Tanggal 31 Mei kemarin, Lily dan dede Kayla diimunisasi polio.
Karena banyak balita yang musti divaksin, tempatnya pun di aula serbaguna.

Awalnya, Lily gak mau diimunisasi karena selama ini kalau liat Kayla diimunisasi pake disuntik, Lily meringis ngeliatnya. “Sakit yah de?, tanya Lily sama Kayla yang belum bisa jawab tentunya :))

Tapi setelah ikutan dibooster polio waktu itu, akhirnya dia mau juga ikutan imunisasi massal. Karena acaranya pagi mulai pukul 08.00 WIB. Ibu sama Ayah bisa nganterin diimunisasi.

Waktu di aula karena belum terlalu banyak, Mbak Lily dan Kayla dapat giliran nomor 2 dan 3. Setelah ditetesin vaksin polio, ternyata ibu-ibu PKK di komplek nyediain snack trus jari kelingking dikasih tanda pakai kutex.

Mungkin karena Kayla masih bayi dan dianggap belum bisa makan, Kayla gak dikasih snack. Lily trus bilang, “Bu kok dede Kayla gak dikasih kue. Aku minta yah”, katanya sambil ngeloyor nyamperin ibu-ibu yang kebagian tugas kasih snack.

Sama Ibu-ibu itu Lily bilang, Bu adik saya belum dapat makanan. Saya minta makanan adik saya”, katanya sambil tangannya nunjukin Kayla. Ibu sih cuma bisa senyum doank, kagum ama keberanian Lily, yang udah bisa protes tentang haknya :))

Akhirnya ibu-ibu PKK pun kasih snack itu. Trus Lily kasih adiknya buat dipegang. Karena belum bisa megang, Lily yang pegangin. “Sini kakak pengen de. Nanti kakak suapin yah. Tapi kayaknya ini belum bisa kamu makan deh. Jadi untuk kakak aja yah semuanya…:))

Ibu sama Ayah ngedengarnya cuma bisa senyum aja. Lily kayaknya lagi belajar tentang hak.

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

read more

Ibu, Cinta Tanpa Akhir

By Iwan Fals Ibu Ribuan kilo jalan yang kau tempuh Lewati rintang untuk aku anakmu Ibuku sayang masih terus berjalan Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah Seperti udara... kasih yang engkau berikan Tak mampu ku membalas...ibu...ibu Ingin kudekat dan menangis di...

read more

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories