Rahasia Ilahi

by May 5, 2008Inspirasi20 comments

Ini bukan judul sinetron, meski kejadian ini mungkin mirip dengan cerita-cerita ala sinetron.

Tapi percaya deh, ini juga bukan cerita Cinderella.

Kemarin, gw sama 2 anak perempuan gw yang lagi doyan ngikutin gerak langkah mbok’e kemana aja, janjian sama biduan madura ini untuk rujakan di rumah Bunda 2 R di daerah Pekayon, Bekasi, ngak jauh dari rumah gw berdua.

Gw janjian sama Dahlia, untuk ketemuan di Metropolitan Mall 2. Seperti biasa, kalau ngeliat mall (maklum jarang ke mall :D), anak gw yang kadang suka maksa mbok’e itu ngajak gw muter-muter dulu sambil nungguin si biduan, yang seperti biasa memakai jam dengan kisaran waktu Bollywood :))

Saat Lily dan Kayla, ngajakin makan di KFC dan ngantri makanan, tiba-tiba seorang perempuan berjilbab negor gw. “Eh Mbak Indah. apa kabar mbak,” kata perempuan sambil nyodorin tangannya dan cipaka cipiki sama gw.

Gw masih terpana. Lily yang negor duluan. “Mbak Yuni, Na.”

Sesaat gw perhatiin si Yuni, yang lagi nyiumin anak-anak gw. Penampilannya udah berubah dari saat terakhir gw ketemu dia 3 tahun yang lalu. Dulu dia ngak pakai jilbab.

“Mbak Indah lagi jalan-jalan ? Mas Iwan mana ?.

“Aku sama anak-anak aja. Belanja Yun,” tanya gw iseng karena ngeliat tentengan belanjaannya.

“Iya nih, abis cari buku resep. Gimana kabar orang-orang di kompleks. Masih pada tinggal disana ?, tanya si Yuni sambil nanyain kabar si A, si B, si C dan si D.

Setelah basa-basi yang seperlunya, dari Yuni gw tahu bahwa dia udah setahun ini menikah dan ngak tinggal lagi di Tambun, tapi di Kali Malang, ngikutin suaminya.

Percaya deh, dalam bayangan gw saat itu, suaminya Yuni, adalah salah satu karyawan di pabrik yang terdapat di Tambun atau Kerawang, yang kebetulan deket Bekasi.

“Kamu sendirian aja ? Mana suamimu ?, tanya gw, iseng lagi.

“Suamiku lagi ke Bangkok, mbak.”

Oh, dalam hati gw, masih dengan dugaan suaminya lagi tugas kerja dari pabriknya.

Trus, gw sama anak-anak duduk buat makan, dan Yuni datang nemenin kita, sementara si Ratu Karaoke itu belum datang juga.

“Kamu udah punya anak ?”

“Belum mbak, belum dikasih sama Allah.”

Dari perbincangan itu, gw tahu bahwa perjalanan pernikahan Yuni dengan suaminya, ibarat Cinderella. Bayangin aja, Yuni dikenalin dengan suaminya, oleh tetangga majikan Yuni, dimana Yuni bekerja sebagai pengasuh anaknya. Kebetulan suami Yuni saat itu duda dengan seorang anak, yang ditinggal mati istrinya. Enam bulan setelah perkenalan, Yuni menikah dengan duda itu, di kampungnya di Brebes.

Gw kenal Yuni, saat majikan Yuni tinggal di rumah pamannya, yang kebetulan deket sama rumah gw. Meski Yuni tamatan Tsanawiyah, Yuni terpaksa bekerja sebagai PRT, karena saat bekerja di pabrik, dia sering lembur ngak juntrungan, yang bikin dia sering sakit-sakitan.  Sebenarnya, Yuni hanya dititipin sementara dirumah mantan tetangga gw itu, yang jadi teman kerja kakak sepupunya Yuni, untuk membantu jagain anak tetangga gw itu. Mungkin karena merasa pekerjaan itu lumayan, Yuni pun memilih bekerja sebagai PRT, ketimbang kerja di pabrik.

Ketika mantan tetangga gw itu pindah kerumahnya sendiri di Tambun, Yuni pun ikut serta, dan disinilah ternyata perjalanan hidupnya berubah. Setahun tinggal di Tambun, Yuni dilamar seorang duda. Bukan sembarangan duda, tapi duda yang memiliki pekerjaan yang sudah mapan, menjadi salah seorang manajer di salah satu kantor penyedia komputer di Kuningan, Jakarta Selatan.

Memang perbedaan jarak Yuni dengan suaminya, 20 tahun, malah anak sang duda sudah jadi dokter di Semarang, tapi cinta kan tidak terbatas jarak, ruang dan waktu 🙂

Saat gw pulang, gw cerita sama Mas Iwan, yang ternyata sudah diceritain sama paman mantan tetangga gw itu, yang kebetulan satu kantor sama Mas Iwan. “Aku udah tau, cuma lupa terus mau kasih tau kamu.”

“Rahasia Ilahi ya Mas,” kata gw sama Mas Iwan.

“Apa-apa yang baik itu, pasti hasilnya akan baik. Kamu lihat, selama disini Yuni anaknya baik, ngak pernah neko-neko dan itu dilihat suaminya. Meski Yuni cuma seorang PRT dia kan tamatan SMA. Tapi sayang yah, dia mendapat hasil yang baik setelah ibunya meninggal, padahal dia selama ini kerja keras buat ibunya,” kata Mas Iwan.

Yah, Yuni memang kerja keras buat ibunya, yang telah meninggal dunia karena sakit kanker payudara. Dan Yuni memang anak yang baik yang pantas mendapatkan yang terbaik yang diberikan Tuhan YME. Mungkin banyak ornag yang duga, pasti Yuni mau sama sang duda karena udah mapan. Biarlah, kita ambil positifnya saja. Dan lagi pula gw lihat Yuni bahagia kok dengan pilihan hidupnya. Betul kan Dahlia ?

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

20 Comments

  1. elnino

    impLesible,,

    9a kreatif ah, cerita nYa..

    Reply
  2. Aswandi

    Yah…aio

    Reply
  3. kumpulanceritadahlia

    fit…waiting list luuu…orang gw pesen pertama yeeee
    eh linda sapa yang nungging??? hihihihi kek dinot baca dah mulai ngawur hehehe

    Reply
  4. fitra

    Pesen satu Duda donk! dan gak pake lama….hahahahahaha :))

    Reply
  5. linda

    kenapa jadi nuding mbak day semua ya 🙂

    Reply
  6. dinot

    dahlia, woooi ,,, gue pembela dahlia!! tenang day, g lagi persiapkan elu buat duda item, jadi lo gak perlu pake bayclin lagih hihihi

    Reply
  7. Yanti Wyant

    Walah tulisannya bikin tersenyum simpul nih :). soalnya aku jg nikah ma dude bule heheehhe 🙂 and 20 thn beda usia kami:) pepatah bilang Jodoh itu ditangan Tuhan 🙂

    Reply
  8. kumpulanceritadahlia

    nana !!! maksud looooooh * sambil sabar abis mau ngamuk2 ama bumil takut kualat huehehehe*

    Reply
  9. Nana

    Day,ambil “hikmah” dari cerita ini aja….:)

    Reply
  10. tc

    heheh kayak sinetron yaaa… ditawarin ke punjabi bersaudara utk dibuat sinetron pasti laku nih.. heuehuhe
    🙂

    Reply
  11. Ygpunya Blog

    Dahlia : kenapa loe nyampah ditempat gw :))

    nh18 : Iya menarik, sampai sekarang aja saya masih kebayang2 wajah si Yuni 🙂

    Nunik : tos dulu tanda setuju 🙂

    Reply
  12. nunik

    yup, siapa menebar kebaikan, maka ia akan menuai kebaikan..

    Reply
  13. nh18

    Hmmm …
    Ini cerita yang menarik
    Cerita Cinderella memang ada …

    Reply
  14. mbak yg ituh tuh..

    eh ada yg pasang iklan.. OOT tuh, del ajah!

    Reply
  15. dahlia

    izza….gw disuruh minum bayclin…huahahaha ntar kalo mabok yang ada gw ngasuh bapaknya kelsa kekekekekek * sambit izza*

    Reply
  16. za

    kekekekewww…=))
    udah mas mikow, jadiin pengasuh kelsa aja mbak daaay….biar 2 2 bisa kerja. tiap hari mas ma istri narik2in mbak day, kl dah aus kasih minum bayclin. *memperjelas comment mas mikow*

    kabur ah….*lareeeeeeeeeeeeeeeeee*

    Reply
  17. dahlia

    mikowww!!!! *kejar2 mikow pake pentungan*

    Reply
  18. mikow

    musti tinggi? bisa ditarik
    musti putih? hm.. ada bayclin

    *balik ke meja kerja*

    Reply
  19. dahlia

    maksud elu ko??!!! gw jadi inget pas dini nanya ke gimana yuni secara visual pas gw gambarin dengan kata kata…dini bilang ” nah tuh day…elu musti tinggi langsing dan putih” huahahahaha hayoo pada komen tentang perbedaan yuni ama gw, huahahaha blog ini siap menampung huahahahaha

    Reply
  20. mikow

    baca endingnya, hm… jadi dahlia harus jadi pengasuh anak dulu ya? 😛
    *kaburrrrrrrrrrrrrrrrr*

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories