Au Revoir Telkomspeedy

Au Revoir Telkomspeedy

Rasanya, seperti ditinggal mati anak.

Itu yang dikatakan Mbak Anis, saat saya menyampaikan kabar terbaru tentang content yang pernah kami kerjakan bersama-sama sebelum Mbak Anis pindah ke Telkom Purwokerto.

 

Ya, website di mana saya banyak mendapat ilmu, teman dan networking yang mumpuni, yang saya terikat di dalamnya sejak 2 Desember 2012, kemarin tepat tanggal 29 Januari 2015, harus berakhir tugasnya menjadi media promosi bagi BUMN telekomunikasi terbesar di Indonesia itu.

Tepat pukul 15.05, www.telkomspeedy.com, di-direct ke http://indihome.co.id/

Saat mendirectnya, saya sempat termangu. Dua tahun mengutak-atik segala hal yang ada di backend maupun content TSDC, tiap hari, bahkan terkadang nyaris sampai malam jika para petinggi melihat atau menginginkan sesuatu diperbaharui, diupdate atau ada yang tidak berkenan.

Seperti ditinggal mati anak, itulah yang saya rasakan. Dibelai-belai, disayang-sayang, dipercantik, diperbaharui, akhirnya harus merelakan kepergiannya.

 

Website yang menemani hari-hari kerja saya, yang membuat saya sering wara wiri Yogyakarta – Jakarta, kini memang sudah tidak aktif lagi. 

Mungkin, perubahan ini menjadi jawaban Tuhan atas permintaan yang selalu dibaitkan dalam doa-doa, walau memang belum mendapatkan kepastian. Sambil menunggu, mari dijalani perubahan itu, yang akan membawa hal-hal baru. 

Au revoir TSDC

 

By Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

32 comments

  1. Hmmm jadi Mak Indah ya dalang dibelakang blog nya Telkom Seedy selama ini? pantesan… * manggut-manggut..

  2. seperti kata filusuf Sir Muhammad Iqbal bahwa “satu-satunya hal yang tidak pernah berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri.”
    kadang fase perubahan meninggalkan rasa nano-nano, ya seperti yang mak Injul rasakan sekarang.
    Jadi speedy sudah alm, ya? Lalu yg sudah pasang akan otomatis berubah atau gimana?

  3. Daku seperti tersesat di padang tandus nih Mak Injul… ada apa ini hihiiii… Ada perubahan apakah di tubuh speedy? Aku pakai speedy juga nih soalnya. Apakah lbh baik ganti ke indihome?

  4. Ikut sedih mbak, peluk mbak indah aja deh, eh tapi aku belum mandi nih mbak di Bekasi hujan dari malam 🙂 boleh ya peluuuuuk

  5. Terbayangkan mba sedihnya. Dari awal, sekarang harus berpisah. Seperti melepas anak dewasa pergi merantau.
    Tapi kalau anak merantau ada kemungkinan balik, kalau ini mungkin gak Mba?

  6. Kebayang sedihnya Mbak Indjul…
    *Peluuuk aaah*

    InsyaAllah, bakal dapat tempat ganti yang jauuuh lebih baik.
    Tetap semangat ya, Mbak 🙂

  7. kebayang kehilangannya ya. Ibarat membangun sejak awal, memupuknya, menyiramnya, mempercantiknya, lalu tiba-tiba mati begitu saja. Ibarat sebuah karya, karya yang dibanggakan itu hilang tak berbekas?

  8. saya pakai speedy dari 3 thn lalu mak. tapi per februari ini pun sudah ganti ke indihome. jadi bayar satu, dapet 3 nih.. Telpon rumah, internet, dan UTK kabel. Semoga semakin baik ya kedepannya. so far selama 3 tahun pakai speedy, saya udah jatuh cinta banget dan gak bisa pindah kelain hati.

    *pukpuk mak indah*

  9. Saya pake speedy sejak masih buka warnet di tahun 2009 sejak masih tinggal di Bandung sampai sekarang tinggal di gunung… Di gunung sini speedy tidak ada kendala yang berarti, cukup cepat. Begitu juga respon atas gangguan, cukup baik. Kecuali kalau listrik mati… Otomatis koneksi telepon sama modemnya juga mati.

    Eh, jadi gimana nasib speedy saya makpuh?

    1. Sebenarnya lebih ke target market. Sekarang yg dibranding itu indihome, paket internet lengkapnya Telkom.

    1. Iya semacam speedy, tapi paketnya lebih lengkap untuk rumah tangga. Ibaratnya langganan 1 tapi dapatnya 6 😀

  10. Lhoh ilang ya. Termasuk dengan isi dan codingnya. Haduuhh itu bisa mumet plus sedih banget harus mbangun dari awal

Leave a comment

Your email address will not be published.