Sulit Kurus? Ini Alasan yang Harus Dipahami

by Feb 23, 2016Keseharian, Kesehatan51 comments

Sudah mati-matian diet namun Sulit Kurus? Ini Alasan yang Harus Dipahami.

Mengapa perempuan yang sudah menikah dan melahirkan gampang gemuk?

 

Benarkah fokus hidup yang berubah membuat perempuan sulit kurus?

Beberapa waktu yang lalu, saat sedang berjalan-jalan di salah satu mall besar di Yogyakarta, seorang pria berpakaian rapi dan berdasi menghampiri saya dan menyodorkan selembar brosur, sambil berkata: “Ayo Bunda dicoba pemeriksaan kesehatannya, mumpung gratis.”

Demi alasan menghargai profesinya, saya membaca sekilas brosur tersebut, sementara pria berdasi tersebut sibuk menjelaskan apa yang ada di brosur. Dan, saya mulai mengangkat alis, saat salesman tersebut mengucapkan kata-kata, “Kalau ikut program ini, selain jadi lebih sehat, Bunda jadi tambah cantik, suami makin sayang.”

Helloooo, para salesman dan salesgirl yang suka menawarkan barang atau produk, dirimu pastikan ikut pelatihan atau training apa-apa yang perlu dilakukan untuk menyenangkan hati calon konsumen?!

Nyebelin banget nggak sih, kata-kata itu keluar dari orang yang nggak kita kenal. Semua orang pastilah mau sehat. Cantik? Siapa yang nggak mau. Tapi, enggak segitunya juga kali, suami makin sayang kalau istrinya bertambah cantiknya skala Miss Universe atau Miss World, hanya karena badannya kurus.

Bagi perempuan, seperti halnya kecantikan, gemuk dan kurus itu relatif. Ada orang yang susah gemuk, makan sebanyak apa pun, berat badannya nggak tambah-tambah. Ada yang sulit kurus padahal udah mati-matian diet. Segala macam diet sudah dijalani. Dari diet Mayo sampai program pelangsingan badan. Tetap sulit menguruskan badan.

 

Sulit Kurus? Ini Alasan yang Harus Dipahami.

  1. Percayalah, adalah impian bagi orang gemuk untuk menguruskan badan. Mimpi bertahun-tahun yang belum bisa terwujudkan sampai sekarang. Bahkan demi mewujudkan mimpi tersebut, baju semasa belum menikah dan melahirkan, masih disimpan di lemari pakaian, dan dipandang-pandang, dengan tekad: “suatu saat harus bisa pakai baju ini”!
  2. Melakukan diet? Entah sudah berapa banyak uang dihabiskan untuk mengikuti program pelangsingan badan, membeli makanan khusus untuk diet, tapi begitu semuanya berhenti, badan kembali menggemuk. Ya sudahlah, nggak ada gunanya juga ternyata.
  3. Olahraga? Sebulan pertama berhasil, bulan berikutnya mulai bolong-bolong. Buat perempuan gemuk yang sudah punya anak, bagaimana mau rutin berolah raga, waktu saja sudah tersita dengan kesibukan anak. Nasib tak tertulis para ibu adalah menjadi macan ternak. Mama cantik anter anak! Nggak hanya urusan sekolah, tapi juga anter jemput ke tempat les, bahkan menjemput di rumah temannya saat mereka bermain. Antar jemput anak itu sudah jadi olahraga rutin.
  4. Fokus dan prioritas hidup! Fokus dan prioritas perempuan gemuk adalah hidup bahagia dan sehat. Tak ada yang lebih menyenangkan bagi perempuan ketika apa yang dilakukannya membawa hasil yang menggembirakan, anak-anak sehat dan bahagia, begitu pun dengan suami.
  5. Menghabiskan makanan anak-anak. Percayalah, bukannya pelit tapi merupakan kenikmatan tersendiri saat bepergian dan mampir ke rumah makan atau resto, memesan makanan tapi anak-anak tidak sanggup menghabiskan makanannya. Sebagai seorang ibu, hal tersebut nggak bisa dibiarkan toh. Mari kita selesaikan!
  6. Nggak punya waktu untuk memperhatikan penampilan? Enggak juga, banyak perempuan gemuk yang sudah menikah cantik dan penampilannya trendi. Tapi, sekarang ini fokusnya sudah berbeda. Mungkin dulu sebelum menikah, penampilan dipercantik untuk diri sendiri, kalau sekarang, karena tuntutan anak-anak yang tidak ingin ibunya seperti Upik Abu di mata teman-temannya.
  7. Karena suami! Salahkan para suami yang sering mengajak istrinya untuk menemaninya makan terutama makan malam, dengan alasan dinner adalah waktunya untuk berkencan tanpa dirusuhi oleh anak-anak.
  8. Khusus buat para LDM-ers (Long Distance Marriage), makan bersama suami adalah kesempatan langka, dan kulineran, menjelajah berbagai tempat makan atau mencoba makanan-makanan yang belum pernah dirasakan, adalah saat-saat terbaik.
  9. Daripada menghabiskan uang untuk mengikuti program pelangsingan badan atau membeli obat-obatan kurus, perempuan gemuk lebih suka menabung uangnya untuk membeli tas, sepatu, atau menabung untuk berwisata bersama keluarga.
  10. Banyak toko atau outlet yang menyediakan baju-baju berukuran besar, sekarang ini. Perempuan gemuk tidak perlu merasa khawatir akan ketinggalan mode atau fashion, karena bisa tetap tampil cantik dan menarik.

 

Mengapa wanita menjadi gemuk setelah menikah?

Dari penelitian yang dilakukan di University of North Carolina (UNC) dengan total responden 6.936 orang, alasan utama berat badan meningkat di tahun pertama pernikahan karena perubahan gaya hidup.

Para responden perempuan mengakui semakin jarang mendatangi gym untuk berolahraga setelah mereka menikah. Banyak prioritas yang berubah dan kegiatan yang semasa masih single sudah jarang dilakukan.

Sebanyak 50 persen, tidak merasa khawatir tentang berat badan atau penampilan mereka setelah menikah, sulit untuk makan makanan sehat pada satu tahun pernikahan mereka, dan karena tidak ada hal yang dapat memotivasi mereka untuk melakukannya.

Buat saya, ada benarnya, nggak sedikit juga salahnya. Ini bukan pembelaan diri atau pencitraan lho.

 

Gemuk atau kurus itu relatif.

Yang paling penting adalah merasa bahagia. Hidup sehat itu memang penting, tetapi merasa bahagia itu lebih penting lagi. Kalau bisa sih seimbang, sehat dan bahagia.

Gemuk atau kurus itu relatif, yang paling penting adalah percaya diri. Percaya akan kemampuan diri sendiri bisa tampil mengesankan meski gemuk.

Banyak orang yang melabeli kalau orang gemuk susah beraktivitas karena gerakannya lambat. Gerakannya terbatas. Membawa diri sendiri saja sulit, apalagi membawa orang, demikian label yang sering ditimpakan kepada orang gemuk. Jangan salah, banyak teman perempuan saya yang bertubuh gemuk, melakukan berbagai aktivitas yang bahkan mungkin jarang perempuan kurus lakukan.

Teman-teman perempuan saya yang bertubuh gemuk sibuk travelling ke sana kemari, menjadi koki atau juru masak yang handal, bahkan ada yang menjadi aktivis. Nggak ada kesempatan yang tidak bisa dilakukan perempuan gemuk.

Nah, Sahabat Blogger punya masalah dengan kegemukan? Boleh lho sharing cara mengatasinya )

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Menghadapi Si Remaja yang Suka Ngelawan

Menghadapi Si Remaja yang Suka Ngelawan

Punya anak remaja yang suka ngelawan? Welcome on board! Masa remaja memang masanya memberontak, setuju kan, Sahabat Blogger? Akui saja, bahwa kita pun dulu mengalaminya. Mengalami hari-hari di mana rasanya bapak dan ibu itu sama sekali nggak ngertiin kita. Rasanya...

read more

51 Comments

  1. jasa desain interior

    yang penting sehat aja lah, udah setengah putus asa nurunin berat badan wkwkwk

    Reply
  2. Torao san

    klo aku udah kurus.. klo mo dikurusin lagi bisa-bisa jadi cungkring tulang belulang.. :v

    Reply
  3. Tina

    iya nih, lagi bermasalah berat badan. udah minum jahe, jeruk nipis, & dicampur madu, tetap aja belum bisa kurus. make sabun herbal juga belum bisa. pengen sih nyoba akupuntur. katanya bagus itu

    Reply
  4. Wuri Wulandari

    hahaha bener banget mba, dulu sebelum nikah beratku paling 48kg – 52kg tapi setelah nikah dan punya anak berat badanku 58, sekian Kg. Ngikutin saran – saran di media – media buat minum air lemon setiap pagi udah, tambah seger sih badan tapi, kayaknya tetep aja gak kurus hehehe

    Reply
  5. kholis

    udah olahraga, makan diatur, makan buah

    tetep aja buncit hahaha

    Reply
  6. diba

    Poin kelima itu aku banget. Haha

    Reply
  7. Diarysivika

    Ini sih masalah saya, ngga bisa kurus karena suka kuliner hyahahaha

    Reply
  8. Leni

    Salesmannya mungkin blm punya istri. Pandangannya soal cinta dan penampilan masih idealis hehehe. Nanti kalau udah nemu yg benar2 disayang, mau gendut atau kurus ya ga masalah.. 😀

    Reply
  9. Mirna Puji Rahayu

    gemuk itu tanda bahagia sama sejahtera… ntar kalo habis nikah kurus komen orang tua “kowe gak di ingoni bojomu ta” hem hehehe… yang penting gemuk tapi tetep sehat… ^_^

    Reply
  10. Mariana

    aku habis nikah pengen gendut makjul.. hihihi

    Reply
  11. Mariana

    aku habis nikah pengen gendut makjul .. hihihi

    Reply
  12. Indah Nuria Savitri

    hahahahahaa…toss makpuh. Yang penting adalah sehat. Kalau pun ingin kurus, karena kita mau sehat..Embel-embel lainnya ngg deeeh ..

    Reply
  13. kopisusu

    semua yang ditulis Mak Juli di atas, gueh banget bwhwihwiwhik. dan kayaknya semua Emak2 yang sudah merasakan hidup rumahtangga semuanya setuju.

    saya masih pake pembelaan semakin bertambah usia, metabolisme juga semakin melambat (kecuali dengan pola hidup dan olahraga yang ditingkatkan dari sebelum usia 30) agar seimbang. dan memang ndak bisa intant kaya dulu lagi kalau mau langsing tinggal olahraga dikit & diet dikit.

    tapi perlu tetap jaga diri, agar ndak bablas yang ujung2nya nanti kesehatan yg terancam. jadi supaya ndak stres mungkin dengan atur pola hidup, dikit2 masukin pola sehat.. tapi ndak ngoyo juga. biar ndak stres sendiri heheheh.

    Reply
  14. Grace Melia

    Mulai besok aku mau aerobic. Semoga konsisten. HAHAHAHAHA

    Reply
  15. Bang Day

    kenapa kata “gemuk” seolah menjadi momok yah 🙂

    Reply
  16. Pendar Bintang

    Wanita,bahkan yang bekerja seperti saya Mak yang juga hampir setiap orang harus ketemu orang pun jadi malas plus memang kadang mikir waktu terbuang sayang untuk perawatan mending buat main sama anak, ini saya pribadi sih itulah makanya kulit saya gak se “cling” dulu tapi jadi kesayangan Baby dong ya…he he he dan bdan pun tak se”langsing” dulu tapi tetap sehat dan bahkan lebih sehat and seksey wakakkaka….

    Just proud to be me 😀

    Reply
  17. Anita zaenab

    Kok seperti gambaran diri q banget…
    Kadang sedih, tp Klo dipikir syukuri saja nikmat yg ada yg penting life must go on..

    Reply
  18. momtraveler

    udah capek lah nyoba diet ini itu ga pernah berhasil yg ada malah kena maag yg cukup parah. yg penting sehat dan suami menerima kita apa adanya.
    dan kalau sampe berat badan naik lagi, maka orang pertama yg kusalahkan adalah si abang hahaha…. makasih idenya makpuh :*

    Reply
  19. Ranny

    Akuuu maak yang suka pusying dengan berat badan karena kalo endud pemborosan lagi beli baju huhuuh nah ini alhamdulilah udah turun 10kg, tinggal turunin lagi dikit ya balik ke normal.

    Nomor 1 itu betulll bangeettttt hahahah ada dress yang aku beli sewaktu nikahan sahabat, lihat dress itu jadi motivasi untuk kurus 😀
    Nomor 2 itu hahah pernaaah mak, beli obat diet herbal, alhamdulilah nggak ada efek, suksees turunnya
    Olahragaku naik turun tangga 😀
    Nomor 5, ini akuh banget huhuhuh
    lalu galau nomor 8 😀 hihihihih

    Suka postingan ini.. TFS mak :* and nice sharing this morning maakk (di WA)… bikin semangat ngeblog heheheh

    Reply
  20. Arina

    Big is beautiful, Mak Indjul 🙂

    Reply
  21. Widyanti Yuliandari

    Aku masih bermasalah dg berat badan, mak. Bukan bb ku tapi ibuku. Karena buat perempuan 63 tahun dengan masalah skoliosis seperti beliau, bb melonjak sama dg risiko. Jadi harus selalu memberi beliau semangat jaga bb. Dan itu nggak mudah untuk usia beliau. Sejauh ini cara yg efektif buat beliau adalah food combining dg menu raw yg dominan. Salam hangat dari Bondowoso

    Reply
  22. Hidayah Sulistyowati

    Yessss… salahkan suami yg suka ngajak kulineran. Yang penting sehat ya mbak , aku sih pilih jalan kaki sebisanya. Yg penting seminggu 3 atau 4 kali jalan kaki

    Reply
  23. Emakmbolang

    Saya gendut Dan sibuk Mbolang. Alhamdulilah masih kuat nanjak Dan jalan2 sampai gempor.

    Reply
  24. Nchie Hanie

    hahhahaaa….meskipun Makpuh gemuk aku sukaaaaa, soale lincah, energik, tetep wara wiri sana sini.
    Yang penting kan pede mak, percuma kalo kurus juga tapi mbatin eeeaa.

    Aku mah mau gemuk kurus tinggal menyetel sendiri, gampaang.
    Hayuu ahh kulineran!!

    Reply
  25. Rachma

    Khusus buat para LDM-ers (Long Distance Marriage), makan bersama suami adalah kesempatan langka, dan kulineran, menjelajah berbagai tempat makan atau mencoba makanan-makanan yang belum pernah dirasakan, adalah saat-saat terbaik.

    Setujuu maaakk, wkwkwkw,
    Nanti pas suami ga di rumah, kita olahraga, pas dia balik kita makan lagi,
    hihi

    Reply
  26. Rachma

    Khusus buat para LDM-ers (Long Distance Marriage), makan bersama suami adalah kesempatan langka, dan kulineran, menjelajah berbagai tempat makan atau mencoba makanan-makanan yang belum pernah dirasakan, adalah saat-saat terbaik.

    Naah iniii!!!! kudu dicatet, hihi!!! kece mak tulisannya ^^
    mumpung suami pulang, dan minta makan ini itu, masak ya ga ditemenin, 😛 😛 😛

    Reply
  27. efi

    Makpuh biar gemuk tetep lincah dan energik. Aku yang rada kurus gini cepet cape 🙂 Mau kurus atau gemuk yang penting sehat, ya. Ga jaminan juga yang kuru badannya sehat atau sebaliknya. Katanya pikiran yang senang juga bisa membantu tubuh jadi sehat dan bugar. Ngomonginn soal olahraga? Hehehe aku malah udah lamaaaa banget ga olahraga *dipelototin Mira ini mah*

    Reply
  28. eda

    mba indaaaah… itu kok aku banget yaaa… dulu minta gemuk, krn kurusnya pake banget dan susah gemuk. sekarang kebablasan.. minta kurus.. hahahhaa

    Reply
  29. Hani S

    Waktu hamil beratku naiknya standar, buncit perut doang. Setelah lahiran sempet gemuk (gak sehat) karena efek obat alergi.

    Sekarang, malah susah gemuk dan badan terus menyusut, di sinyalir karena pola makanku belum seimbang gizinya, hiks.

    Alergiku juga bikin keseharianku terasa “berat” kadang2, tapi alergi malah akan bertambah parah kalo akunya stres, jadi paling pantang buat bikin diri sendiri stres, kuncinya seperti yg makpuh bilang, BAHAGIA.

    Jadi, apapun keadaannya, di syukuri dan di jalani dengan tenang aja, yg penting jiwa sehat dulu, fisik akan mengikuti. hoho..

    Reply
  30. Ratna

    Olah raga untuk sehat, bukan untuk kurus. Kurus tapi penyakitan ? Oh, no !
    Dan cantik is coming from inside. Feel cantik then it will be glowing. Everybody can see it. Tidak tepat rasanya stigma kurus = cantik itu dirubah.

    Reply
  31. Noni Rosliyani

    Wuaaa…. aku menggemuk setelah udah enggak nyusuin lagi. Porsi makan jaman masih nyusuin enggak berubah, setelah luna sapih. Apalagi kalo dia enggak mau makan, udah kebacut nyendokin nasi, sayur, lauk banyak. Akhirnya masuk ke perut simboknya. Haduh… haduh….

    Reply
  32. entik

    hmm… postingan yang bener-bener mengena deh mba Indah…
    saya tidak gemuk tapi memahami beberapa teman yang memiliki kelebihan beberapa kg berat badan itu ternyata enjoy saja dan bisa beraktivitas seperti saya dan tetep sehat.
    olahraga itu penting. Dulu saya bisa 3 kali dalam seminggu aerobik, sekarang kok rasanya dah capek ya.., Alhasil sekarang yang sering saya lakukan minimal seminggu sekali jalan cepat atau joging. Sebenarnya pengen juga ikut yoga kayak mba indah..

    Reply
  33. HM Zwan

    baca ini aku senyum2 sendiri mak xixixixi….sempat mbatin juga pas habis lahiran,berat bdanku kok g berkurang2 ya kayak sblm hamil dulu hehehehe. Awal2 rada nggak pede,tapi sekarang sudha lumayan pede kayak dulu. semoga kita diberi kesehatan dan kebahagiaan ya makpuh, aamiin….^^

    Reply
  34. Ika Puspitasari

    Saya Mak Indjul…susah banget turun BB, sebelum menikah sampai punya anak satu BB masih kisaran 45-55…sekarang sudah kelebihan 20 kg..hiks…sudah nyoba berbagai macam cara tp nggak turun2, sekarang sih pasrah tapi sambil memperbaiki pola makan aja…hehe

    Reply
  35. Oline

    Oke sepakat. Salahkan suami bila ngajak istrinya dinner di resto mahal! 🙂
    Fokus dan prioritas wanita gemuk adalah hidup sehat dan bahagia. Setuju! 🙂

    Reply
  36. mila said

    gemuk atau kurus yang penting sehat mba, sekarang kan tren nya gitu. Mau badan semok atau kurus sah-sah aja, yang penting Fit dan bahagia heheee

    Reply
  37. Molly

    Badanku juga gemukan sesudah nikah mak, tapi untungnya masih aman terkendali. Dan seumur-umur aku ga pernah nyoba yang namanya diet berbagai versi. Hahaha :D.

    Reply
  38. Inayah

    Aku susahh gemuuk

    Reply
  39. ipeh alena

    Sangat-sangat iya sekali, giliran bisa turun 2 kilo aja itu gara2 bener2 gak tidur malam 3 hari gara-gara anak sakit. Lah, kalo gini caranya mah mending milih bersyukur aja deh daripada kurus tapi nanti malah sakit hehehehehehe. Semoga sehat selalu ya mak Injoel

    Reply
  40. Fita Chakra

    Skala prioritas olahraga untuk kesehatan, Mbak. AKu termasuk kurus, berat badan juga nggak naik-naik. Tapi belakangan merasa cepet capek. Akhirnya aku ikut yoga. Lumayanlah nggak ngos-ngosan saat naik turun tangga. :))

    Reply
    • indahjuli

      Benar, Fita, sekarang itu yang penting sehat ya. Aku juga mulai ikutan yoga, biar nggak mudah capek juga 🙂

      Reply
  41. Tetty Hermawati

    aku gak bisa gemuk waktu single, tapi apa daya abis ngelahirin.. ya sudahlah yg penting sehat aja mak..

    Reply
    • indahjuli

      Setuju, sehat lebih penting ya. Aku sekarang ikutan yoga buat kesehatan.

      Reply
  42. Lidya

    yang kurus pinign nambah dikit mbak 🙂 ah lama banget aku baru bw lagi. Mbak Indah apa kabar?

    Reply
    • indahjuli

      Alhamdulillah kabar baik, Lidya 🙂 jangan, jangan nambah, nanti susah nguranginnya 😀

      Reply
  43. dWi (nining)

    Buahahahahaha jd inget dulu sebelum nilah susahnya minta ampun mo gemukin badan, kudu rutin aerobik baru bs nyentuh angka 50. Eladalah stlh nikah, aerobik gk rutin malah belakangan nggak hahaha malah ndutttt.
    ALhamdulillah kata bumer, yg penting sehat 😉 *tossss deh mak Injoel

    Reply
    • indahjuli

      Hihihihi, dirimu mah belum kategori gemuk maksimal seperti aku, masih cantiklah, apalagi kalau berpakaian serasi 🙂 yup sehat yang utama ya, Ning.

      Reply
  44. Endah

    Aku dulu sih food combining, bisa turun banyak Dan gak makan nasi, skalinya makan nasi langsung naiknya gak kira2 🙁 aku syediih

    Reply
    • indahjuli

      Btw, kamu kan rajin olahraga, Ndah, udah bagus kok badannya.

      Reply
  45. Rahayu

    Setuju dengan skala prioritasnya. Pengennya bisa olah raga setiap minggu pagi, tapi mau bagaimana lagi, begitu bangun tidur, Hana dah teriak lapar. Jadi akhirnya masak dulu. Habis itu urusan rohani, habis itu, habis itu, dan nggak ada habisnya ….

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories