Anakku Sayang, Anakku Malang

by May 23, 2008Curhat18 comments

Sugeng enjing,

Di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara seorang ibu rumah tangga tega menghabisi nyawa dua anak kandungnya sendiri karena tekanan ekonomi yang makin mencekik hidupnya. Tragisnya lagi wanita yang diketahui sedang hamil inipun akhirnya bunuh diri dengan cara minum racun yang sama.

Para korban yang terdiri dari Hemalini Boru Tarigan (37) dan dua anaknya Susan Boru Sembiring (7 tahun) dan Prasanta Sembiring (5 tahun) meninggal setelah menengak racun serangga. Hemalini tewas bersama janin yang dikandungnya.

Hemalini dan anak-anaknya, adalah satu dari sekian banyak korban dari kesulitan ekonomi, yang banyak menimpa keluarga di Indonesia.  Akibat kesulitan ekonomi, banyak orang pun yang putus asa dan tidak kuat akhirnya memilih jalan pintas. 

Miris, pastinya.

Mengutuk pelaku karena mengajak anak-anaknya yang tak berdosa ?

Susah mengatakannya. Mungkin, kalau kita ada di posisi ibu itu dan jika keimanan kita tidak kuat, kita bisa juga melakukan hal seperti diatas.

Kenapa harus anak-anak ? Kenapa harus merenggut masa depan mereka ? Belum tentu anak-anak akan mengalami hal pahit yang kita alami.

Tapi sejujurnya, gw suka merasa sedih jika anak-anak menjadi korban dari ketidak mampuan kita, orang tuanya, dalam menghadapi hidup.  

                                                                                                                     Santabi.

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Todo Sobre Mi Madre

"Peluk Mama, nak, peluk. Mama kedinginan." "Jangan menangis, Mama nggak suka lihat orang menangis!" ------ Ma, apa kabarmu sekarang? Sudahkah bertemu dengan Bapak di sana? Mama pasti senang sekarang bisa kembali bersatu dengan Bapak. Ma, rindukah kau kepada kami,...

read more

18 Comments

  1. natazya

    jangan punya anak kalau belum siap, sekalipun katanya rejeki akan datang dengan sendirinya, tapi yang namanya persiapan juga musti ada…

    Reply
  2. tc

    kesian… karna udah sangking susahnya idup, sampe niat bunuh diri kayak gitu.. maunya kalo udah susah idup, jangan dibikin susah untuk beriman/beribadah dong…
    fhhh…

    Reply
  3. juragan pribumi

    Dalam tradisi keluarga batak anak seperti memiliki bergainning yang kuat soal hak hidup..dia adalah pewaris marga….
    Kalo orang tua gak mampu…maka tulang (om) ikut ambil peran.
    Kalo tulang (om) gak mampu..mesti nenek/kakek ambil peran.
    Kalo nenek/kakek gak mampu…maka marga mengambil peran !
    Maka malulah mereka yang semarga dengan anak itu !

    Reply
  4. kiky

    satu suara ama bunda RaRa

    Reply
  5. Dinot

    gue setuju ide orang tua asuh. hayyook koordinasi yuuukkk

    Reply
  6. zee

    jangan kebanyakan nonton tv juga yang di kampung2 itu. berita2 bunuh diri justru bs jd virus buat mereka yg imannya lemah. jd lgsg termotivasi u/ ambil jalan pintas.

    Reply
  7. gempur

    yang berdosa adalah mereka yang membiarkan kemiskinan menjadi keseharian mereka

    Reply
  8. kumpulanceritadahlia

    @ ragil mau jadi orang tua asuh ya??? mau dooong diasuh *ngedip2*
    *lagi celamitan, di blog fitra mau juga hehehe*

    Reply
  9. wku

    kabar seperti inilah yang bikin kehidupan muram…

    Reply
  10. Nana

    gimana ya…susah komen.Kadang hidup bukan hanya berat….tp sunggguuuhhh berat.gak bakal kerasa kalo kita masih mampu berpikir: Makan siang dimana ntar ya?

    Reply
  11. Ragilduta

    Ouuuch! Begitulah kalau gak kuat nahan beban dan gak ada yang bisa dimintai tolong.

    Yuk jadi orangtua asuh yuuuk…

    Reply
  12. Bapak'e Nok'e

    Orang tua itu wakilnya Allah buat anak-anaknya, jadi harus bertanggung jawab atas jabatannya itu ! (serius nih)

    Reply
  13. Elys Welt

    merinding aku membayangkannya 🙁

    Reply
  14. dini

    yah, paling nggak anak2 itu sekarang udah nggak kelaparan lagi…

    Reply
  15. nenyok

    Salam
    tragis tentunya, dan anehnya ini sudah jadi makanan kita sehari-hari, tak terketukkah hati nurani sang penguasa 🙁

    Reply
  16. IndahJuli

    Wempi :
    Imannya kurang kuat Wem.

    Linda :
    Ya itulah hidup.

    Reply
  17. linda

    ini yg selalu bikin linda mikir, kalo ortu itu pada egois. mereka mikir cuma enak aja. menikah, punya anak. tp gak mikirin masa depan anak sebelum menikah *dzigh* kasian anak, jadi korban keegoisan ortu

    Reply
  18. Wempi

    Seharusnya si ibu bertahan karena lihat dan cinta anaknya, kalo ini aneh lihat anak malah ingat beban ekonomi. benar-benar aneh…

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories