Hujan Itu

Di hujan itu aku melihatmu

menatap dingin air yang jatuh

Kusapa engkau dengan senyumku

namun hanya desahan yang terucap

Di hujan itu aku melihatmu

berlari menentang air

Butir-butir hujan yang menjatuhimu

menyamarkan derasnya air mata

akankah hujan meluruhkan dukamu.

 

 

Jumat, 16 February 2007

13 thoughts on “Hujan Itu

  1. kenapa dia berlari sambil nangis,
    abis dimarahin ya…

    wah apresiasiku soal puisi cetek banget deh

    Injul
    hihihi, belum klik, kak 🙂

  2. Nulisnya saat sedang hujan kah mbak? hehehe
    Klo iya emang hujan penuh dengan inspirasi kata yak 😀

    Injul
    Setujuuuuu 🙂

  3. suka sedih klo menatap hujan. hati langsung berasa sendu.

    tapi ini kenapa kegalauan 4 tahun lalu baru di posting sekarang?? :p

  4. Kalo liat orang nulis puisi kayaknya keren juga yah 😀
    Sayang, saya gak tau nulis puisi, ihihih…
    Hanya bisa ngerti dikit2 😀

  5. waduh, ini galau empat tahun lalu ya Mbak. ah, saya memang perlu belajar banyak soal apresiasi puisi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.