Pasar Terapung Sungai Martapura

by Jan 28, 2016Perjalanan3 comments

Hiruk pikuk melingkupi suasana pasar terapung di aliran Sungai Martapura, tepatnya di pesisir Desa Lokbaintan, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Para pedagang dan pembeli sibuk bertransaksi. Hampir segala kebutuhan hidup sehari-hari diperdagangkan disini. Mulai dari sayur mayur, buah-buahan, bahan pangan, hingga alat-alat kebutuhan rumah tangga.

Berkunjung ke Pasar Terapung Sungai Martapura

Pasar di Desa Lokbaintan, merupakan salah satu dari dua pasar terapung yang terdapat di Kalimantan Selatan. Pasar terapung lainnya terdapat di aliran Sungai Barito, di Desa Kuin Alalak Banjarmasin.
Kesibukan para pedagang sudah dimulai sejak matahari akan terbit, menjelang pukul enam pagi. Di sepanjang pesisir aliran Sungai Martapura Lokbaintan terlihat konvoi perahu, atau biasa disebut masyarakat di sini sebagai jukung. Perahu ini milik pedagang dan petani yang akan memasarkan hasil kebun mereka.
Mereka berasal dari berbagai anak Sungai Martapura, seperti Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, Sungai Saka Bunut, Sungai Madang, Sungai Tanifah, dan Sungai Lok Baintan.
Perahu ini ada yang ditarik ojek perahu bermotor yang biasa disebut klotok, ada juga yang didayung dengan sendiri. Semuanya bergerak menuju Pasar Terapung Balarut, di Desa Lok Baintan.

Aktivitas di Pasar Terapung

Pukul 7.30 pagi suasana pasar terapung telah ramai. Ratusan perahu memenuhi sungai. Transaksi pun dimulai. Berbagai barang dapat dibeli di sini, mulai dari sayur mayur, beras, ikan, buah-buahan, makanan, hingga berbagai barang kebutuhan rumah tangga.
Pemandangan yang paling mencolok adalah pedagang sayur mayur dan buah-buahan. Perahu mereka mudah dikenali karena membawa sayur mayur dan buah-buahan segar. Sayur mayur yang ditawarkan mulai dari daun singkong, kacang panjang, kangkung, cabai merah hingga umbi keladi. Sedangkan buah-buahan yang di jual berupa jeruk, pisang, kelapa, nanas, dan buah kasturi.
Para pembeli di pasar terapung ini kebanyakan para pedagang eceran yang akan menjual lagi barang yang dibelinya di perkampungan warga di darat.
Pasar terapung ini merupakan ciri khas Kalimantan Selatan. Pasar ini unik karena selain transaksi dilakukan di atas perahu, pedagang dan pembelinya juga tidak terpaku di suatu tempat, tetapi terus bergerak mengikuti arus sungai. Keunikan ini membuat pasar terapung ini disebut sebagai Pasar Balarut.
Pasar terapung ini telah ada sejak zaman Kerajaan Banjar Martapura. Semula pasar ini terdapat di darat, namun karena pedagang dan pembeli kebanyakan tinggal di anak Sungai Martapura, transaksipun pindah ke atas perahu, karena lebih praktis.

Menjadi komoditi pariwisata

Pasar Terapung Lok Baintan ini dapat menjadi komoditi pariwisata. Untuk mencapainya dapat menyewa perahu klotok di dermaga Sungai Lulut, Kabupaten Banjar. Tarifnya sekitar 50 ribu rupiah untuk pergi dan pulang.
Sayangnya hingga kini tidak ada akses jalan darat yang memadai untuk dapat mencapai pasar terapung ini, sehingga wisatawan yang datang baru sedikit.
Namun hal itu justru membuat pasar terapung ini tetap lestari, karena para pedagangnya tidak tergoda arus konsumerisme, karena banyaknya wisatawan yang datang. (M Lutfi Darlan/Indjul)
<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Keliling Indonesia Naik Kereta Api? Bisa Dong

Keliling Indonesia Naik Kereta Api? Bisa Dong

Hola Sahabat Blogger dan pembaca setia  blog Cerita Cita Cinta, Coretan Indah Juli, ada yang berencana untuk liburan keliling Indonesia, atau sedang melakukan perjalanan ke beberapa tempat di nusantara tercinta ini? Kalau rencana liburan atau bepergian gitu,...

read more
Mudik Lebaran: Tradisi yang Tak Lekang Zaman

Mudik Lebaran: Tradisi yang Tak Lekang Zaman

Sahabat Blogger pasti banyak dong yang mudik lebaran 2019 ini. Senang ya bisa dikasih kesempatan mudik, kumpul bersama sanak keluarga. Alhamdulillah, setelah 5 tahun tinggal di Yogyakarta, kami sekeluarga ikutan meramaikan arus mudik Idulfitri 1440 hijriah. Kami mudik...

read more

3 Comments

  1. pigu

    ini mah pasar di iklan RCTI ya, jadul banget tp sampai mendarah daging, ngena banget iklannya. jadi kangen dengan emak2 yang jd bintang iklannya hehe 🙂

    salam kenal, semangat terus jalan-jalannya,, hehe

    Reply
  2. HM Zwan

    salah satu keinginan dari dulu,pingin kesini..seru kayaknya lihat langsung pasar apung^^

    Reply
  3. innnayah

    hihii pertama kali lihat di iklan rcti dulu itu ya…sampai sekarang amsih penasaran sensasinya jajan di pasar apung

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories