Membaca Cerita Manda yang Tak Berujung

Membaca Cerita Manda yang Tak Berujung

Postingan Membaca Cerita Manda yang Tak Berujung ini terinspirasi dari seorang blogger yang menurut saya (digarisbawahi), cantik dari “sononya”.

Cantik dari sononya? Itu memakai istilahnya orang Betawi, yang mengibaratkan sono-nya, salah satu adalah dari lahirnya. Cantik dari lahir. Jadi, blogger yang menginspirasi tulisan ini, cantik dari lahirnya. Udah kodratnya jadi perempuan cantik 🙂

Kok bisa saya bilang cantik dari lahir. Awalnya sih, saat perjumpaan pertama saya tak terlalu memperhatikan wajahnya karena terlalu banyak yang menyita perhatian untuk diamati. Baru pada pertemuan privat, antara saya, blogger inspiratif tersebut, dan Tio, anak saya yang bungsu, di salah satu warung bakso di dekat wilayah rumah kami yang kebetulan berdekatan, saya bisa mengamati wajahnya dengan puas 🙂

(Hasil pengamatan: Blogger cantik. Nggak perlu diapa-apain, wajahnya udah cantik. Nggak perlu dandan dengan make up segambreng seperti yang sering saya lakukan kalau mau bepergian, cantiknya nggak habis-habis) 

Dalam pertemuan privat tersebut, seperti biasa, sang blogger inspiratif lalu mengambil foto-foto kami, selfie. Sepertinya, selfie sudah jadi bagian penting dalam keseharian blogger cantik ini. Hampir dalam semua kegiatan yang diadakan oleh Emak Blogger Yogyakarta (di mana kami sama-sama aktif terlibat), dipastikan selalu ada foto selfie maupun welfie yang dilakukannya. Ratu Selfie? Bisa jadi, hahahaha

Btw, entah kenapa perempuan-perempuan cantik itu (menurut saya lho ini), suka banget dengan foto selfie. Ada juga sahabat blogger saya yang cantik, Irma Senja, itu senang juga selfie. Nah, Irma dan blogger cantik dari Yogyakarta ini, sebelas duabelas lah. Sama-sama cantik, sama-sama senang selfie!

(waktu nulis ini, saya sambil ketawa-tawa membayangkan mereka berdua bertemu, saling selfie. Duh, ngomongin orang memang bikin ketawa dan mengasyikkan ya, pantes saja acara gosip bertaburan di televisi)

Namanya juga nyaris sama. Irma dan Ima. Yup, Ima itu blogger cantik dari sononya, yang punya nama lengkap Primastuti Satrianto. Primastuti namanya, Satrianto itu nama belakang suaminya, Elton Satrianto. Dan Ima yang akan menjadi tokoh dalam postingan saya ini.

 

Ceritamanda2

 

Postingan tentang Primastuti Satrianto dan blognya merupakan bagian dari Arisan Blog yang digelar oleh Member Kumpulan Emak Blogger (KEB) Yogyakarta sejak Januari 2016 lalu. Primastuti atau Ima adalah blogger ketiga yang dijadikan profil dalam Arisan Blog. Tokoh kedua: Asri Rahayu belum sempat saya tulis (menyusul ya….) dan di bulan Mei ada Kartika Nugmalia atau Aya yang akan diceritakan oleh emak blogger Yogyakarta yang ikut dalam arisan ini.

Baca juga: Simple Note of Mompreneur Blogger 

Membaca Cerita Manda yang Tak Berujung

Ima dan dua blog yang dikelolanya, seperti suatu cerita yang dikemas ala cerbung (cerita bersambung). Selalu ada cerita dari pribadi dan blognya di http://www.ceritamanda.com dan http://www.tamasyaku.com.

Salah satu postingan Ima yang saya suka tentang perkenalan pertamanya dengan internet, yang sekarang ini menjadi salah satu kegiatan utamanya. Bahkan bisnis yang ditekuninya, nggak berhubungan jauh dengan internet.

Buat saya, Ima atau Primastuti Satrianto ini adalah orang yang cenderung ekstrovert 🙂

Orangnya terbuka. Senang bercerita. Cukup satu pertanyaan yang kita tanyakan tentang dirinya atau blognya, maka Ima akan menceritakannya dengan lengkap dan detail. Bisa dibilang, ngobrol sama Ima itu bisa jadi dua atau tiga postingan blog 🙂 *peaceyoIma*

Kenapa saya bilang ekstrovert? Dari beberapa ciri kepribadian ekstrovert hasil browsing saya, ada yang mirip dengan personalnya Ima. Berikut ini ciri kepribadian ekstrovert menurut Bramardianto.com :

  • Mudah bergaul dan suka berteman
  • Suka bersosialisasi
  • Terbuka dan tidak mudah menyerah
  • Penuh antusias
  • Mudah berkomunikasi
  • Senang berinteraksi dengan orang banyak
  • Ceria

ceritamanda5

Mengenai ciri yang terakhir, Ceria, memang jarang sekali saya melihat Ima berwajah sedih atau jutek. Senyum selalu melengkapi wajahnya yang cantik. Dan, ibarat paket lengkap, Ima dan suaminya, Elton, adalah orang-orang yang selalu ceria dan penuh senyum 🙂

Hihihi, itu sih sekilas personal Ima dari pengamatan saya. Belum banyak mengenal Ima, karena juga baru dua tahun saya di Yogyakarta. Oh ya, satu lagi mengenai Ima, chat-chatnya di group whatsapp itu, suka bikin tersenyum geli. Jarang Ima menjawab pendek. Seperti yang saya tulis di atas, cukup satu pertanyaan, Ima akan menjawab dengan lengkap 🙂

Mengenai dua blog yang dikelolanya, saya salut dengan Ima yang penuh energi dan ide, karena blognya selalu update. Tiada minggu tanpa update di Cerita Manda dan Tamasyaku. Dan Ima berhasil “meracuni” suaminya, Elton, yang punya hobby fotografi untuk membuat blog dan menjadi blogger seperti dirinya. Sayang, Elton masih fokus ke pekerjaan utamanya, sehingga blognya jarang update 🙂

Ima itu kenal blog tahun 2008. Dan sampai sekarang Ima masih setia ngeblog di blogger.com. Oh iya, Ima itu juga aktif ngeblog di www.bento.com lho. Blog kolaborasi dengan beberapa temannya yang khusus membahas tentang bento atau makanan.

Sedikit saran buat blog yang dikelola Ima, perbanyak foto, karena foto-foto juga bisa bercerita, apalagi kalau postingannya pendek, hanya sekitar 500 kata 🙂 Sayang sekali kalau dokumentasi fotonya hanya tersimpan di smartphone atau kamera.

Belajar untuk menulis panjang karena postingannya sudah bagus, tapi terkadang terasa menggantung 🙂

Nggak enak banget lho digantung itu :))))

Nah itu yang membuat saya menulis Membaca Cerita Manda yang Tak Berujung :)))

Eh ini pendapat saya pribadi. Saya tuh ingin membaca cerita-cerita Ima dengan lengkap, karena saya tahu dia orangnya gemar bercerita.

Tapi, seperti potongan tagline blog Ima (ceritamanda.com) : “Cerita kami berproses dan berguru di Universitas Kehidupan” menulis panjang itu membutuhkan proses. Terus menulis, menulis terus. Sekarang saja Ima sudah rajin update blog (dibandingkan saya yang blognya seperti puasa Senin – Kamis). Mencoba menulis panjang itu pasti bisa dilakukannya. Ala bisa karena biasa. Ditambah foto-foto kerennya, pasti tambah ciamik blognya 🙂

 

Ceritamanda4

Aaaah, jadi kangen masa Arisan Ilmu saat di rumah Ima. Belajar bersama-sama tentang SEO untuk blog. Kapan lagi ya ada keriaan di rumah Ima 🙂

Demikian sedikit cerita saya tentang Primastuti Satrianto, Blogger Cantik dari Yogyakarta. Foto-foto dalam postingan Membaca Cerita Manda yang Tak Berujung ini adalah dokumentasi Ima, yang saya comot dengan semena-mena dari Facebooknya, dan sebagian lagi dikirim via whatsapp. Jangan dicontoh comot semena-mena itu ya 🙂

 

 

By Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

21 comments

  1. Aiiih saya pernah bertemu Mbak Ima. Saat itu saya baru turun dari gunung Prau. Tau dong kalau abis turun dari gunung itu wajah seperti apa. Kulit mengelupas, gosong, dan kehitaman. Jadi Mbak Ima ini bertemulah dengan saya setelah jauh-jauh menyupir mobilnya sendiri ke hotel tempat saya dan keluarga menginap. Pertama melihatnya woow cantik wangi dan rapi. Lalu saat diajak selfie saya agak ragu, dan benar saja begitu lihat hasilnya kebantinglah saya. Yang cantik makin cantik yang abis turun gunung langsung turun tingkat kepedeannya haha.

  2. Btw, entah kenapa perempuan-perempuan cantik itu (menurut saya lho ini), suka banget dengan foto selfie. Ada juga sahabat blogger saya yang cantik, Irma Senja, itu senang juga selfie. Nah, Irma dan blogger cantik dari Yogyakarta ini, sebelas duabelas lah. Sama-sama cantik, sama-sama senang selfie!

    hiks hiks aku juga suka selfie biar [pun] gak cantik maaaaakkkkk

  3. Memang cantik dari sononyaaa :)… Salam kenal buat mba Ima.. Mau main ke blognyaaa ah 🙂

  4. Salam kenal mak Injul, salam kenal mak Ima.. Wajib ketemu mak Ima nih kyanya klo lagi baper biar bisa ceria lagi, aq sukses jd kepo sama mak Ima nih :-*

  5. Jadi kebayang seberapa besar energi Mbak Ima. Hihihi. Semoga saksyes terus ya Mbak Ima dan Mbak Indah buat blognya. Semoga selalu menginspirasi 🙂

  6. Ting, masuk pesan di Gmail, horeeee MakPuh bikin artikel, dan ternyataaa, liputan sayang untuk Manda tercinta. Ikut terharuuuuu, tuh kan, istilahku cantiknya Manda mutlak, mau di rumah pakai daster, gak pake make up teteeep aja cantik.
    Kalau soal selfie dan wefie, memang itu virus cantik yang membahagiakan.
    Kalau soal kepiawaian Manda ngelog, ga berani kasih komen.
    Sayangku Manda, sayangku Mak Injul, semoga kebersamaan ini langgeng hingga maut memisahkan. Love you both.

  7. Langsung speechlesssss, bahagia sekaligus terharuuuu, terima kasih mak indahjuli.. Demikian juga denganku, senang sekali dan bahagia bisa mengenal sosok inspiratif dan selalu menyemangati.. Mengenal makpuh saja sudah bikin grogi pas awal-awal ketemu, nggak menyangka bertetangga dengan orang pentingnya di KEB, penulis yang femes dan senior kalau di dunia perbloggingan.. Alhamdulillah, ternyata orangnya low profile, kakak banget, mengayomi, tegas dan disiplin.. Belajar banyak dari mak indahjuli di setiap sesi bisa satu event dengan beliau.. Terima kasih tulisannya yang membuat saya kesangkut di langit rumah siang ini, yang perlu lepas helm ketika melewati pintu, dan terima kasih persahabatannya yang semoga awet di emak blogger ya makpuh.. Terus menginspirasi, terus produktif dan sehat-sehat untuk mak indahjuli yaa..

    1. Sama-sama Ima, kita terus belajar bersama ya, karena belajar akan terus ada dalam kehidupan 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published.