Bijak Menonton ?

by Nov 12, 2010Keseharian19 comments

Jaman semakin canggih, orangtua pun harus canggih!

Apalagi kalau anaknya tiga orang, seperti saya. Harus ekstra canggih, terutama dalam masalah pengasuhan anak. Kalau nggak ? Wuih, bisa-bisa kalah pintar dari anak sekarang, yang sudah kenal internet, tv kabel, nintendo, dan lain-lain, yang dulu nggak ada di jaman saya masih kecil.

Coba saja masalah nontonan. Baik di televisi dan bioskop, film-film jangan sekarang tuh udah canggih-canggih. Kalau jaman saya nonton serial Si Unyil kalau tertinggal satu seri rasanya nggak enak, nah di jaman sekarang sampai bingung mau nonton yang mana karena banyaknya serial-serial bagus, apalagi kalau langganan TV kabel. Bosan sama serial Disney, ganti sama Nickelodeon.

Bagus-bagus sih tontonannya, tapi ternyata sebagai orangtua, kita nggak bisa begitu saja membiarkan anak nonton TV/film meski itu film anak-anak. Orangtua kudu bijak menyeleksi tontonan anak-anaknya.

Apakah tontonan itu ada hal-hal yang bisa dijadikan atau atau malah harus dihindari. Atau bagus tidak tontonan itu, meski tontonan itu sedang disukai anak-anak (sedang trend).

Pernah nih kejadian, saya dan teman membawa anak-anak kami nonton film anak-anak tentang sepasukan burung hantu yang mencari pohon kehidupan untuk menghindari rasnya dari kepunahan. Ndilalah, film tersebut ada adegan pertempuran yang berdarah-darah. Teman saya lalu protes, “katanya film anak-anak, kok ada ada adegan berdarah-darah sih.”

Saya lalu menceritakan hal itu kepada Mas Iwan, dan menurut Mas Iwan film yang berdasarkan novel tersebut memang mendapat rating PG atau Parental Guidance Suggested, atau seperti yang sering kita lihat di televisi tanda BO (Bimbingan Orangtua).

Rating PG ini, dituntut kejelian orangtua, apakah film tersebut layak ditonton oleh anaknya, karena unsur kekerasan, percakapan menggunakan kata-kata yang kasar masih bisa ditolerir, walau berlangsung singkat.

Tanpa bermaksud menyatakan kalau film itu jelek, karena masih memberikan nilai-nilai kepahlawanan, kesetiakawanan, kerjasama antar burung yang bisa dicontoh oleh manusia, namun sebagai orangtua kita harus hati-hati atau bijak memberikan pengertian/pengarahan kepada anak, apalagi kalau anaknya suka bertanya.

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Menghadapi Si Remaja yang Suka Ngelawan

Menghadapi Si Remaja yang Suka Ngelawan

Punya anak remaja yang suka ngelawan? Welcome on board! Masa remaja memang masanya memberontak, setuju kan, Sahabat Blogger? Akui saja, bahwa kita pun dulu mengalaminya. Mengalami hari-hari di mana rasanya bapak dan ibu itu sama sekali nggak ngertiin kita. Rasanya...

read more

19 Comments

  1. Ikkyu_san

    Kalau aku selalu nonton bareng, soalnya aku kerja di depan TV, jadi kalau jelek aku suruh matikan. Tapi selama ini dia punya program TV kesukaan ttg sepak bola dan kuis, khusus yang ini aku sengaja biarkan dia nonton. Hannah montana, suite live dll itu aku sering suruh matikan apalagi kalau siaran ulangan hihihi.

    EM

    Reply
  2. kiky

    Posisi menonton juga menentukan, salah2x berkacamata kayak kezia karena sering nonton miring dan tidur.
    Better turn off the TV kali yoo…


    Injul :
    Hehehe, kalau matiin TV nggak bisa liat berita dong (ini sih emaknya yang doyan nonton:D)

    Reply
  3. Denuzz BURUNG HANTU

    orang tua yg canggih…
    ayahanda Denuzz berarti gak canggih dong, jadi kalo dirumah, Denuzz yang jadi controller kegiatan adek2 mungil berkaitan dengan TV dan internet…
    hehe…

    sukses

    Salam BURUNG HANTU

    Injul :
    Nggak lah, ayah Denuzz canggih, kan punya anak seperti Denuzz yang bisa jadi pengawas buat adik-adiknya 🙂
    Thanks sudah berkunjung.

    Reply
  4. kyaine

    saya sering ketinggalan informasi yg ditonton oleh anak2 gadis saya 🙂
    **saya sering ikutan baca majalah langganan mereka, nimbrung berdendang lagu2 JB, atau belajar main game yg diinstall oleh mereka

    Reply
    • IndahJuli

      Keren, mantap Pak Kyai ini 🙂
      Terima kasih sudah berkunjung.

      Reply
  5. indobrad

    setuju deh mbak. gak kayak waktu saya kecil dulu kalo nonton video di rumah sodara, tiap ada adegan ciuman cuma disuruh “tutup mata, ayo tutup mataaa” 😀

    Injul:
    Huahahahahaha, sama dong dgn akyu 🙂
    Males banget deh dulu ya.
    Brad, thanks sudah mampir ya.

    Reply
  6. arman

    iya bener… sebaiknya emang kalo nonton2 tv/bioskop selalu didampingi dan dijelasin tertuma kalo bagian2 yang negatif.

    walaupun channel tv ada yang khusus anak2, tapi film2 anak2 gak semuanya selalu positif juga ya sekarang…

    apalagi model si andrew yang suka nonton film2 teenager kayak iCarly, hannah montana, gitu2… ampun dah… kudu dijelasin banget mana yang bagus, mana yang enggak…

    Reply
    • Indahjuli

      Ih sama dengan sulungku, doyan banget nonton Carly dan Hannah Montana, sampai punya pernak perniknya 😀
      Dia sudah 10 tahun, lebih kritis kalau nanya2, akhirnya kudu ikutan nonton juga deh supaya bisa jawab pertanyaannya 😀
      Thanks sudah berkunjung Mas Arman, salam dari Jakarta 🙂

      Reply
  7. molen

    ada tuh.. tv swasta Indonesia.. dari jam enam pagi ampe dah waktu bobo siang.. acaranya.. kartun.. aja… gimana anak2 kita mau terdidik kalo kerjanya nonton terus… mending diajarin ngeblog…

    Reply
    • Indahjuli

      huahahahaha, molen bisa aja. Ntar keasyikan ngeblog gimana ?
      Apa kabar Merauke, terima kasih sudah mampir ke sini ya 🙂

      Reply
  8. jumialely

    banyak tontonan yang harus dihindari dan bijaklah mendidik anak untuk menyaksikan televisi,,,,,,,

    Reply
    • Indahjuli

      Yup, setuju karena kita tak tahu seperti apa tontonan itu 🙂
      Terima kasih sudah berkunjung.

      Reply
  9. Richie Lanover

    wah mendidik nih… 🙂

    Reply
    • Indahjuli

      Semoga ya, thanks sudah berkunjung 🙂

      Reply
  10. yoshi fe

    posting yang menarik ini mbak 🙂

    Reply
    • Indahjuli

      eaaa 😀
      Btw, bersyukur ya jadi orang tinggi, wajahnya masuk koran seputar Indonesia tuh, saat Obama di UI

      Reply
  11. ageng

    Bener tuh, jaman sekarang banyak acara yang ga bermutu dan ga mendidik. makanya saya lebih suka baca buku dari pada nonton tipi

    Reply
  12. ageng

    Bener tuh, jaman sekarang banyak acara yang ga bermutu dan ga mendidik. makanya saya lebih suka baca buku dari pada nonton tipi

    Reply
    • Indahjuli

      Setuju, baca buku lebih asyik dari pada nonton.
      Apalagi kalau bukunya bagus 🙂
      Thank sudah berkunjung ya.

      Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Anak dan hiburan « Cerita Cita Cinta - [...] kembali lagi untung saat itu Mas Iwan ikut mendampingi anak-anak nonton, karena Mas Iwan lihat banyak juga anak-anak yang…
  2. Bijak Menonton ? « Cerita Cita Cinta - Website Kumpulan Dongeng - [...] Read More… [...]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories