Tempat Makan Unik di Jogja: Disawa Pawon

by Sep 22, 2018Jalan-jalan, kuliner10 comments

Jogja atau Yogyakarta itu istimewa. Jogjakarta itu unik, tiada yang memungkiri. Selalu ada alasan untuk kembali ke Jogja, bagi mereka yang pernah tinggal atau pernah datang ke kota penuh rindu ini. Keunikan menjadi ciri khas tidak hanya bagi penduduk, tetapi juga para pengelola tempat wisata dan kuliner yang ada di Yogyakarta. Ada anggapan, jika ingin berhasil atau bertahan dalam persaingan, tempat wisata dan kuliner di Jogja harus punya sesuatu yang unik. Sesuatu yang berbeda, yang akan diingat selalu jika menyebut tempat wisata atau kuliner tersebut. Ada banyak tempat makan unik di Jogja, salah satunya adalah Disawa Pawon di daerah utara Yogya. Mengapa Disawa Pawon unik? Ini ceritanya.

 

 

Tempat Makan Unik di Jogja

 

Disawa Pawon, Tempat Makan Unik di Jogja

Dalam blognya Lonely Planet tentang Yogyakarta, dituliskan; Jika Jakarta adalah Pusat Keuangan dan Industri, maka Yogyakarta adalah jiwanya. Soul-nya.

Jogja is where the Javanese language is at its purest, the arts at their brightest and its traditions at their most visible

Tradisi. Adalah hal yang kuat dan berusaha dipertahankan oleh masyarakat Jogjakarta. Tradisi itu juga yang menjadi bagian atau konsep dari Disawa Pawon saat dibangun oleh Budi Winarno dan Frenky, sahabatnya. Budi Winarno adalah Dukuh Sawangan Lor, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, yang menjadi lokasi tempat makan ini.

Saat tiba di sini, semilir angin menyambut kedatangan dan pemandangan sawah dua petak beserta rumah limasan seakan mengingatkan pada rumah-rumah di pedesaan yang teduh, nyaman, dan menyenangkan.

 

Rumah Kampung Jawa

Saat merencanakan menikah dengan Mas Iwan, kelahiran Yogyakarta, dalam bayangan saya, rumah orangtua mas Iwan itu di pedesaan dengan pemandangan hamparan sawah yang hijau, rumah bergaya limasan dengan ayam-ayam yang hilir mudik di halaman, dan orang tua-tua yang asyik mengisap cerutu ditemani semilir angin.

Bayangan tersebut kandas saat berkunjung ke rumah Mas Iwan sesungguhnya. Ternyata mas Iwan bukan anak desa, tapi anak Kota Yogyakarta. Rumahnya orangtuanya dulu berada di Jetis Pasiraman, Kota Yogya yang ramai karena tidak jauh dari jalan raya yang ramai. Impian saya menikmati suasana pedesaan pun karam hingga belasan tahun usia pernikahan kami (bahkan saat saya sekarang tinggal di Yogyakarta).

Baca yuk tentang Pindah ke Yogyakarta 

Bayangan Rumah Kampung Jawa atau rumah gaya limasan hanya bisa saya nikmati ketika berkunjung ke desa-desa di pelosok. Nah, Disawa Pawon ini seperti memenuhi keinginan orang-orang seperti saya, yang ingin merasakan suasana asri pedesaan dengan ciri khas rumah limasan.

Disawa Pawon ini salah satu alternatif tempat makan unik di Jogja yang bisa kita kunjungi untuk merilekskan pikiran atau menghibur diri bersama dengan keluarga atau anak-anak.

Kalau saya sih cocok dengan suasana Disawa Pawon ini. Konsep Rumah Limasan yang dibiarkan terbuka dengan langit-langit yang tinggi membuat adem dan sejuk, meski di saat cuaca panas. Ruangan dalamnya cukup menampung sekitar 140 orang tamu.

 

Disawa Pawon: Unik Pawonnya

Yang unik dari rumah makan ini adalah dapur atau pawonnya, tempat mengolah berbagai menu yang nantinya akan disajikan kepada tamu, dibiarkan terbuka agar tamu dapat menikmati suasana dapur tempo dulu dan bisa juga turut serta beraksi di dapur. Dapur yang hanya ditemukan di tempat makan unik di Jogja, yang masih mempertahankan dapur tradisional.

Katanya sih, memasak dengan kompor menggunakan bahan bakar kayu berbeda, hasil masakannya berbeda dengan olahan dengan kompor menggunakan bahan bakar gas. Meski memang, waktu memasak menjadi lebih lama dibandingkan dengan menggunakan kompor gas.

Mayoritas kampung-kampung tradisional di Indonesia masih menggunakan kayu bakar dalam memasak. Menurut almarhumah Mama, aroma masakan yang dimasak dengan menggunakan kayu bakar lebih wangi dan bisa membuat orang yang menghirup aroma menjadi lebih lapar.

Sensasi aroma masakan itulah yang disajikan di Disawa Pawon. Dengan mencium harumnya masakan, maka para tamu yang datang menikmati makanan dengan sekenyang-kenyangnya. Jangan berharap ada makanan siap saji ya di Disawa Pawon ini. Semua menu adalah fresh, dibuat atau dimasak sesuai dengan pesanan para tamu.

Jadi, kalau datang ke tempat makan unik di Jogja ini, jangan dalam keadaan lapar berat. Kecuali minuman ya, bisa cepat datangnya.

 

Sambil menunggu matang menu yang dipesan dan disajikan untuk disantap, biar nggak bosan, tetamu yang berkunjung ke Disawa Pawon, bisa melakukan berbagai aktivitas yang disediakan, seperti nandur padi di sawah di depan rumah makan. Atau bisa berfoto-foto ala-ala masa kini, untuk update media sosial, memberi info tentang keberadaan tempat makan unik di Jogja utara ini.

 

Juga Bisa Selfie ala Petani Desa

Menurut Budi Winarno, pengunjung bisa berfoto gaya orang-orang yang tinggal di pedesaan dengan menggunakan baju-baju yang disediakan seperti kebaya, beskap, atau jika ingin total bergaya seperti petani-petani di pedesaan, Disawa Pawon menyediakan sepeda, caping, cangkul, jerami dan lainnya. Ini semua bisa dinikmati para tamu secara gratis alias tidak dipungut biaya sama sekali. Kapan lagi bisa makan sambil foto-foto puas ala orang desa.

Tempat Makan Unik di Jogja

 

Tempat Makan Unik di Jogja

 

Makanan Ndeso Disawa Pawon

Konsep tempat makan unik di Jogja menjadi ciri khas Disawa Pawon. Unik karena menu yang disajikan mayoritas makanan ndeso ala Jawa dan Bali. Mengapa Bali, karena di Yogyakarta ini jarang tempat makan yang menyediakan makanan khas Bali, misalnya seperti sate lilit, yang bisa dipesan di sana. Selain itu ada juga sayur asem, berbagai olahan ikan bakar dan goreng, juga ayam kampung. Untuk harga paket makanan dan minumannya, menurut saya masih terjangkau isi dompet. Dengan makanan dan suasana yang kita dapat, sesuailah harga yang tertera di buku menu.

 

Tempat Makan Unik di Jogja

 

Tempat Makan Unik di Jogja

 

Oh ya, di Disawa Pawon, pecinta kopi bisa memesan kopi luwak original yang menjadi kopi ciri khas rumah makan ini. Saat ke sana, saya mencicipi kopi luwak original ini yang dibuat secara kopi tubruk. Kopi Luwak hangat dengan tempe mendoan Disawa Pawon yang rasanya juara, menjadi teman yang mengasyikkan kala memandang Gunung Merapi yang bisa dilihat secara langsung, jika cuaca cerah di Sawahan Lor.

Tempat makan unik di Jogja mungkin banyak. Namun, yang berkonsep suasana pedesaan dengan rumah limasannya, sepengetahuan saya, hanya Disawa Pawon. Kalau berkunjung bersama anak-anak ke sana, dijamin anak-anak akan senang karena bisa belajar menanam padi, atau bermain-main rumah-rumahan desa. Apalagi nih, Disawa Pawon ini mengutamakan tamu yang lebih dulu memesan tempat untuk makan di sana, agar tamu merasa nyaman dan senang dalam menikmati makanan tanpa perlu mengantri atau tempat makan sesak dengan penuhnya tamu.

Nah, kalau ada waktu di akhir pekan atau hari-hari libur ingin menikmati suasana yang berbeda bersama keluarga atau orang-orang terdekat, Disawa Pawon bisa menjadi pilihan yang menarik. Yuk Makan sambil Nyawah!

Alamat Disawa Pawon:
Jl. Sawahan Lor, Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55584
Jam buka resto : 11.00 – 21.00 WIB.
Telp: 081229734522
Instagram (IG): @disawa_pawon

Lokasi Disawa Pawon 

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Trans Studio Mini Maguwo dan Pengalaman Pertama yang Seru

Trans Studio Mini Maguwo dan Pengalaman Pertama yang Seru

Libur sekolah tahun ajaran baru ini lama juga ya. Sampai bingung mau ngapain lagi setelah sempat liburan tipis-tipis saat mudik ke Jakarta di libur Idulfitri kemarin. Syukur Alhamdulillah, di tengah kebosanan karena gadgetan mulu saat libur, dapat undangan untuk...

read more
Makan Kenyang All You Can Eat di GyudaQ Japanese BBQ

Makan Kenyang All You Can Eat di GyudaQ Japanese BBQ

Apa yang terpikir oleh Sahabat Blogger kalau diajak makan ala All U Can Eat (AUCE) ? Makan sepuasnya sampai kenyang atau ada nggak yang berpikir makan ala All U Can Eat itu, makanan ala Jepang atau resto Jepang? Tapi, tahukah Sahabat Blogger, meski merogoh kocek...

read more

10 Comments

  1. TIAN LUSTIANA

    Pawon itu dapur ya makpuh? Hehe.

    Saya jadi kangen pawon seperti itu, ada tungku, ada “hawu” orang sunda bilangnya buat masak itu hawu, dulu di rumah nenek di Pameungpeuk Garut masih menggunakan itu, sekarang udah diganti jadi kompor gas. Padahal pakai itu lebih enak masakannya, aromanya lebih dapet yah. Pengen ke Disawa Pawon deh tar kalau ke Yogyakarta.

    Jazakallah informasinya makpuh.

    Reply
    • indahjuli

      Iya dapur 🙂
      Di Yogya masih banyak yang masak pakai tungku. Mertuaku saja masak pakai tungku.
      Yuk ke Yogya, nanti diajak ke Disawa.

      Reply
  2. Sulis

    Aku blm pernah ke sini. Patut dicoba sepertinya…

    Reply
  3. Elisabeth Murni

    Aku pengen kesini lagi tapi cuma buat leyeh-leyeh sama makan mendoan, Tapi pas merapi cerah. kayaknya asyik.

    Reply
  4. Farhan Syakur

    Lah, aku kalo ke Jogja senengane napak tilas. Jarang banget cari tempat-tempat baru.

    Reply
  5. Caroline Adenan

    Haduuhh ada gebyok kayak gitu..
    Makan disana keknya aku gak cukup sejam dah, bisa min 3 jam. Lama foto2nya 😀

    Reply
  6. Maskris | www.maskris.co.id

    Tempatnya asik mbak.. dan lumayan deket sama rumah, bisa jadi alternatif tempat nongkrong bareng keluarga ini.. ?

    Reply
  7. Gallant

    Aku seneng tempatnya, Mak. Suasananya tradisional 😀

    Reply
  8. Nasirullah Sitam

    Sempat para pesepeda tahu tempat seperti ini, pasti akhir pekan langsung ramai berdatangan. Apalagi kalau mereka tahu memasaknya masih menggunakan tungku dan kayu bakar.

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories