Cinta Putih Abu-abu

by Nov 3, 2008Karya23 comments

Ia sudah mengagumi perempuan itu sejak melihatnya membawakan acara di televise. Wajahnya cantik, tutur kata teratur dan jelas, ditimpali dengan guyonan dan sindiran, yang tidak kampungan.

                “Senang berkenalan denganmu,” kata perempuan cantik presenter kenamaan itu. Awal perkenalan dalam suatu pesta, jabatan tangannya erat dan hangat.

                Sejak itu, keduanya menjadi akrab. Percakapan yang menyambung, kegemaran yang sama dan perasaan senasib, membuat mereka merasa saling membutuhkan. Telepon dan sms mewarnai hari-hari mereka.

                “Kamu tahu ? sejak kita dekat, hari-hariku tidak membosankan lagi. Aku telah menemukan orang yang cocok. Aku sudah tidak peduli lagi, suamiku mau lembur atau tidak. Pulang ke rumah, aku tak pernah memikirkan lagi keinginan untuk punya anak. Aku hanya ingin malam cepat berlalu, agar esok bisa bertemu denganmu,” ucap perempuan cantik itu sambil meminum segelas gin. Malam itu, mereka minum sampai mabuk.

                “Maafkan aku. Aku hanya mencintaimu sebagai seorang kakak. Aku memang memujamu dan terima kasih kau bantu aku dari keterpurukan. Tanpa bantuanmu saat itu, mungkin aku sudah bunuh diri. Tapi aku tidak bisa menerima cintamu. Itu salah. Apa kata orang nanti, jika tahu kita bercinta. Aku tidak ingin karier menulisku hancur. Dan yang penting aku masih mencintai keluargaku. Aku bahagia bersama mereka,” ucap si penulis sambil berjalan pergi.

                Presenter cantik kenamaan itu terpana menatap kepergian wanita yang dicintainya. Hatinya serasa terbang.

 

notes :

Hal.121. Flash Flash, Kumpulan Cerita Sekilas Blogfam – Gradien

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

[Published] Writing is Fighting

Menulis sekarang ini ibarat lahan yang siap panen. Lebih banyak ragamnya, tampak lebih ringkas juga perjalanannya. Tapi bagi para penulis Writing is Fighting, tak banyak perubahan. Setiap proyek adalah pembelajaran baru. Terjengkang lima kali, bangun lagi enam kali....

read more

Di Hujan Itu

Di hujan itu aku melihatmu, Menatap dingin air yang jatuh. Kusapa engkau dengan senyumku, Namun hanya desahan yang terucap. Di hujan itu aku melihatmu, Berlari menentang air. Butir-butir hujan yang menjatuhimu, menyamarkan derasnya air mata akankan hujan meluruhkan...

read more

23 Comments

  1. quantumeconomics

    nice story……. senang bisa membaca artikel cinta anda…

    Reply
  2. DYah

    hmmm….

    kok gak nangkep ya?

    sekali berkunjung…waduuh musti berpikir nih.
    Pakabar jeng?

    Reply
  3. Linda

    cinta sejenis ya.. malangnya..
    salam kenal juga

    Reply
  4. IndahJuli

    Meidy :
    Iya bener, cerita terlarang 🙂 tapi ini sekedar fiksi loh.

    Sikiky :
    Hmmm…ntar yah, kalau loe ngak jadi banker lagi.

    Yessy :
    gak usah dicerna, wong ini cerita doang kok 😀

    NH18 :
    Masa sih tua ?
    Yang bener ah 😀

    Ricnes :
    Yup, setuju. tapi kalau terlarang buat apa ?
    Amril :
    Sama-sama Bang.

    Evy :
    Merinding disko Vy ? 😀
    santai aja, ini cuma cerita fiksi.

    Achoey :
    Banyak terjadi di jaman sekarang Kang.

    Adieska :
    Aneh tapi disukai dek.

    Chic :
    Judulnya menipu yah 😀

    Wempi :
    Ember, betul sekali tuh. Dari temen jadi demen 😀

    Linda :
    Tunggu aja kabarnya.

    De :
    Yoi, ntar gw pecut.

    Dhie :
    Terima kasih yah Dhie.

    Jeunglala :
    Aku tunggu kedatanganmu di Jakarta.

    Itikkecil :
    Judulnya menipu yah Ra 🙂

    Mikow :
    *tendangmikow keBHI*

    Adi Isa :
    hehehehehehe

    Michael Siregar :
    Ya itulah kehidupan.

    Reply
  5. Meidy

    Presenter cantik kenamaan itu terpana menatap kepergian wanita yang dicintainya. Hatinya serasa terbang. >>> lah ini cerita perempuan vs perempuan to?? (bingung mode on)..

    Reply
  6. sikiky

    Gue mau komen apa ya???
    Hmmm ajarin buat novel dunk,biar ngetop juga kek inna…kekekekekekke

    Reply
  7. yessymuchtar

    entar entar…

    *lagi mencerna*

    Reply
  8. nh18

    Berfikir keras …
    Berfikir keras …
    dahi berkerut …

    Tapi … tetap tak mengerti …
    Lalu trainer bergumam …
    “Ah anak-anak muda itu …”

    (soksoktua.deh)

    Reply
  9. amril

    Wah..saya jadi terinspirasi pasang flash fiction sama diblog saya.

    Thanks Mbak Indah!

    Reply
  10. Sahabat dari Trini

    Knapa mrinding, ya jeng 🙁

    Reply
  11. achoey

    Aku harus belajar mendalami maksudnya nih 🙂

    Reply
  12. ricnes

    putih abu2nya mana mba’????
    bicara cinta emg ga bs milih deh tp ttp hrs punya nilai2…

    Reply
  13. Adieska

    Cinta memang aneh 😛

    Reply
  14. chic

    ih Mbak IndJul, saya pikir ceritanya soal anak SMA.. hihihihi

    Reply
  15. Wempi

    awal nya deket, lama lama jadi demen.

    Reply
  16. linda

    kapan buku perdananya keluar ina 😀

    Reply
  17. De

    udah siap bikin buku lagi? coba itu anak KGB dipecut2in kak

    Reply
  18. dhie

    Begitulah cinta, sering kali cinta itu datang dan pergi tanpa mengetuk pintu yang punya rumah.

    Karya Mbak, pasti bisa bersanding dengan karya teman yang lainnya kok. *Dhie yakin banget* 😉

    Reply
  19. jeunglala

    Tadinya aku pikir cinta masa SMU 🙂

    Mbak, aku juga pernah begitu. Cinta ya cinta saja, tak butuh apa-apa kecuali merasa dia ada. Yang penting bahagia.
    Tapi suatu hubungan memang melibatkan dua orang (atau bahkan lebih?), sehingga tak bisa memaksa kehendak.
    Kalau aku bahagia-bahagia saja tapi dia sedih, apakah ini tidak membunuhnya secara perlahan?

    Eh
    Kenapa jadi curhat di sini??? Hehehe…

    Salam manis…
    Semoga kita ketemu di Jakarta ya, Mbak..

    Reply
  20. itikkecil

    Kirain cinta anak SMA 😆

    Reply
  21. mikow

    blogger yg aneh

    Reply
  22. adi isa

    cinta yang aneh

    Reply
  23. michaelsiregar

    Kadang kemelut dan aliran hidup menghanyutkan kita kecelah sempit ketersesatan, disaat itulah kita memerlukan nalar dan naluri akal sehat……..
    Salam dari jauh.

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories