Hanya Satu Menit

by May 20, 2008Inspirasi9 comments

Cape, puyeng, gw teringat sama teman dari milis Dunia Ibu, Alifia, yang pernah rekomendasiin buku yang bagus  yang berjudul  :

The One Minute Mother,
Cara Tercepat Membantu Anak-Anak Anda Belajar Menyukai Diri Mereka Dan Berkelakuan Baik. Situkang ceritanya Spencer Johnson, M.D, dengan penerbit Elex Media Komputindo.

Alifia kasih rincian isi bukunya gini :

Sinopsis Surat untuk Para Ibu:
Anda pasti tahu dari pengalaman Anda bahwa untuk menjadi Ibu yang baik butuh waktu lebih dari satu menit. Namun demikian, ada berbagai cara untuk berkomunikasi dengan anak-anak Anda-meski hanya satu menit-yang akan membantu mereka belajar dengan cepat menyukai diri sendiri dan berkelakukan baik.

Tekniknya sangat sederhana, sehingga Anda sulit mempercayai keberhasilannya. Namun demikian, Anda mungkin ingin melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang tua lain secara sukses. Baru kemudian mulailah diri Anda sendiri. Perhatikan perubahan perilaku anak-anak Anda. Tanyakan seberapa besar rasa menyukai diri mereka.

Dengan Tujuan Satu Menit, anak diharapkan menuliskan tujuan apa yang dia mau capai. Tulisan itu ditempel/diletakkan di tempat yang mudah untuk dia membaca setiap hari. Sehingga terbentuk dalam pikirannya tujuan dia, dan dia termotivasi untuk mencapainya.

Terus Pujian Satu Menit. Pujilah anak-anak kita bila kita melihatnya melakukan hal yang benar, dengan tulus. Misalnya dengan ucapan dan memeluk dia. Dengan begitu dia akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Misalnya kalau dibagi rapot, terus ada beberapa nilai yang bagus dan ada nilai yang kurang. Pujilah nilai dia yang bagus itu, “lupakan” nilai jeleknya. Dari sana diharapkan dia akan melihat, betapa appreciatenya kita terhadap beberapa nilai bagus yangg dia miliki. Dan semestinya dia juga (akan) berpikir, kalau beberpa nilai bagus saja orangtuanya appreciate, apalagi kalau semua nilai dia bagus.

Dan itu akan mendorong dia untuk memiliki nilai yangg bagus juga di mata pelajaran yang lain. Anak-anak tidak luput dari salah, termasuk kita juga. Jika dia melakukan kesalahan, ajak dia ke suatu tempat, jadi tidak di depan orang lain, agar harga dirinya tidak jatuh.

Tegur atau beritahukan dia betapa kecewa/kesalnya kita terhadap apa yang kita lakukan. Tapi setelah itu kita peluk mereka. Dan beritahukan mereka, bahwa yang kita kecewakan/kesalkan itu adalah perbuatan mereka bukan diri mereka sendiri. Katakan bahwa kita sayang mereka. Sehingga harga diri mereka, juga kepercayaan diri mereka tidak akan hilang.

Bagus nih buat dipraktekin :))

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

9 Comments

  1. unai

    wah bagus nanti saya coba cari deh:)

    Reply
  2. linda

    pinjem bukunya donk mbak 🙂

    Reply
  3. Fitra

    apakah teori ini juga bisa diberlakukan kepada gebetan? hahahahah….

    Ketujuuuuuxxxx (yahhh kok bukan kelimaaaxxx yaaa) 🙁

    Reply
  4. tintin

    sip banget .. *padahal lom baca* .. kaburrrr ..

    Reply
  5. Wempi

    Baik ibu nya baik juga keluarganya

    Reply
  6. Landy

    Ibu adalah madrasah yang besar yang apabila di persiapkan dengan baik akan mengeluarkan generasi yang terbaik untuk bangsanya.

    Reply
  7. Evy

    Salam kenal mbak. Sesama ibu, berguna skali infonya…Thanks!

    Reply
  8. nenyok

    Salam
    Seep ta cobain deh 🙂 trims ni infonya

    Reply
  9. kumpulanceritadahlia

    pertamaaaxxxx horeeeeee…ngantuk deeeh

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories