Berharap Moleskine

Tiga tahun lalu, waktu ikutan liputan konferensi tentang anak-anak, saya terkesima dengan seorang wartawan asing yang buku catatannya bagus banget.

Dasar perempuan yang ngak tahan melihat barang bagus, saya curi-curi pandang setiap dia membolak balikkan kertas yang ditulisnya. Saya berharap dia segera menutup buku catatannya itu, biar saya tahu namanya apa.

Sewaktu ia meletakkan buku catatannya itu, akhirnya saya berhasil mengetahui buku tersebut : MOLESKINE. Saya cuma bisa memandang dengan kagum, karena ngak bakal bisa beli dan buku itu pasti hanya ada di luar negeri. Secara yang pakainya saja wartawan luar negeri.

Meski cuma bisa berangan-angan, saya pun mencari tahu tentang MOLESKINE itu. Dan ternyata di luar sana, buku catatan itu ternyata sudah banyak yang pakai terutama orang-orang yang menghargai tulisan atau ide kreatifnya. Dari webnya (www.moleskine.com), para pemakainya antara lain : Pablo Picasso, Van Gogh, Hemingway, Matisse, dan lainnya.

Keunggulan MOLESKINE ini, kualitas kertasnya sangat bagus, jadi bisa tahan lama, meski terkena air sekalipun. Yang jelas sih, setelah melihat di Kinokuniya dan Gramedia Grand Indonesia, kertasnya tebal banget.

Nah, setelah berangan-angan rasanya ngak bakal punya (dan kemungkinan juga bakal ngak punya karena masih menunggu doa restu dari Mas Iwan), saya terlonjak-lonjak ingin punya MOLESKINE setelah melihatnya di Kinokuniya dan Gramedia Grand Indonesia.

Harganya ? jangan ditanya deh. Bayangin aja untuk satu notebook setebal buku tulis aja, seharga makan nasi padang sendirian di Sari Bundo di Jalan Juanda, selama 4 kali.  Jadi saya hanya bisa berharap dan berdoa semoga Mas Iwan diterangkan mata dan hatinya untuk mengijinkan saya punya moleskine (huhuhu…sepertinya susah deh) atau berharap ada yang mau berbaik hati menghadiahkannya kepada saya sebagai kado ulang tahun, kado ulang tahun pernikahan, atau kado akhir tahun (dunia khayal lagi deh).

Ah sudahlah…dari pada gw beli itu lebih baik uangnya dikumpulin dan kasih ke orang-orang yang memerlukannya.

By Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

19 comments

  1. Kenapa ya baca posting ini jadi pengen makan nasi padang?

    Duh, maafkeun saya yang tidak bisa menghargai barang bagus. Tapi beberapa hari lalu penasaran nengok di toko buku dan gak paham juga apa sih yang menarik dari buku notes moleskine ini..

    Coba dulu Van Gogh pake buku tulis cap Bantengi. Mungkin sekarang yang ngetop buku itu kale yeee.. hehehehe

  2. Makan di nasi padangnya pake apaan dulu mbak??
    gulai otak? ayam bakar? rendang??
    *loh koq yg dibahas malah nasi padangnya???* 😛

  3. Nggg….ini buku catatan biasa gitu ya?

    Duitnya aja deh buat makan di sari bundo!
    Waaaa…lagi puasa nih! hihi

    Berangan yang kuat…siapa tahu jadi kenyataan…

  4. Buku apa itu kak? Jd penasaran, nanti cari ah di Gramedia. Kk minta aja sbg hadiah ultah dari KGB. Bisa itu dibeli sama Tante Diaz 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published.