Tanggal yang sama, hari yang berbeda, setahun yang lalu.

Lirih terdengar suaramu, saat memintaku untuk menjemputmu, pulang ke rumah.

“Aku mau pulang ke rumahmu. Aku mau dipelukmu.”

Tak ada airmata lagi saat kau ucapkan pintamu.

Sudah terlalu banyak airmata yang luruh, bersama dengan ringkihnya tubuh.

Setahun yang lalu, hanya bisa terpana tak percaya, sebegitu cepat engkau pergi.

Mengingkari permintaanmu untuk tak menangis, aku menjerit menggugat Tuhanmu.

Mengutuk semua yang membuatku kehilangan dalam waktu yang berdekatan.

Setahun sudah.

Aku menepati janji. Tak ada airmata. Tak ada duka.

Kenangan tentangmu terlalu indah .

Aku ingin sepertimu, yang selalu tersenyum dan bahagia.

Menutup rapat dukamu.

Setahun sudah.

Sudahkah bertemu dengan kekasihmu, Ma?

Sudahkah Bapak memelukmu, seperti yang dulu sering dilakukannya?

Apakah doa-doa yang kulantunkan di setiap helaan napas, berguna untuk kalian?

Tanggal yang sama, hari yang berbeda, setahun sudah.

Cintamu dan Bapak akan selalu melingkupi hidup kami, anak-anakmu.

Jadikan kami orang yang kuat dan tegar.

Ma, terima kasih untuk hari-hari penuh cinta yang telah kau berikan.

 

 

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Menghadapi Si Remaja yang Suka Ngelawan

Menghadapi Si Remaja yang Suka Ngelawan

Punya anak remaja yang suka ngelawan? Welcome on board! Masa remaja memang masanya memberontak, setuju kan, Sahabat Blogger? Akui saja, bahwa kita pun dulu mengalaminya. Mengalami hari-hari di mana rasanya bapak dan ibu itu sama sekali nggak ngertiin kita. Rasanya...

read more

5 Comments

  1. hanari

    kisah nyata kah?

    Reply
  2. Ilham Himawan

    Oh, manis sekali…selama masih ada ortu, mari memanfaatkan kasih sayangnya 🙂

    Reply
  3. Meity

    Aaaaaaah aku jadi inget mamakuuuuuu :'(

    Reply
  4. De

    Kanebo mana kanebo?

    *peluk ina erat*

    Reply
  5. Ika Koentjoro

    Mak Ijul, jadi sedih nih eyke T_T

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories