Twitter It’s a Conversation

~ Twitter is not a technology. It’s a conversation.

And it’s happening with or without you ~Β  @charleneli (Charlene Li)

twitter-prof

Dari Retail Industri About.com:

“Since the first tweet was tweeted on March, 21, 2006, the infrastructure of Twitter social media website has not only changed the way the world communicates (frequently, and in short bursts), it has also changed the way customers interact with businesses (individually, and transparently). With a billion active accounts in its sights, businesses in general, and the retail industry specifically, cannot afford to not have a presence on Twitter because social media sites like Twitter make it too easy for customers to actively ignore while choosing to pay attention to what strangers are eating for breakfast.

Nggak bisa dipungkiri, Twitter memang menyita hampir sebagian waktu kita berinteraksi di kehidupan bukan maya nyata. Bahkan, beberapa kali saya menemukan interaksi antara sahabat, teman, keluarga, pacar, anak atau suami/istri dilakukan via Twitter, karena koneksi sosial media lebih cepat ketimbang berkunjung atau bertemu langsung.

Bahkan sekarang ini, Twitter tidak hanya sekedar conversation atau percakapan, tetapi juga sudah menjadi media promosi, kampanye/campaign atau gerakan/aksi sosial/politik, dan lainnya. Ada survei yang menyatakan kalau sebagai media promosi, Twitter sukses mendulang pemasukan bagi penggunanya. Twitter sendiri juga sudah terang-terangan mendeklarasikan Twitter Ads.

Tidak ada pemaksaan sih untuk aktif menggunakan Twitter, kembali ke masing-masing pribadi, karena ada yang senang bergaul di dunia maya, tak sedikit juga yang ribet dengan Twitter dengan alasan nggak paham atau gaptek.

Banyak jalan menuju Roma, begitu kata peribahasa. Dan saya percaya peribahasa itu. Sebenarnya bukan masalah nggak paham atau gaptek, tapi mau belajar dan memahami atau tidak mau belajar. Dan omong kosong saja, kalau ingin mendapatkan ‘penghasilan tambahan’ dari sosial media, kalau kita enggak aktif, enggak konek dengannya. Padahal ya, kalau lihat rumput tetangga lebih hijau, lihat teman yang berhasil menambah pundi-pundinya, kita langsung mupeng. Pengen seperti sang teman. Tapi ya itu, mental lagi ketika ketidak-mauan belajar bagaimana memaksimalkan sosial medianya.

Schedulling Tweet atau Twitter Berjadwal

Yang punya job buzzing, supaya jangan lupa, sudah jadwalin tweetnya?

Yang mau kultwitt, sudah bikin serinya?

Nggak bisa setiap saat ngetwitt karena banyak pekerjaan?

hootsuite

tweetdeck4

Enggak perlu khawatir dengan semua itu. Sekarang ini banyak aplikasi yang terkait dengan Twitter, yang bisa menjadi ajang belajar kita bagaimana ngetwitt atau ngebuzzing itu.

Terkait dengan Twitter yang sekarang ini bukan hanya sekedar percakapan atau conversation, twitter juga bisa menjadi promosi atau bahasa kerennya, buzzing twitt. Dan, untuk menjadi buzzer yang keren, tidak ada salahnya kita belajar atau memahami aplikasi twitt yang bisa dijadwal atau schedule seperti Hootsuite dan Tweetdeck.

Kenapa 2 aplikasi itu ? Karena sering saya pakai dan lebih saya pahami dibanding aplikasi lainnya. Kalau mau lebih canggih lagi sih pakai aplikasi berbayar seperti SocialBaker, Conversocial atau besutannya Oracle. Β Kedua aplikasi tersebut bisa juga diunduh di smartphone Sahabat Blogger dan tersedia juga versi untuk perangkat keluaran Apple.

Bagaimana cara menggunakan Hootsuite dan Tweetdeck? Gampang, modal utamanya sih punya email dan kemauan untuk belajar mengenal aplikasi tersebut.

Pilih saja salah satu, keduanya mudah kok digunakan, walau tetap ada kekurangan dan kelebihannya. Kekurangannya sih karena gratisan, kita nggak bisa mengakses untuk analytic yang lebih canggih, tapi Twitter sendiri sudah menyediakan untuk analytic untuk mengetahui twitt activity kita (bisa dilihat via web dan smartphone).

twitt activity

twitt activity2

Di twitt activity itu kita bisa melihat: Impression, Engagement, link click, reply, danΒ bahkan bisa tahu berapa banyak yang melihat profil twitter kita. Canggih kan?

Nah, untuk Hootsuite dan Tweetdeck ini, lebih banyak saya pakai untuk ngejadwal twitter kalau saya pikir nggak sempat kalau sedang bepergian atau susah sinyal juga supaya nggak lupa kalau pas ngebuzzing. Hootsuite bisa juga dipakai buat Facebook, tapi saya kurang begitu suka, karena tidak sesuai harapan, suka tidak keluar image yang ingin kita tampilkan.

