pengen konsen ngurusin blog en nulis nih, bantuin channelnya dong mak, dirimu kan dah handal…

    Reply
  21. cumilebay.com

    Aku tiap tahun ah ngakada resolusi, hidup dinikmati aja yg penting bahagia dan berkecukupan. Biarkan semua menggalir, kalo pake resolusi yg ada semangat di awal doang trus masuk februari bakal lupa sama resolusinya trus menjelang akhir tahan sadar dan sakit ati :- 9

    Reply
  22. Efi

    Aku terakhir kerja bulan Juli 2013, luntang lantung cari kerjaan keepntok umur. Mau jualan online ga punya modal (aish curcol). AKhirnya inget punya blog, meski masih bingung mau digimanain. Tadinnya cuma pengen eksis aja, eh lama-lama punya banyak temen, ikut acara ini itu, dapat tawara repyu meski masih recehan hehehe. Masih harus banyak belajar untuk mengasah kemampuan nulis dan komit ya, mba. Soalnya waktu freelancer yang jamnya ga jelas. Bisa free bisa riweuh dikejar DL.

    Reply
  23. maya siswadi

    baru mau komen, ternyata musti ngantri, panjaaang yg udah komen :).
    ahhhh dream job banget jadi freelancer. Aku bisa dibilang freelancer juga walau bukan di bidang penulisan, memang udah cita-cita pengen kerja yang ga terikat waktu, bisa atur waktu yg kita suka dan dibayar, yeaayyy. cuma memang belum nemu yg bayarannya tsakep, xixixi. Moga2 dalam waktu dekat nemu :). Yang penting tingkatkan kemampuan diri dulu dan perluas networking ya mak, bangun personal branding, kadang-kadang perlu “promosiin diri” dikit ya kalau ketemu orang2? ini yg masih jadi pe-er nih, kadang masih malu-malu & lebih suka diam2 *hoek*. Boleh belajaar & tanya2 ya maaaakkk 🙂

    Reply
  24. Ahmed Tsar

    siyaap, tulisannya kasih pil semangat, Makasih Mak Indah… dari tulisan Mbak ini, jejaring peremanan seprofesi freelancer sangat diperlukannya ya?

    Reply
  25. Ika Hardiyan Aksari

    Awalnya mata pengen merem mak. Baca ini melek langsung. Ini cocok banget untuk saya tiru mak. Terima kasih mak sudah berbagi. Eh, saya kayaknya ada BBM nya mak indah. Coleeekkk ah :))) #berguru

    Reply
  26. syaifuddin sayuti

    sy juga freelancer nih mbak Ijul. Status aja yang tetap tapi bebas untuk datang ke kantor kapan aja, pokoknya nongol.

    Reply
    • Indah Julianti

      Beuuuuh, ini yang lebih enak lagi. Mau dong yang seperti Kang Udin 😀

      Reply
  27. Astin Astanti

    Nyender ke Makpuh Indah…pingin curhat, hikiiks… kenapa enggak bekerja tidak di kantor..hehee

    Reply
    • Indah Julianti

      Boleh curhat, silakan dengan senang hati via inbox atau WA diterima 😀

      Reply
  28. irma senja

    aku mau jadi freelancer mak,… xixixi

    Ga enak terima hny dari suami ? hiksss aku sejak awal nikah malah blm pernah kerja dan semua kebutuhan selalu dari suami. Beliau tipe yg gak mau istrinya kerja malah mba…hikssss, etapi ada untungnya juga…skg kalo sesekali aku dpt job dan pny uang sendiri suamiku ogah utak-atik. katanya itu uangmu…horaayyyyy :))

    Reply
    • Indah Julianti

      Nah sekarang kerja lewat blog aja, gitu Neng Irma tsakep 🙂

      Reply
  29. Salman Faris

    Tetap semangat Mba, makasih sudah di sadarkan tentang kerja keras 🙁

    Reply
    • Indah Julianti

      Yup, dirimu juga tetap semangat ya Salman. Keep writing 🙂

      Reply
  30. Titi Alfa Khairia

    Makasih udah berbagi pengalaman Mak Indah, sangat bermanfaat 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Sama-sama, Mak Titi, diriku juga terinspirasi darimu 🙂

      Reply
  31. titialfakhairia

    Makasih banyak udah berbagi pengalamannya Mak Indah, jadi malu nih melihat diri sendiri *)ngaca

    Reply
  32. lindaleenk

    Mbak…ajarin donk..
    Aku sampai hari ini masih galau banget, mendekati masa-masa jadi pengangguran.
    Dari kecil juga ga dibiasakan buat bergantung ke orang lain, aku ga biasa minta-minta ke suami.
    kalau jadi pindah jogja kita ketemuan ya 😐

    Reply
    • Indah Julianti

      Dirimu mau pindah ke Yogya toh, Linda, sip sip, kita ketemuan ya nanti 🙂

      Reply
  33. Yuniari Nukti

    Oh Mbak Indah Juli itu freelancer, toh..
    Beberapa kali lihat foto-foto yang isinya jalan-jalan mulu itu aku sempat mikir, Mbak Indah Juli kerjanya apa sih.. ternyata oh ternyata.. hehe

    Reply
  34. Idah Ceris

    Seorang Wonder Woman yg aku kenal selain Mamaku ya Mbak Indah ini. Sehat, bahagia dan sukses selalu ya, Mbak.

    Reply
    • Indah Julianti

      Aamiin, terima kasih banyak ya Idah. Aku juga salut sama dirimu, yang tak kenal lelah jadi relawan 🙂

      Reply
  35. Ety Abdoel

    Pengen seperti Mak Indah..

    Reply
  36. Susanti Dewi

    segala sesuatu kalau kita syukuri akan nikmat ya mba…

    Reply
  37. Yuni andriyani

    Wah…sangat inspiratif mak….saya jadi semangat untuk berbuat lebih di tahun ini walaupun juga tanpa resolusi-resolusi-an…he…he..he…

    Reply
  38. Riri

    Assalamu’alaikum, salam perkenalan dan salam persahabatan y bu 🙂

    Reply
  39. Ayu

    Assalamu’alaikum, salam perkenalan dan salam persahabatan

    Reply
  40. Ayu

    Assalamu’alaikum, kunjungan perdana ni bu, salam

    Reply
  41. vizom

    Salah satu topik yang saya dan Bang Aswk ceritakan pas kopdar tempo hari adalah tentang freelancer ini. Salut kepada orang-oramg yang telah dengan yakin memutuskan menjadi freelancer. Sebuah keputusan yang tidak mudah, tidak hamya pada saat keputusan itu dibuat, tapi juga setelah keputusan itu dilaksanakan, Benar-benar diperlukan keberanian yamg luar biasa..

    Selamat menikmati hidup sebagai freelancer, Injul… Kalau ketemuan nanti, bokehlah saya dibagi ilmunya.. hehehe…

    Reply
  42. Fardelyn Hacky

    Selamat menikmati hidup sebagai freelancer mbak. Semoga tahun ini semakin sukses mbk Injul.
    Btw, wuiiiih…komennya udah panjanga aja

    Reply
    • Indah Julianti

      Aamiin, aamiin, untuk doanya 🙂
      Terima kasih ya.

      Reply
  43. Lidya

    Aku di ajari dong mbak jadi freelancer. Itu dimana sih cari kerjaannya mbak 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Boleh, yuk yuk, kalau kita ketemuan nanti kuceritakan 🙂

      Reply
  44. Ofa

    keren kak, semoga bisa nular 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Hihihi, Insya Allah menular ke dirimu ya 🙂

      Reply
  45. Hety A. Nurcahyarini

    Aaaaaak, freelance is a dream job.
    Tetap produktif lewat sesuatu yang kita suka.
    Thanks mbak Indah, inspirasinya.
    😀

    Reply
    • Indah Julianti

      Benar banget, Hety, seperti yang pernah kita obrolin di acara Sunco itu lho 🙂
      Sukses untuk dirimu ya.

      Reply
  46. chikarein

    wihh mbak keren dehh bisa jadi freelancer
    aku juga ibu rumah tangga tapi belum maksimal ni manfaatin blog untuk cari peluang
    aku mau belajar ama mbak indah boleh kah

    Reply
    • Indah Julianti

      boleh, dengan senang hati chika 🙂

      Reply
  47. Dedew

    Toss mba indjuul. awalnya emang berat huhu..Alhamdulillah, daku masuk tahun ke-7 jadi freelancer sejak ikut suami pindah ke ungaran mba…tadinya blank mo ngapain akhirnya fokus nulis..Alhamdulillah, bertemu Bhai Benny, Nunik, Mbak indjul dkk di Blogfam..jadi pembuka jalan..semoga tambah sukses dan diberkahi Allah ya mbakku…aamiin..

    Reply
    • Indah Julianti

      Alhamdulillah, ya Dedew, itulah gunanya berbagi saling sharing 🙂
      Semoga kita tetap istiqomah 🙂

      Reply
  48. Riski Fitriasari

    Saya juga jadi semakin terpacu menulis di blog, setelah tahu kalau tulisan saya ternyata ada juga yang membaca… hiks saya terharu Mak waktu tahu itu. Hidup menulis… 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Yaay, terus menulis dan berbagi 🙂

      Reply
  49. Rebellina Santy

    Betul Mak Indah. Enggak enak baget kalau biasanya kita menjadi pribadi yang mandiri, tiba-tiba harus kehilangan kemandirian tersebut (finansial), dan tergantung pada suami. Perasaan jadi gimana..gitu. Sekarang lagi ngerintis jadi blogger yang serius dan bikin branding diri. Makasih sharingnya ya Mak Indah.

    Reply
  50. Indah Nuria Savitri

    freelancer juga profesi yang seruuuu ya maaak injul :)…yang penting dinikmati, rezeki sudah ada yang mengatuuur…senengn bacanya betapa serunya pilihan jadi freelancer…tetep joss pokoknya :)…happy New Year ya maaak…

    Reply
    • Indah Julianti

      Happy New Year, Indah Nuria 🙂
      Aamiin, Insya Allah aku akan selalu mennsyukurinya.
      Thanks sudah berkunjung ya <3

      Reply
  51. rere

    Udah hampir 4 taon jadi freelancer.
    Rasanya?

    Seneng karena ga harus mandi dan dandan. Seneng karena bisa pake baju belel super nyaman. Seneng bisa leyeh-leyeh bareng anak.
    Ga enaknya, uhmm.. apaa yaa?

    Reply
    • Indah Julianti

      Nggak enaknya nggak ada ya, Rere. Menikmati yang enggak enak dengan rasa enak 😀

      Reply
  52. Ratri

    Wah, pencapaian yang luar biasa ya Mak Indah. Kapan bisa sharing hal-hal seperti ini biar bisa membuka mata saya akan banyaknya kesempatan yang bisa diraih di luar sana. Kalau ada workshop blogging dsb di Yogya, towel saya dong. Terima kasih.

    Reply
  53. Maureen

    Semoga semakin sukses di 2015 ya mbak karir freelance-nya 🙂 Kerja apa saja pasti ada suka-duka tergantung kita saja kan yah.

    Reply
  54. Heni PR

    resolusi tahun 2015 saya, pengen punya domain blog dotcom mbak, hehehe
    Menjadi freelancer ternyata nggak free free banget ya mbak. Tapi kayaknya super asik.

    Reply
  55. lia nurmalasari

    Sayapun gak punya resolusi mak. tahun ini dan tahun tahun sebelumnya sama 😀
    Hanya tetap saja.. setiap pencapaian pasti dicatat. jadi diakhir tahun nanti direview mana yang berhasil mana yang belum berhasil. hehe

    Reply
    • Indah Julianti

      Nah, benar Lia, dijadikan review untuk melaksanakan yang belum berhasil ya 🙂

      Reply
  56. Alfa

    Setuju, tak ada usaha yg berhasil tanpa kerja keras; sekalipun itu adl sesuatu yg kita sukai, tapi kita tetap harus berjuang untuk menjadikannya berhasil 🙂
    Sukses terus untuk pekerjaannya, mbak

    Reply
    • Indah Julianti

      Terima kasih Alfa, sukses juga untuk dirimu ya 🙂

      Reply
  57. Asep Haryono

    Wah iya sama donk. Dulu saya maenannya RESOLUSI RESOLUSIan. Nah tahun 2015 ini lansung aja bekerja dan mencoba meraih cita cita. Insya Allah akan terkabul dengan usaha keras dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT

    Reply
    • Indah Julianti

      Aamiin, semoga tercapai semuanya ya Kang Asep.
      Terima kasih sudah berkunjung 🙂

      Reply
  58. Beby

    Alhamdulillah, Mbak Indah.. Jadi bikin aku semangat nih pengen freelancer jugak. 😀

    Reply
    • Indah Julianti

      Ayo, Beby, kamu pasti bisa 🙂

      Reply
  59. rahmi

    Keren mak Injul, jadi Freelancer emang enak, kalo udah “Jadi”. Kalo maish merintis kadang suka ngerasa desperate trus pengen tulis surat2 lamaran lagi *tulis aja ngga dikirim tapinya :v

    Reply
    • Indah Julianti

      Hahahaha, jangan disimpan aja dong, ayo kirim segera 🙂
      Alhamdulillah masih ada yang butuh saya. Keren itu kalau merasa desperate lalu bisa bangkit 😀

      Reply
  60. ndop

    Apalagi kalau freelancer mandiri (baca=egois) kayak aku ini, segala tetek bengek kerjaan aku tangani sendiri. Mulai melayani klien (yg kadang2 rese nanya2 mulu hahah), ngatur jadwal pengerjaan vector, ngerjain vector sendiri huahaha.

    Tapi hasilnya lumayan lah ya, puas banget. Dan kalau dikerjakan sendiri itu, kalau ada kesalaha, tinggal nyalahin diri sendiri, jadi gak beresiko dibenci karyawan, lha wong emang gak punya hahaha.

    Reply
    • Indah Julianti

      Setuju, Ndop, kamu memang keren 🙂
      Walau freelance selama dikerjakan dengan baik, pasti hasilnya memuaskan ya.

      Reply
  61. cputriarty

    selalu salut sama perjuangan gigih dan semangat bunda InJul untuk menekuni profesi freelancer dengan tekun. Semoga cepet ketularan pinternya jadi freelancer ya Bund 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Aamiin, Insya Allah mbak Putri, yang penting jangan putus asa untuk melakukannya, karena dari yang sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit 🙂

      Reply
  62. Tian Lustiana

    setiap pekerjaan pasti ada enak dan gak enaknya ya makpuh, namun jika disyukuri dan dijalani dengan iikhlas akan berbuah manis, aaah mau dong jadi freelancer 😀

    Reply
    • Indah Julianti

      Iya, benar Tian 🙂
      Hehehe, ayo jadi freelancer, yang penting itu difokusin dulu mau jadi freelance apa, trus dikuatkan tekad 😀

      Reply
      • Tian Lustiana

        ahahah mau banget nih nyerap ilmu dari mak injul 🙂

        Reply
  63. Tatit Ujiani

    Keren, semoga bisa mencontoh. pengin kopdar biar bisa serapilmunya face to face. 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Aamiin, terima kasih pujiannya 🙂
      Insya Allah, kalau ada rejeki sehat, kita bisa kopdaran ya 🙂

      Reply
  64. Arie Haryana

    Jadi semakin yakin untuk jadi freelancer nih gue, mba. Rencananya pertengahan tahun ini mau nyoba freelance aja dan mungkin juga sambil wirausaha.

    Reply
    • Indah Julianti

      Wuuuuih, keren, mantap Rie, gue dukung 🙂
      Insya Allah selama fokus dan niat baik, pasti bisa terlaksana.

      Reply
  65. icha

    semogaaaaa suatu hari bisa jadi freelancer. sekarang masih enjoy kerja kantoran karena ritme yang teratur. maklum punya bayi, nggak sanggup euy kayanya ngurus bayi sambil kerja di rumah. mending ngabur aja ke kantor. hahaha *emak-emak gagal*

    Reply
    • Indah Julianti

      Hahahaha, Icha emang top, jujur, like this 🙂
      Nggak ada istilah emak gagal, lha Cha. Kan semua pilihan sendiri, tetap semangat kerja dan fokus saja dulu, kalau udah waktunya pasti bisa kok 😀

      Reply
  66. A Mahfuda

    biar dapet job frelance tuh gmna?

    Reply
    • Indah Julianti

      Jalin networking, mbak, sering aktif di komunitas-komunitas yang diikuti 🙂

      Reply
  67. Lusi

    Mau dong jadi freelancer. Daftarnya dimana mak? Heheheee….. pokoknya mah dirimu blogger terkeren yang pernah kukenal. Lebih keren lagi kalau sering2 main ke blogku. Ciaaat….. *kabur

    Reply
    • Indah Julianti

      Beuuuuh *nocomment*

      Reply
  68. kartina ika sari

    wahh senangnya “menikmati” jadi freelancer ya mba…Alhamdulillah saya sudah tahun ke-3 ini mba..Rata-rata kliennya ripiter. hehe masih aman sampai akhir tahun ini..Awalnya ngerasain banget ga gajian bulanan xixixixi…Tapi udah tahu ritme pencairan honornya jadi bisa lebih cermat lgi mengatur keuangan..Semoga Allah lancarkan rezeki Mba Indah yang senang berbagi inspirasi.

    Reply
  69. kartina ika sari

    wahh Subhanallah, inspiratif pengalamannya mba indah…Saya juga baru menjalani profesi ini–cuma saya menyebutnya writerpreneur– selama dua tahun. Awalnya, ngerasain ga gajian bulanan,,Honor baru dibayar per proyek selesai. Tapi Alhamdulillah, sampai saat ini masih bertahan dgn kenikmatan sebagai freelancer…Ada bebrapa klien ripiter yang memperpanjang sampai akhir tahun ini…dan sudah paham juga ritme pencairan honornya :). Semoga Allah lancarkan rezeki mba Indah ya..krn banyak berbagi inspirasi 🙂

    Reply
    • Indah Julianti

      Alhamdulillah, senang membacanya mbak Ika. Duh aku masih punya utang sama Mbak Ika nih 🙁

      Reply
  70. kamal

    keren. seneng baca pengalaman menjadi freelancer. semoga suatu saat bisa jadi freelancer. biar bisa ngatur kapan kerja, kapan istirahat dan kapan ke paris 🙂 serta kapan punya br* berenda berlian, buat istri saya maksudnya… salam kenal bu

    Reply
    • Indah Julianti

      Salam kenal mas Kamal 🙂
      Hahahaha, bisa aja nih mas Kamal.
      Anyway, di-aamiinkan ya 🙂

      Reply
  71. hm zwan

    Uwaaaa kerren bgtttt emak satu ini…mauuu bgt jd freelnce..tp kpn ya??hehehe..
    Semoga tahun ini lebih berkah ya makpuh ^^

    Reply
  72. momtraveler

    Makpuh memang cethaarr…kereeeennn….
    Aku pun skr menikmati jd freelancer tp pengahar freelancer sambil belajar dr makpuh n trs mengasah kemampuan nulis spy someday bisa jadi penulis freelancer yg woke punya kya mak Indah 🙂

    Reply
  73. Pakde Cholik

    Nunggu job dari Adinda nich he he he
    Menulis memang menyeangkan ya
    Salam hangat dari Surabaya

    Reply
  74. Nisa

    jalin networking, rutin update blog, personal branding, *catet
    bisa ngga ya? saya pemalu & masih berkutat jadi IRT, kayaknya saya sendiri cuma bisa setengah2.

    baru kali ini maen ke sini. salam kenal, makpuh juli ^ ^
    -nisa

    Reply
  75. Leeviahan

    hallo maak~ daku juga freelancer, tapi masih pemula hehe, untuk penghasilan masih yang yaa gitu dehh, tapi alhamdulillah sih , aku kerja kek gini lebih suka daripada kerja kantoran yang tiap hari gitu”aja kerjanya di ruang yg sama hihihi, nice post maak ^_^

    XOXO
    http://leeviahan.blogspot.com

    Reply
  76. Fenny Ferawati

    Fenny juga berniat menikmati tahun 2015 sebagai Freelancer mak 😀

    Reply
  77. ei

    wuiiihh.. kak injul, jadi freelancer salah satu yang kepikiran sama ei. Inginnnya sih jadi konsultan. Tapi masih terlalu banyak pertimbangan … alias galaw …

    Reply
  78. Titis Ayuningsih

    Wah, menyenangkan ya mbak jadi freelancer. Aku juga punya niat untuk menekuni freelancer ini mbak tapi belum ada yang nawarin hehehe

    Reply
  79. Dwi Puspita Nurmalinda

    senengnya ya bisa jadi freelancer, sebenarnya pengen juga seperti itu mak…

    Reply
  80. @mirasahid

    Semua mudah, kalau kita berpikir mudah yes, mak. Okesip, 2015 harus lebih baik ah

    Reply
  81. Euisry Noor

    Perjuangan ya, Mak… Menuju bebas (free)lancer. Sedang nyari peluang freelance juga nih… Semoga dapat menyusul 🙂

    Reply
  82. melati

    Satu tahun? Aku dah empat tahun jd freelance msh ga jelas wakakak … Tp bener mak, intinya dikerjain aja dulu, mana tahu baru keliatan bahwa ada byk pintu terbuka di luar sana …. =D

    Reply
  83. anazkia

    Jangan lupa, Mbak, tetap bisa jalan2 indah hehehe

    Mau jadi freelance juga, nyarinya di mana, ya? 😀

    Reply
  84. jarwadi

    tahun 2015 insya Allah saya mau rajin ngeblog lagi, jadikan aku dalam jejaringmu kak, agar sedikit2 juga dapat job 🙂

    Reply
  85. Memez

    Huaaa bra berlian?? macam model Victoria Secret ya Mak 🙂 saya sih maunya gigi berlian aja deh….

    Memang ya…sebagai orang kantoran, hidup tuh banyak tersandera kesibukan. Semoga saya bisa menyusul jejak Mak Injul… Terima kasih Mak atas pencerahannya 🙂

    Reply
  86. Kania

    nyimak sharing nya…

    Reply
    • Indah Julianti

      Silakan silakan Kania 🙂 *gelar karpetmerah*

      Reply
  87. Nova Wijaya

    Ini KERENNNN dan bermanfaat banget bundaaa ^_^

    Reply
    • Indah Julianti

      Terima kasih banyak, Nova. Dirimu juga keren <3

      Reply
  88. ameliatanti

    Gampang -gampang engga 😀 .. btw bra berlian masih ‘it list’ kok di agendaku *ngecat kuku*

    Reply
    • Indah Julianti

      Huahahaha, minta sama Icoel tuh, dia udah beli bra berlapis emas 😀

      Reply
  89. widya asman

    Suka bangeeet. Trimakasih udah berbagi mba.. menjadi penyemangat di awal tahun.

    Reply
    • Indah Julianti

      Sama-sama Widya, ayo tahun 2015 harus lebih cetar lagi 🙂

      Reply
  90. @nurulrahma

    Makpuh Injuuuulll, aku selalu tersepona dengan kiprah dikau… Keyeeeen!
    Jujur, aku juga pengin kayak makpuh. ENggak terikat jam kerja yang somehow lumayan nyiksa *curcol*

    Tapi, mengingat aku belum secethaaar makpuh, nyaliku jadi ciut lagi euy.
    Intinya, aku padamuuuu, makpuuuh :))

    Reply
  91. Dian

    Enak ya…*eh*…gampang ya…*eh*…hehehe selamat tahun baru mak Indjul…semoga tahun ini lebih baik untuk kita semua…

    Reply
  92. Una

    Waaa mau banget Mbak kayak gituuu… kerja di rumah tapi duitnya banyak :”)

    Reply
  93. Yuli

    Keren sekali mbak Indah, Semoga bisa mengikutinya. Inspiratif. Ngomong2 saya blm di approve ya di fb. Hiks

    Reply
  94. niyasyah

    aku sih ndak ngikutin langkah perjuangan mu dulu, aku taunya inna yang sekarang yang udah sukses jadi seorang freelance aja. huhuu…ayok aku mau berguru padamu. bekal kalo udah merrid kelak biar bisa jadi freelance sukses juga kayak inna

    Reply
  95. Indri Noor

    Mau banget ngikutin jejaknya *langsung sontek tipsnya* 😀

    Reply
  96. pipit

    Semua bth usaha dan proses yang ga gampang ya Mak..
    Pengen deh kayak Mak Injul..
    Smg cepet nular..nular..Aamiin 🙂

    Reply
  97. Titik Asa

    Salut dgn mbak Indah yg sukses menjadi freelancer…
    Jalin networking dgn teman-teman dan pertajam kemampuan menulis ya mbak? Baik mbak ini saya catat, siapa tahu saya akan mengikuti jejak mbak juga sbg freelancer.

    Selamat tahun baru mbak. Semoga tahun ini lebih baik dalam segala hal dibanding tahun sebelumnya.

    Salam dari saya di Sukabumi,

    Reply
  98. Rullah

    Mudah-mudahan bisa ngikutin jejaknya mbak 😀

    Reply
  99. Evi

    Dua jempol untuk Mbak Indah. Tinggal di rumah bukan berarti tak berpenghasilan ya. Kita bisa jadi free lancer. Keren banget Mbak 🙂

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pentingnya Mengatur Jam Kerja | Indah Julianti - […] yang pernah saya ceritakan di sini, sejak 2011 saya menjalani status sebagai seorang freelancer. Alhamdulillah, walau bekerja sebagai […]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories