Seni Batu

by Jan 13, 2009Curhat21 comments

Setelah gagal total di kursus menari Bali dan cuma omdo (omong doang) mau serius belajar balet, akhirnya anak sulung gw, Mbak Lily, rajin mengikuti les pianonya. Mungkin karena kemauan ini datang dari dirinya sendiri dan sesuai selera, sudah hampir 3 bulan ini latihannya lancar-lancar saja.

Alhamdulillah, semoga anak gw ngak seperti maknya, yang ngak ada jiwa seninya atau sewaktu gw kecil, si Bapak sering bilang gw, Seni Batu.

Seni batu, hehehehe, gw ngak tau apa maksudnya dulu. Mungkin kali karena gw bebal udah dimasukkin kursus seni macam-macam, tapi satu pun ngak ada yang beres. Les piano, gatot. Les gitar, ngak beres. Les menari Melayu, cuma bertahan setahun aja. Kebanyakan sih karena bosan.

Gw ingat banget, Bapak memasukkan gw ke kursus-kursus itu dengan harapan, gw punya sesuatu yang bisa dibanggakan atau setidaknya bisa menjadi modal hidup gw, kalau gw ngak bisa bekerja sesuai jenjang pendidikan yang gw raih.

Bagi Bapak, meski pendidikan nomor satu, tetapi kalau otaknya ngak mampu untuk bersekolah setinggi mungkin, lebih baik anak-anaknya mengikuti kursus untuk menambah keahlian. Sebagaimana orang tua lainnya, yang berharap anaknya mempunyai gelar sarjana, Bapak juga ingin anak-anaknya menjadi sarjana atau master dan bekerja sesuai dengan bidangnya.

Tapi, kalau anak itu kemampuan belajarnya cuma setengah-setengah atau ngak mampu bersekolah setinggi mungkin, Bapak bilang sama kami, lebih baik kursus aja dari pada ngabisin uang tapi sekolahnya ngak selesai-selesai. Gelar ngak didapat, keahlian juga ngak ada.

Nah, konsep Bapak itu gw coba terapkan juga ke anak-anak gw. Mas Iwan dan gw ingin anak-anak punya keahlian yang bisa diandalkan pada saat mereka dewasa nanti. Di jaman sekarang ini, gelar sarjana sudah bukan sesuatu yang wah lagi. Mereka harus punya keahlian. Kalau mereka ngak bisa dapat kerja yang bagus, bisa mengandalkan keahliannya untuk mencari uang.

Gw berharap, dengan hasilnya belajar piano, Lily bisa menambah uang sakunya dengan mengajar piano. Atau kalau memang Lily ngak mampu bersekolah setinggi yang gw harapkan, Lily punya keahlian yang bisa dijadikannya untuk mencari sejumput berlian 😀

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Todo Sobre Mi Madre

"Peluk Mama, nak, peluk. Mama kedinginan." "Jangan menangis, Mama nggak suka lihat orang menangis!" ------ Ma, apa kabarmu sekarang? Sudahkah bertemu dengan Bapak di sana? Mama pasti senang sekarang bisa kembali bersatu dengan Bapak. Ma, rindukah kau kepada kami,...

read more

21 Comments

  1. budisan68

    betul bu… menurut gede prana.. seseorang diselamatkan oleh ketrampilannya, bukan oleh pendidikannya. kalimat itu begitu dalam maknanya bagi saya…sukses

    Reply
  2. vansibarani

    numpang baca…
    salam kenal

    Reply
  3. nh18

    HHmmm …
    Bu Injul … percaya sama saya …
    JIka Lily bisa bermain piano … maka pergaulannya akan luwes … dia akan disenangi banyak orang … (hehehe pengalaman pribadi nih …)

    Seni Batu ?
    Suiseki kah ?? hahahahha …

    Keraskepala ni yeee …

    Reply
  4. SanG BaYAnG

    Bagus banget metode tante ini,sebuah keahlian memang gak bisa di paksakan apalagi kalau menyangkut seni,bisa ruwet jadinya,ujung-ujungya putus di tengah jalan dan keahlianyapun bak makan durian mentah.
    O…ya,salam kenal ya Bu…!

    Reply
  5. SanG BaYAnG

    Bagus banget metode tante ini,sebuah keahlian memang gak bisa di paksakan apalagi kalau menyangkut seni,bisa ruwet jadinya,ujung-ujungya putus di tengah jalan dan keahlianyapun bak makan durian mentah.
    O…ya,salam ya kenal Bu…!

    Reply
  6. SanG BaYAnG

    Bagus banget metode tante ini,sebuah keahlian memang gak bisa di paksakan apalagi kalau menyangkut seni,bisa ruwet jadinya,ujung-ujungya putus di tengah jalan dan keahlianyapun bak makan durian mentah.
    Salam kenal Bu…!

    Reply
  7. linda

    ayo belajar ngerajut sama linda, ina
    lumayan mejeng di media 😀

    Reply
  8. De

    Lily punya keahlian yang bisa dijadikannya untuk mencari sejumput berlian –> trus ntar ngikutin gw deh tuh kak lily … punya beha yg ditalinya bergelantungan berlian. hahahaha

    Reply
  9. Indah Sitepu

    wah setahun kursus tari melayu….

    jago serampang dua belas dunkk… hehehhehe 😛

    Reply
  10. Neng Keke

    Hahahahhahaa… Gue juga penganut seni batu. Kalo gambar lurus-lurus aja, pake make up engga bisa bikin shading, main piano juga kaku banget… Nasip :p

    Reply
  11. jeunglala

    Mbak,

    Memang benar, skill akan membantu seseorang untuk tetap survive, karena dengan modal itu, dia bisa mengusahakan pekerjaan sendiri dengan modal yang seirit mungkin.

    Kelak, kalau aku punya anak, aku kepingin memberikan mereka kebebasan untuk memilih kursus yang mereka sukai… I won’t force them to take math class, karena di sekolahpun sudah diajarin. Mungkin lebih ke sifat yang seni dan keterampilan… *aduh, aduh… ngomong sebanyak ini tapi calon pacar aja nggak ada.. piye tho.. hihihi*

    Kangen, Mbak…
    Ketemuan yuk… Aku mau ke Jakarta bulan depan… 🙂

    Reply
  12. nana

    jadi kepikiran, ntar ayyash gue kursusin apaan yaakk 😛

    Reply
  13. kiky

    You make my life … sooo,colorful….*ngikutin opungnya*

    Reply
  14. Dini

    bener juga tuh na, soalnya laki gue juga gitu, dia kan emang hobi bgt bulutangkis, dulu (ampe sekarang juga sih) suka dijadiin pemain bayaran, jadi ikutan main, trus dibayar klo menang… hehhee.. klo pas sekolah kan seneng yah klo punya duit dari hasil ginian

    Reply
  15. achoey

    kursus untuk menambah skill
    agar kelak kita mandiri

    sahabat, lama tak bersua 🙂

    Reply
  16. sisesu

    ga usah repot..les tari bali sama tante yg ini aja….:P

    indah…kl mau jadi customer ga perlu di canada laaaaah…dimana pun bisa…..*wink*

    Reply
  17. Sahabat dari Trini

    Bingung juga urusan ini 🙁
    Ada skolahan buat jadi emak nggak sih, mbakyu??? Mau daftar dong..

    Reply
  18. Yanti Wyant

    ehh Kak Lily sama dong ama Michael les piano juga 🙂
    yg rajin aja yah….practice, practice and practice 🙂

    btw Happy New Year

    Reply
  19. *hari

    Jadi inget, temen di kampus dulu, ada yang keterima kerja di perusahaan besar hanya karena dia punya sedikit keahlian, yaitu pinter main Basket. Padahal prestasi akademik mah biasa aja.

    Kadang memang keahlian terutama yg berawal dari hoby, memang lumayan membantu.

    Reply
  20. yessymuchtar

    waouw

    pemikiran pemikiran seperti ini jarang banget di dapatkan di orangtua lo kak heheh

    sukses terus ya kak

    aku doakan anak anak kita jadi anak anak yang hebat 🙂

    lebih hebat dari orangtuanya !! hehehe

    Reply
  21. indra1082

    numpang mampir aja bu….salam…….

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. (Memories) Reflections Of My Life | Cerita Cita Cinta - [...] Bapak memang berjiwa seni, tak seperti anak-anaknya yang menurutnya seni batu ) Entah siapa nanti cucu atau cicitnya yang…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories