Cerita Ibu : Ketemu dr Waldi

by Sep 13, 2005Uncategorized8 comments

Selama ini, Ibu cuma tau nama dr Waldi Nurhamzah dari Tabloid Nova dan dari milis 🙂 Katanya dokter ini bagus dan kooperatif, banyak pasiennya (ada gak yang jadi pasiennya dokter Waldi ?..he…he..)

Bayangan Ibu selama ini, dokter Waldi tuh kecil (maksute pendek getho..) dan gemuk. Kalau ngomong soal teori kedokteran kemungkinan pendengarnya bakal ngantuk (secara dokter ini katanya masih mengajar di Fakultas Kedokteran UI), dan bayarannya pasti mahal…he…he (maaf yah dok, kalau salah). Tetapi…oh…tetapi, bayangan ibu semua ternyata salah saudara…saudara.

Yup, Ibu akhirnya bisa ketemuan sama dr Waldi karena ikutan PESAT4 Jakarta (sst..dari awal dibikin, baru kali ini Ibu bisa ikutan :), biasalah alasan klise karena jadwalnya sabtu jadi agak males). Dokter Waldi itu ternyata orangnya kurus tinggi, berkumis, ngomongnya sedikit beraksen Jawa, muka rada-rada kayak orang Arab…he..he.. dan yang jelas ngocol abisss.

Di sessi kedua dari enam rangkaian sessi seminar yang diadain PESAT4 Jakarta, Sabtu 10 September kemarin pembicaranya itu dr Waldi Nurhamzah, dr Indah Pratiwi (masih muda nih dokter, cuantek…plus langsing..he…he), sama Pak Gendi Jatikusumah (Moderator Milis Sehat). Dan tentunya ada juga dr Wati, yang baru aja nerbitin buku.

Di diskusi ini, dr Waldi menghantarkan tema tentang muntaber dan diare. Saat memberikan uraiannya, dr Waldi terlihat santai, gak menggurui, dan sering kasih joke-joke jadi pesertanya gak bosen dan banyak ketawanya.

Kata dr Waldi, kalau dulu dokter itu dianggap dewa sekarang demon (dewa monster). Dokter sekarang juga gak bisa sembarang kasih advis karena orang tua sudah banyak yang pintar, malah gak jarang lebih pintar dari dokternya…he…he..(yang bener nih dok..).

Dokter Waldi juga mengingatkan kepada orang tua kalau dalam memberikan obat-obatan kepada anak-anak harus bijaksana. “Jangan cepat-cepat bawa kedokter kalau memang penyakitnya masih bisa ditangani sendiri”, kata dr Waldi.

Menurut dr Waldi, dalam masalah penyakit diare, di dunia terjadi 1,5 – 2,5 juta kematian pada anak-anak di usia < 5 tahun. Batasan diare itu adalah tinja cair mendadak kurang lebih 3 x sehari. Cairan tinja, kurang lebih 200 mililiter per bb per hari. Hati-hati pada diare yang terjadi pada anak usia muda (<6 bulan atau <8 kg), disertai demam kurang lebih 38 derajat celcius untuk bayi <3 bulan, atau 39 derajat untuk anak usia 3 – 36 bulan, disertai darah di tinja, disertai muntah menetap dan high outpout volumes of diarrhea.

Dan yang paling penting dalam mengobati diare adalah pemberian oralit dan ASI bagi anak yang masih menyusui. Mengenai Pocari Sweet, dr Waldi tidak merekomendasikan karena menurutnya yang dibutuhkan adalah keseimbangan gula dan garam dalam larutan pencegah diare, sementara di minuman tersebut gulanya lebih banyak 3 kali dari yang dibutuhkan tubuh hanya satu kali.

Masih banyak lagi deh, yang jelas Ibu jadi semakin terang benderang deh otaknya dengan ikutan diskusi tersebut. Gak bisa dijelasin disini karena makalahnya panjang, kalau ada yang mau boleh dipersilahkan…he…he 🙂

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

read more

Ibu, Cinta Tanpa Akhir

By Iwan Fals Ibu Ribuan kilo jalan yang kau tempuh Lewati rintang untuk aku anakmu Ibuku sayang masih terus berjalan Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah Seperti udara... kasih yang engkau berikan Tak mampu ku membalas...ibu...ibu Ingin kudekat dan menangis di...

read more

8 Comments

  1. dinda-dimas

    ikut PESAT ‘ndah? bagus ya? aku kepengen tapi blom klop mulu ama jadwal…
    aku juga penggemar dr. waldi di tabloid nova, tapi tempat prakteknya jauh ya di pondok pinang, jauh dari rumahku gitu hehehe

    tapi Alhamdulilah so far dokter anakku juga gak gampang kasih obat apalagi antibiotik:-)

    Reply
  2. Tria

    wah senengnya liat yang ikutan pesat4 segitu banyak. Jadi inget dulu pas pesat1 🙂 Mudah2an sukses ya ngejalanin semua ilmu barunya.

    Reply
  3. --ambar--

    saya masih suka diare….perlu oralit juga yah…makasih info-nya

    Reply
  4. Sarie

    hi Indah lam kenal ya:) duh kedua bidadarinya cuantik2 neh:)

    Indah dari milis sehat juga ya:) dah agak lama gak nengok milis:) kuangen…

    have a great day ya

    Reply
  5. Rafa & Ummi

    btw pesat 4 diadain dimana sih? kok pesertanya banyaaaaaaaaak gichu..waktu pesat 3 kmaren kayanya ga sebanyak itu deh 🙂 pesat 3 di wismatani ragunan dan ibi kemang, sma kah????

    Reply
  6. widie

    Wahh..bagus tuh bisa ikutan seminar. Bisa cerita 2 neh..bagi ilmunya gitu.
    Yah memang sekarang cari dokter gampang2 susah. Ngga semua dokter bagus khan…dan belum tentu dokter top itu bagus. Malah kadang dokter yg sepi pasiennya lebih bagus soalnya dia meriksanya jd lebih lama, dan konsen ngga terburu2 karna yg antri udah puanjang dan lama hehe..tapi kenapa kitanya lebih sreg kl datengin dokter tuh yg pasiennya panjang yah..hihi mikir..neh..???

    Reply
  7. meyrinda

    waa…mbak indah ikutan Pesat4 ya? aku puengennn banget ikut apadaya anak2 ga ada yang jagain, rencananya mau ikutan sesi lepasan disurabaya. Bagi2 ilmunya donk mba… 🙂

    Reply
  8. erfi

    wah mbak ikutan milis sehat juga yaa.. sama dong… 😉 tapi kok aku ngga tau kalo ada PESAT di jakarta yaaa..?? duh kapan lagi ya mbak adanya.. pengen deh ikutan..

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories