Ternyata Begini Cara Mencegah Obesitas dengan Kedelai

Berat badan tak terkontrol itu sepertinya problem sejuta umat manusia di dunia ini ya. Bahkan katanya nih, hal yang tabu ditanyakan kepada sosok perempuan, adalah yang berhubungan dengan berat badan. Belum lagi masalah berat badan dengan kesehatan, duh. Memang nggak semua orang yang bertubuh besar itu kelebihan berat badan dan rentang dengan penyakit, tapi nih jika berat badan karena berlebihnya lemak atau lemaknya menumpuk bisa menyebabkan obesitas yang membahayakan bagi kesehatan orang tersebut.Β Sahabat Blogger tau kan apa yang dimaksud dengan obesitas itu?Β Mumpung masih belum terlambat dengan kenaikan berat badan dan belum ada masalah kesehatan yang serius, ada baiknya kita tahu cara mencegah obesitas sejak dini.

Btw, sebentar lagi bulan puasa lo. Bulan Ramadan, bulan mulia penuh berkah, bisa jadi saat yang tepat untuk memulai hidup sehat, diet sehat dengan memperhatikan pola makan dan jenis makanan yang kita konsumsi. Apalagi bagi yang mengidap obesitas, momen bulan Ramadan 2018 bisa dijadikan titik balik untuk mencegah obesitas.

Eh, ini juga peringatan buat saya yang mempunyai kelebihan berat badan. Memang belum sampai obesitas sih, tapi harus, wajib hidup sehat supaya terhindar dari segala macam bentuk penyakit kelebihan berat badan.

 

Fakta penderita obesitas di dunia

Apalagi nih, saat saya mengikuti acara Media dan Blogger Gathering Otsuka tentang Peranan Kedelai Dalam Pencegahan Obesitas, dengan narasumber Prof DR Ir Made Astawan, MS (ahli gizi dan ahli kedelai) di Jakarta, beberapa lalu yang diselenggarakan oleh Otsuka, disampaikan fakta bahwa saat ini kelebihan berat badan atau obesitas itu menjadi permasalahan kesehatan di dunia.

 

Cegah Obesitas

 

Dari data WHO (World Health Organization) tahun 2014, 65 % penduduk dunia berstatus overweight (obesitas) dan memiliki risiko kematian lebih tinggi daripada kekurangan gizi.

Ya, karena dari obesitas itu bisa mengakibatkan penyakit lainnya, yaitu diabetes, salah satu dari empat penyakit tidak menular yang tinggi persentase kematiannya.

Duh, kekurangan gizi saja rasanya sudah tak berdaya, lha ini obesitas ternyata potensi berbahaya bagi kesehatannya lebih tinggi. Dan, kita eh saya sih, harus mengakui kalau masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari kelebihan berat badan itu bisa lebih banyak penyakitnya.

 

Kenali tipe-tipe obesitas

Sebelum bahas bagaimana cara mencegah obesitas, yuk kita kenali dulu tipe-tibe obesitas, yaitu:

1. Tipe Android (buah apel)

Tipe ini adalah tipe obesitas yang ditandai adanya penumpukan lemak di sekitar dada, leher dan muka. Biasa terjadi pada wanita yang sudah menopause dan pria. Berisiko tinggi terkena diabetes mellitus, jantung koroner dan stroke.

2. Tipe Ginoid (buah pear)

Tipe obesitas ini biasa terjadi pada perempuan, dengan penumpukan lemak di sekitar perut, pinggul dan paha. Tipe Ginoid ini lebih aman dibandingkan tipe Android, karena lebih rendah terserang penyakitnya. Tapi, sebaik-baiknya, tipe obesitas ini tetap harus dihindari.

 

Cara mencegah obesitas dengan kedelai

Ingin terhindar dari tipe-tipe obesitas itu?

Menurut Profesor Made Astawan, cara mencegah obesitas terbaik adalah dengan hidup sehat dengan mengatur pola dan jenis makanan. Pola makan bisa diatur dengan melakukan diet sehat berbasis kedelai.

 

Cegah Obesitas

 

Mengapa mengonsumsi kedelai menjadi cara mencegah obesitas yang terbaik?

Dalam kedelai terdapat kandungan protein, vitamin dan mineral, asam lemak tak jenuh, isoflavon, prebiotik, serat pangan dan kandungan mineral lainnya, sehingga dengan melakukan diet berbasis kedelai mampu cegah obesitas sejak dini.

Biar lebih yakin lagi melakukan diet berbasis kedelai guna cegah obesitas, dibandingkan jenis kacang-kacangan lainnya, kedelai istimewa karena kaya komponen gizi dan non gizi. Kedelai yang dijuluki The King of Beans, mengandung serat pangan yang tidak gampang dicerna usus dan lambung sehingga meningkatkan rasa kenyang dalam waktu lama di perut.

Nah, udah tahu kan, manfaat kacang kedelai untuk menurunkan berat badan? Yuk, dari sekarang diet berbasis kedelai untuk cegah obesitas.

Banyak sih makanan berbahan utama kedelai yang sudah kita tahu dengan pasti seperti tempe dan tahu, atau minuman seperti susu kacang kedelai. Tapi makan tempe tahu terus bikin bosan ya. Mesti bervariasi dengan makanan olahan kedelai lainnya, misalnya camilan bar seperti Soyjoy Crispy, varian baru dari Soyjoy dengan olahan kedelai, melengkapi 5 varian Soyjoy yang sudah ada.

 

Soyjoy Crispy, olahan kedelai yang cocok dikonsumsi sebagai cara mencegah obesitas

Udah pernah ngemil Soyjoy Crispy? Ayo, dicoba! Enak lo! Seriusan enak dibandingkan varian Soyjoy lainnya. Menurut saya lho ya.

Awalnya, saya suka Soyjoy Banana. Dasar orang Indonesia ya, sukanya makan yang renyah-renyah seperti gorengan. Begitu nyobain Soyjoy Crispy ini, ternyata cocok di lidah.

MenurutΒ Evy Christina Setiawan, Head of Scientific Section PT Amerta Indah Otsuka, rasa dan tekstur baru Soyjoy Crispy itu berasal dari butiran soy puff dari olahan kedelai yang kaya serat dan tinggi protein sehingga cocok bagi yang ingin melakukan diet sehat.

PT Amerta Indah Otsuka, berkomitmen untuk mensupport gaya hidup sehat masyarakat Indonesia, dengan memproduksi cemilan sehat dengan Indeks Glikemik (IG) rendah.

Indeks Glikemik adalah angka yang menunjukkan kecepatan makan dalam menaikkan gula darah. Makanan yang IGnya rendah, kurang dari 55 itu kadar gulanya rendah, lemak dalam darah rendah, dan untuk perut, antara terasa kenyang lebih lama. Indeks Glikemik tinggi itu jika lebih dari 70 dan sedang antara 56 sampai 69.

 

Cegah Obesitas

 

Pada Soyjoy Crispy, Indeks Glikemik (IG) sekitar 19, karena olahan kedelai yang rendah lemak. Jika ingin cegah obesitas dengan diet sehat berbasis kedelai ini, cocok mengkonsumsi Soyjoy Crispy dua jam sebelum makan besar.

Tapi, jangan lupa juga untuk rutin berolahraga jika ingin mencapai berat badan ideal. Mengurangi aktivitas yang kurang gerak seperti main game, nonton televisi, atau bermain gadget. Kurangi juga mengonsumsi makanan manis dan makanan yang mengandung lemak berlebihan, atau makanan cepat saji (fast food).

Sahabat Blogger ada yang sudah diet dengan olahan kedelai? Atau punya tip atau cara mencegah obesitas untuk hidup yang lebih sehat? Sharing ya πŸ™‚

 

35 Comments

  1. Ica May 29, 2019
  2. Rere October 27, 2018
  3. Lusi September 27, 2018
  4. Fanny F Nila July 26, 2018
  5. Empritkaji May 27, 2018
  6. Empritkaji May 26, 2018
  7. agi tiara May 16, 2018
  8. Hans May 13, 2018
  9. Alifa May 8, 2018
  10. Lizafathia May 3, 2018
  11. Djangkaru Bumi May 2, 2018
  12. Nurul Sufitri May 1, 2018
    • indahjuli May 2, 2018
  13. leylahana May 1, 2018
    • indahjuli May 2, 2018
  14. Ria Buchari May 1, 2018
    • indahjuli May 2, 2018
  15. Mayuf April 30, 2018
    • indahjuli May 2, 2018
  16. Gallant April 30, 2018
    • indahjuli May 2, 2018
  17. Utie adnu April 30, 2018
    • indahjuli May 2, 2018
  18. Hani S. April 30, 2018
  19. April Hamsa April 30, 2018
  20. lianny hendrawati April 30, 2018
  21. Efi Fitriyyah April 30, 2018
    • indahjuli April 30, 2018
  22. Anisa Deasty Malela April 30, 2018
    • indahjuli April 30, 2018
  23. Sary Melati April 30, 2018
    • indahjuli April 30, 2018
  24. Atanasia Rian April 30, 2018
    • indahjuli April 30, 2018

Leave a Reply