Untuk Jadwal via Tweetdeck seperti ini tampilan dashboardnya:

Dashboard Tweetdeck
Dashboard Tweetdeck

Schedule:

Klik New Tweet —> Tulis Tweet kita —> Pilih Schedule (ada tampilan seperti jadwal, jam) —> Masukkan jam/pukul/hari/bulan/tahun yang kita inginkan — lalu twitt (schedule twitt bisa dilihat di kolom schedule)

tweetdeck2

tweetdeck3

Gampang kan? Nggak jauh juga dengan Hootsuite, seperti ini tampilannya:

hootsuite

Dashboard Hootsuite
Dashboard Hootsuite
hootsuite3
Twitt Schedule

Oh ya, kalau buat buzzing, kita harus tetap memantau twitt yang sudah kita schedule, karena ada conversation yang harus kita jawab (conversation yang maksimal dibutuhkan untuk report ke klien). Jangan begitu kita schedule, kita lupa untuk mencek twittnya πŸ™‚

Mudah kan? Nggak ada alasan untuk nggak bisa ngetwitt sih kalau kita mau belajar. Walau memang semua kembali ke Sahabat Blogger, nggak usah memaksakanΒ diri kalau memang belum merasakan pentingnya ngetwitt, belum terpikir untuk memaksimalkan sosial medianya. Karena yang murni itu lebih menarik ketimbang sekedar ikut-ikutan biar dibilang KeKinian πŸ™‚

 

 

By Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

35 comments

  1. Paling nyaman pake tweetdeck. Cara pakainya pun nggak ribet. Kapan-kapan kepengen coba pake hootsuite lewat hp, ah πŸ™‚

  2. hmm.. Kalau untuk twit-twit seri hari ini pakai tweetdeck, soalnya jeda antar tweetnya bisa lebih fleksibel. Hootsuite kan bisanya per 5 menit sekali ya?

  3. Kalau untuk twit-twit seri hari ini pakai tweetdeck, soalnya jeda antar tweetnya bisa lebih fleksibel. Hootsuite kan bisanya per 5 menit sekali ya?

    1. iya, yang kutulis itu memang untuk laptop/pc. Karena baru hootsuite yang ada di android/gadget, sementara tweetdeck nggak ada. Dan semuanya bisa di Macbook πŸ˜€

  4. Pernah nih saking semangatnya scheduling, salah pencet AM padahal seharusnya PM. trus ada aja lagi yg baca dan ngedumel… Katanya kl ngetwit tips nulis jam 4 pagi siapa yg mau baca… *lah jadi curhat admin*

  5. dulu, di laptop yang sekarang sudah berpindah tangan ke maling juga saya instal tweetdeck mak, tapi skearang ga ada lagi laptop or PC, jadi instalnya tunggu punya lagi. kalo hootsuite belum pernah pake

  6. jaman masih punya blackberry bold 9000 saya raja ngetweet dan jawara lomba live tweet, sepeninggal bb, saya jadi makin lamban ngetweet πŸ˜€

  7. Kami sekeluarga sdh sepakat nggak pake public socmed utk berkomunikasi, apapun bentuknya. Kalau sekedar ngobrol nggak penting rame2 atau share foto pake group keluarga atau skype. Tp kalau kepentingan salah satu saja, diusahakan telpon langsung spy dpt real conversation. Twitter digunakan utk berkomunikasi dg teman2, sharing blog & nambah wawasan. Scheduling kalau ada misi aja.

  8. Aku pake hootsuite sama tweetdeck, tapi tergantung buat jadwal kapannya. Kalau untuk twit-twit seri hari ini pakai tweetdeck, soalnya jeda antar tweetnya bisa lebih fleksibel. Hootsuite kan bisanya per 5 menit sekali ya?

    Nah, buat jadwal tweet mingguan pake hootsuite. Lebih gampang ngejadwalnya πŸ˜†
    Ribet ya, cyinnn, jadi admin :v

  9. Saya pakai Tweet Caster cuma memang belum maksimal pakenya, soalnya cuma buat share postingan aja πŸ˜€

  10. Kalo aku pake hootsuitw. Tp bukan buat scheduling, buat nge tweet biasa aja.
    Tapi kadang seeing ga Ada notifnya kalo Ada yg mention atau rt. Jd kadang seeing telat respond

  11. Ilmu baru buat aku Mak Injul. Itu aplikasi tinggal ambil di play store gitu Mak?
    Dan paling suka dengan berbaris2 kalimat terakhir….
    Tdk ikut ikutan kekinian…… drpd kebingungan ya mak kayak akyuh

  12. Aku pake tweetdeck. Setiap abis posting blog, aku ngejadwal utk share ke komunitas2 blogger via tweetdeck. Soalnya klo lgsg share tengah malem, suka ga di-RT. Gak keliatan kayaknya. Mau share besoknya susah. Punya bayi mah siang teh susah lama2 buka medsos. Gak dishare sayang banget. Dan ngejadwal tweet via tweetdeck jd solusinya. πŸ™‚

Leave a comment

Your email address will not be published.