Perempuan dan Stress Tinggi – sebuah kesimpulan iseng

by Oct 26, 2009Iseng13 comments

Terpicu dari berita ngak terpilihnya Ibu Nila Djuwita Moeloek jadi Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, dengan alasan gagal uji kesehatan karena tidak tahan menghadapi stress tinggi (eh emang ada yah stress tinggi ?), iseng-iseng gw browsinglah dan menemukan ini :

JAKARTA, KOMPAS.com – Wanita karier di Indonesia mempunyai masalah yang kompleks. Selain harus menjalankan kariernya, para wanita juga harus memikirkan suami, masalah keluarga, kesehatan, dan dibebani masalah kesuburan. Ini menyebabkan para wanita karier cenderung lebih mudah terkena stres tinggi.

Lengkapnya klik dimari yah.

Kalau ngak berkarier, apa ngak stress juga ? Secara perempuan yang memilih kerja di rumah, lebih berat loh, bayangin aja 24 jam kerja tanpa henti..hehehehe (bersihin rumah, ngurusin anak dan suami, masak, dll) rasanya punya tanganΒ  2 aja ngak cukup πŸ™‚

Hihihihi, perempuan…perempuan, tak indah dunia tanpamu (halah)

Mari kita nikmati dunia dengan santai..hehehehe

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Satu Kalimat

Kirimkan satu kalimat isyaratkan rindu Agar aku tahu Rindu ini bukan milikku sendiri 24/2/2007 Kalau sekarang ada twitter, 140 kata sudah cukup ya πŸ™‚

read more

Setahun Sudah

Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Sudah setahun saya berhenti sebagai pegawai kantoran. Bagaimana rasanya?Β Jangan ditanya soal ngasuh anak ya, setiap perempuan yang punya anak, baik itu kerja di kantoran atau di rumah, punya gaya sendiri-sendiri dalam mengasuh...

read more

13 Comments

  1. audy

    terserah deh……

    Reply
  2. hellen

    what?!?!?!?!?!!?!?

    Reply
  3. khanifa

    tapi kalau perempuan kerja di rumah, lebih sehat kayaknya.. πŸ˜€
    mukanya jadi keliatan lebih seger dah πŸ˜€

    *tergantung orangnya juga sih, hihihi…

    Reply
  4. tukangecuprus

    gue stress kalo ada perempuan stress πŸ˜›

    Reply
  5. tuteh

    Iya, Bunda. Justru perempuan yang di rumah aja itu lebih stress… yang diurusin BWANYAK BWANGED!!! πŸ˜€ hehehehe..

    Met wiken…

    Reply
  6. nh18

    perempuan, tak indah dunia tanpa mu …

    Setujuuuuu
    Setujuuuuu banget …

    Reply
  7. de

    ada apa dengan PEREMPUAN? kok judul posting lo itu muluw

    Dah gak betah jadi perempuan?

    gw lagi menikmati hasil oprasi transgender nih

    hahahha

    Reply
  8. Dyah

    Hadoooh…makin stres deh bu Nila krn gak terpilih jadi menteri!

    Mau jadi wanita karir, mau jadi ibu RT, semua ada stres nya ya. Karena hidup gak selurus dan sesederhana kayak bacaan anak TK (yang sekarang mangkin njelimet juga menurut sayah).

    Waa…ngomong apa sih sayah? hehe…

    Pakabar Bu??

    Reply
  9. Bapak'e Nok'e

    alasan tidak memilih ibu Nila itu karena berpegang pada peribahasa “Akibat nila setitik takut rusak susu sebelahnya” ….

    Reply
  10. yessymuchtar

    menikmati dunia dengan santay? hehehe, aku santay kok…cuma kadang ada waktunya berlari, kenapa? pengen aja πŸ˜‰

    Gimana kabarnya si kecil? udah bisa ngeblog belum? hihihihi

    Reply
  11. simplylee

    Duh…, saya bersimpati sekali atas gagalnya Ibu Nila ini menjadi Menkes KIB II. Bukan karena saya tahu kompetensi beliau, tapi simply karena rasanya pasti gak enak banget mengalami semua hal itu…

    Eniwei, beliau stress gak ya gara-gara hal ini?

    Nice post πŸ™‚

    Reply
  12. dhodie

    Menurut sebuah riset, perempuan justru lebih tahan terhadap stress loh Mas.. Didasarkan pada lebih banyaknya beban yang mereka harus hadapi semasa hidupnya.
    Entah itu valid atau nda hehehe

    Reply
  13. Wempi

    biasanya perempuan itu susah dihinggapi stress…

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories