Financial Chek Up

by Dec 13, 2010Gaya Hidup11 comments

Tadi saya mengikuti kelas #FinancialFund #AkademiBerbagi yang dimotori oleh Mbak @Pasarsapi aka Mbak Ainum Chomsun. Kelas #FinancialFund ini berlangsung di Kantor Aidil Akbar Jl. Senopati 74 lt.2 (seberang apotek Potenza Kebayoran Baru Jaksel). Tema kelas kali ini adalah Financial Resolution 2011.

Kelas yang dipandu Mas @BudiAFC, berlangsung seru dan menarik. Serasa keuangan kita dikuliti habis-habisan. Apalagi kalau kita nggak mempunyai rencana keuangan yang sehat, weleh terasa malu saat mendengar pemaparan rekanan financial planner terkenal, Aidil Akbar ini.

Kelas yang dimulai pukul 18.30 WIB, molor sampai pukul 21 lewat (kelewat banyak), karena banyak pertanyaan seru, dan jawaban yang memikat.

Dalam kelas hari ini, Mas Budi menyampaikan beberapa point penting dalam rencana keuangan yang sehat.

Menurut Mas Budi, masalah keuangan adalah hal yang peka/sensitif. Karena itu jarang ada yang mencatat.

  • Diperlukan motivasi yang kuat dan waktu yang teratur untuk membuat suatu perencanaan keuangan yang akurat.
  • Pencatatan keuangan yang rapi, sangat diperlukan sebelum dan selama periode perencanaan.

Njelimet ? Pastilah. Tapi kita akan tahu kemana alur keuangan kita.

Tak lupa, Mas Budi menjelaskan tentang Hutang. Yang mana, untuk memperoleh keuangan yang sehat,Β  kita harus mengurangi hutang konsumtif dan hutang non produktif.

Lalu bagaimana aturan main hutang ?

1. Besaran hutang jangan lebih dari 50% dari total asset.

2. Besaran cicilan tidak boleh lebih besar 30 % dari penghasilan utama!

Bisa dibilang, keuangan yang sehat adalah penghasilan – pengeluaran = positif!

Jadi lunasi dulu hutang, atau buat hutang sekecil mungkin, biar keuangan kita sehat. Apa bisa ? Bisalah, tekad yang kuat menghadapi midnight sale atau sale-sale yang makin marak saja sekarang ini πŸ˜€

Ada lagi yang dibahas, yaitu tentang dana darurat, yang kerap kita lupakan. Dana darurat ini harus tersendiri (terpisah) loh, kalau bisa jangan diutak utik. Dan, benar-benar dialokasikan untuk kebutuhan yang sifatnya darurat seperti sakit, kecelakaan, PHK, Pernikahan dan kematian.

Dana darurat ini berbeda-beda besarannya.

  • Untuk yang single (tanpa tanggungan), sedikitnya 3 bulan dari pengeluaran atau income tiap bulan (3 x gaji pokok)
  • Tanggungan sampai dengan 2 orang : sedikitnya mempunyai dana darurat 6 bulan penghasilan
  • Sementara untuk yang mempunyai tanggungan lebih dari 2 orang, ya harus bekerja keras dengan mempunyai dana darurat sebesar 12 bulan penghasilan utama.

Karena untuk kebutuhan yang sangat darurat, kita juga harus memperhatikan kriteria penempatan dana darurat. Ada 3 kriterianya,

  1. Kemudahan akses dana darurat (misalnya tabungan atau deposito)
  2. Kecepatan pengambilan dana darurat (ATM)
  3. Keamanan dana darurat = instrumen, investasi (tempat menyimpannya misalnya bank yang terpercaya).

Oh ya, diingatkan juga kalau emas (perhiasan) tidak bisa dijadikan dana darurat karena nilainya yang turun naik. Tetapi kalau dalam bentuk emas batangan (logam mulia), bisa, hanya jangan sampai 100 % cukup 30 atau 50% saja.

Wak, wak, wak, apakah saya punya dana darurat sebesar itu ? *tahun 2011 harus kerja keras untuk hemat*

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Merawat Wajah di Usia 45 Tahun Demi Glowing Skin 2020

Merawat Wajah di Usia 45 Tahun Demi Glowing Skin 2020

Ceritanya, daku dapat tawaran untuk review produk perawatan wajahΒ  di Instagram. Kaget juga dapat tawaran itu, secara ya, bukan beauty blogger dan jarang juga ekspose tentang bagaimana merawat wajah di usia 45 tahun lebihΒ  biar kulit bersinar, glowing skin ever...

read more
Usia 40 Tahun Jangan Mager, Lakukan Hobi Ini Yuk!

Usia 40 Tahun Jangan Mager, Lakukan Hobi Ini Yuk!

Usia 40 tahun, tua atau muda? Tergantung kita melihatnya dari sudut mana? Tapi bukan berarti di usia 40 tahun itu kita hanya mager aja. Ada banyak sekali hal yang bisa kita lakukan, di antaranya menekuni hobi. Hobi juga sudah enggak sembarang hobi. Sudah baca kan,...

read more

11 Comments

  1. de

    Itu yg gw lakukan 3thn trakhir … alhamdulillah ngencegin ikat pinggang hahaha

    Reply
  2. evy

    TFS, mbak. Btw fyi (singkatan kabeh) di sini dana darurat terpaksa cash karena perbankan mandul πŸ™ Walhasil ngga jadi dana darurat, hawong dia berubah jd dana godaan πŸ˜€

    Reply
  3. Rini Nurul Badariah

    *langsung ngitung utang*

    Reply
  4. arman

    setuju banget ama point2nya…
    thanks for sharing… πŸ™‚

    Reply
    • Indahjuli

      senang bisa berbagi πŸ™‚

      Reply
  5. Denuzz BURUNG HANTU

    Masalah manajemen keuangan? denuzz nyerah! Denuzz selalu boros. Padahal kadang kebutuhan itu sudah benar-benar dirinci berikut biaya yang diestimasikan. tapi selalu pula terjadi kebocoran yang kadang berdampak pada defisitnya kas. Hikzzz πŸ™

    Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

    Reply
    • Indahjuli

      nah itulah, mengantisipasi kebocoran supaya nggak terjadi lagi, musti diperketat pengeluarannya πŸ˜€

      Reply
  6. Asop

    Saya harus yakin bisa melalui hidup ini tanpa hutang! πŸ˜€

    Reply
    • Indahjuli

      Harus yakin.
      Jauhkan hutang, tak baik buat kesehatan kantong πŸ˜€

      Reply
  7. Ikkyu_san

    waah bisa belajar banyak ya?
    Aku juga kudu kerja keras di th 2011 untuk menimbun dana darurat πŸ™

    EM

    Reply
    • Indahjuli

      ya, mari kita kerja keras πŸ˜€
      Semangat kak Imel.

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories