Mari Menulis Buruk by Clara Ng

by Feb 19, 2013Inspirasi16 comments

writing

Judul di atas bukan salah ketik atau salah cetak. Clara Ng bersungguh-sunggu ketika mengetikkan judulnya.

Mengapa Clara Ng mengajarkan orang agar menulis buruk? Apa maksudnya?

Penjelasannya saya dapatkan ketika mengikuti Workshop Penulisan Bersama Clara Ng yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Februari 203 bertempat di  Kompas Gramedia Fair (KGF) Jakarta 2013.

Berikut saya kutipkan penjelasan Clara Ng tentang Menulis Buruk:

Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan berkarya, atau malah tidak berhasil menulis satu kalimat pun (writer’s block, bahasa kerennya).  Ada sesuatu yang mengganjal seorang kreator dalam berkarya. Entah mengalami gagal ide, atau gagal waktu (tidak punya waktu menulis, atau tidak punya gairah menulis), atau gagal menuliskannya.

Berbagai jenis gagal ini sudah dihadapi Clara Ng selama ia bekerja sebagai penulis. Dan, solusi yang paling tokcer dilakukannya adalah justru tidak berhenti menulis. Clara Ng malah menulis sebanyak-banyaknya di saat ia mengalami kegagalan.

Clara Ng memberikan nasihat bagi seorang yang ingin menulis adalah : “Menulislah sebagaimana kamu berbicara”.

Saat menulis, mungkin kita sering mengalami kesalahan, tetapi ketika berbicara, seberapa seringkah kita semua berbicara salah, ngawur? Berbicara tanpa juntrungan? Berbicara berandai-andai ke sana kemari? Dan, bukankah dari berbicara tanpa ujung pangkal yang biasa kita lakukan dengan sahabat-sahabat, berakhir dengan rasa senang?

Menurut Clara Ng, menulislah sebanyak-banyaknya akan membawa kita ke tulisan-tulisan ngawur, tapi dari sana, kita akan menemukan berbagai kemungkinan dan opsi cerita yang baru.

“Lebih baik menulis dan menghasilkan naskah yang tidak utuh dan kacau daripada menciptakan kertas utuh yang kosong melompong, tanpa kata!”

clara ng

Segala sesuatu yang buruk atau jelek atau kacau selalu ada kemungkinan untuk diperbaiki, dibuat cantik, dihaluskan. Tapi kertas yang kosong bagi seorang penulis adalah momok yang paling menakutkan. Momok itu akan tetap ada di sana, membuat kita terus menerus mandek, dan tidak berhasil menulis apa-apa. Dari kosong menjadi bengong, dari bengong tetap kosong. Lingkarang bengong dan kosong akan terus menerus berputar-putar, harus ada kekuatan gunting yang memutuskan mata rantai kejahatan itu.

Menulis buruk juga membuatmu melepaskan beban untuk menulis dengan sangat indah dan tekanan menjadi penulis yang sukses. Itu akan membuatmu terhindar dari berbagai pikiran yang malah menyumbat benak untuk semakin berkreasi. Menulis harus lepas dan bebas. Merdeka dan santai.

Tulisan baus selalu diawali dengan tumpukan tulisan-tulisan buruk. Coba diintip laptopnya, apakah ada karya-karya setengah jadi atau tulisan-tulisan buruk lainnya? Jangan berkecil hati! Teruslah menulis dan berupaya. Lebih baik memiliki banyak draft yang berisi tulisan kacau balau daripada layar monitor yang kosong melompong!

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

16 Comments

  1. parlina wi

    saya sedang mencari tips2 menulis clara NG eh nemu blog ini, makasiuda share ya:)

    Reply
  2. Ratri

    Wah, tentang menulis buruk lagi! 🙂 Saya sudah pernah mendapat materi ini sekitar 2 tahun yang lalu hehe di Surabaya tentunya.

    Reply
    • Indah Juli

      Hahaha, berarti barang lama kemasan baru ya ^_^

      Reply
  3. milo

    Pas banget lagi kena sindrom writer’s block, eh, nemu tulisan ini.
    Kayanya memang tuntutan terhadap diri sendiri untuk membuat tulisan yang baik justru jadi momok untuk mulai menulis. *malah curhat*

    Reply
    • Indah Juli

      Nggak apa-apa curhat, saya juga sering begitu kok.
      Terima kasih ya kalau tulisan ini sudah menginspirasi 🙂

      Reply
  4. IndahJuli

    Sama-sama, senang bisa berbagi, terima kasih sudah berkunjung ya 🙂

    Reply
  5. IndahJuli

    Bagus atau tidak yang menentukan bukan kita ya, tapi pembaca. Kalaupun ada pembaca yang tidak suka dengan tulisan kita, nggak usah dipikirin juga, buat cambuk 🙂
    Ayo Zy, semangat menulis.

    Reply
  6. IndahJuli

    Sama, saya juga suka, tulisannya bagus-bagus 🙂 thanks sudah berkunjung ya Lidya.

    Reply
  7. Lidya

    wah mbak indah ketemu langsung sama Clara Ng ya, aku suka banget tulisannya dia mbak

    Reply
  8. winny widyawati

    Jadi tetap menulis ya mbak, jangan galau soal ide 😀 …

    Reply
    • IndahJuli

      Betul banget, ayo jangan sampai galau ide. Menulis terus 🙂

      Reply
  9. Zizy Damanik

    Harus terus memotivasi diri ya Kak, agar bisa menulis dengan baik…. soal bagus atau tidak itu belakangan… 🙂

    Reply
  10. Masya

    inspiratif banget. Thanks udah berbagi mbak 😀

    Reply
  11. Evi

    Wah saya punya novel, cerpen, berbunga yg gak jadi2 sejak saya full jd ibu rt mbak indah. Ntar ah longki lagi, siapa tahu bisa dihaluskan hehehe. Tks atas idenya Mbak

    Reply
  12. yeye

    Siap Mba Indah, akan saya teruskan hehe.. TFS yah 🙂

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories