Bale Bebek Yogyakarta: Bukan Sekadar Bebek

Bale Bebek Yogyakarta: Bukan Sekadar Bebek
Photo by Ardian Kusuma

Di Yogyakarta itu, banyak tempat makan atau kuliner, mulai dari yang harga murah, sedang, sampai menguras isi dompet atau tas. Mulai dari makanan yang biasa-biasa saja sampai luar biasa. Entah luar biasa enak atau nggak enaknya. Dan sebagaimana sebutan Yogyakarta adalah daerah istimewa, hanya makanan-makanan unik, istimewa yang bertahan dari persaingan dan banyak pelanggannya. Salah satu yang unik itu adalah Bale Bebek Yogyakarta, dengan tagline: Bukan Bebek Biasa.

 

Bebek dan Berbagai Hidangannya

Ngutip dari Wikipedia.org dulu ya:

Bebek merupakan salah satu jenis daging yang digunakan sebagai bahan makanan yang berasal dari unggas selain ayam.

Contoh pemanfaatannya sebagai hidangan antara lain dengan digoreng dan dipanggang.

Sahabat Blogger setuju kan dengan kutipan dari Wikipedia tersebut? Saya pun, selama ini kalau makan bebek, ya kalau nggak digoreng, mesti dibakar/dipanggang. Dengan sambal yang itu-itu saja. Sambal bawang, sambal korek, sambal toma,t atau sambal terasi.

Saya itu bukan penggemar fanatik daging bebek. Kalau semisalnya masih ada pilihan daging yang lain, semisal daging ayam, daging sapi, empal, atau ikan, saya pilih menu itu. Suka nggak tahan dengan bau amisnya bebek, padahal mbak/mas penjualnya pasti sudah membersihkannya dengan baik.

Karena itu, kalau pengin makan daging bebek, saya memilih tempat makan atau restoran bebek yang sudah terkenal karena kenikmatannya. Saya bukan tipe yang suka uji coba terhadap makanan. Hehehe.

 

Berkunjung ke Bale Bebek Yogyakarta

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Rabu, 11 Oktober 2017, saya dan beberapa teman dari Komunitas Blogger Jogja (KBJ) berkesempatan untuk menyambangi salah satu tempat makan dengan menu utama bebek, yaitu Bale Bebek.

 

Bale Bebek Yogyakarta: Bukan Sekadar Bebek

 

Bale Bebek ini berlokasi diΒ Jalan Tegalturi No.56, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sebelum di-rebranding dengan nama Bale Bebek, awalnya bernama Roemah Boemboe yang merupakan salah satu brand dari Bale Ayu Group.

Jangan heran, kalau di Google Maps atau kalau mau pesan via ojek online, yang masih tertera adalah Roemah Boemboe.

Meski rebranding, Bale Bebek Yogyakarta tetap fokus kuliner lamanya yaitu olahan daging bebek dengan aneka bumbu atau rempah.

 

Mengapa Bale Bebek Yogyakarta Ini Istimewa?

Yang membuat Bale Bebek berbeda dari tempat makan dengan menu utama bebek adalah aneka olahan dan sambal sebagai tempat makan daging bebek. Ada 9 menu favorit bebek dari Bale Bebek Yogyakarta, yaitu:

  1. Bebek Pedas Spesial
  2. Bebek Sambal Terasi
  3. Bebek Bakar Madu
  4. Bebek Masak Woku
  5. Bebek Rica-rica
  6. Bebek Bakar Kecap
  7. Bebek Bakar Pedas
  8. Bebek Barbeque
  9. Bebek Goreng

Bikin ngiler kan olahannya?

Menurut Bapak Yudhiono, Direktur Operasional Bale Ayu Group, olahan-olahan tersebut yang membedakan Bale Bebek dari lainnya. “Jika ingin makan daging bebek yang nggak hanya digoreng atau dibakar, datanglah ke Bale Bebek. Banyak pilihannya, yang nggak bikin bosan,” ungkapnya.

Bale Bebek Yogyakarta: Bukan Sekadar Bebek

 

Bagaimana rasa daging bebek di Bale Bebek Yogyakarta?

Ini penampakan image dari dua olahan bebek yang saya coba di Bale Bebek.

 

Bale Bebek Yogyakarta: Bukan Sekadar Bebek
Bebek Pedas Special
  • Bebek Pedas Spesial ini, menurut Pak Yudhiono, merupakan favorit pengunjung. Nggak heran sih, karena daging bebek diolah dengan rasa pedas yang mantap. Cocok buat yang senang pedas atau yang ingin mencoba rasa lain olahan bebek biasanya. Kalau buat saya sih, pedasnya cukup, nggak terlalu bikin lidah kepanasan karena pedasnya. Eh, tapi kalau Sahabat Blogger memang penyuka rasa pedas tingkat tinggi, bisa lho pesan sambal koreknya dengan tingkat kepedasan sesuai selera.
Bale Bebek Yogyakarta: Bukan Sekadar Bebek
Bebek Sambal Terasi
  • Bebek dengan olahan Terasi. Bukan pilihan saya sih, tapi saya sempat mencicipi olahan daging bebek terasi ini. Buat saya sih cocok dengan lidah, rasa terasinya agak manis. Tapi buat teman saya, Prima Hapsari, yang memesan bebek trasi ini, ternyata terasinya kurang terasa di lidahnya. “Harus ditambahi lagi terasinya, biar nikmat,” ungkap Prima. Kalau untuk tingkat kepedasan, saya dan Prima setuju dengan kepedasan yang disajikan sambal terasi pada olah bebek itu.

Kalau untuk daging bebeknya sih, karena diolah dengan cara dipresto, maka daging bebek pun terasa lembut. Tidak pelu bersusahpayah untuk memakannya/menggigitnya. Dan yang penting, bumbunya meresap pada tiap bagian daging bebek.

 

Makan Bebek di Bale Bebek Yogyakarta

Kalau Sahabat Blogger ingin makan daging bebek olahan yang lain, silakan deh datang ke Bale Bebek yang punya 9 pilihan olahan daging bebek.

Cukup mengeluarkan uang Rp24.000, selain olahan daging bebek, Sahabat Blogger juga mendapatkan nasi putih, minuman (teh tawar/manis atau air mineral/air putih), juga lalapan seperti timun, kemangi, dan sayur-sayuran (daun pepaya).

Oh ya, nasi putih di Bale Bebek ini wangi, karena di atasnya dikasih daun pisang.

 

Bale Bebek Yogyakarta: Bukan Sekadar Bebek
Menu Olahan Bebek

Yang istimewa lainnya, seperti dijelaskan Pak Yudhiono, tempat makan daging bebek ini, disesuaikan dengan kondisi pembeli sekarang ini.

“Zaman sekarang kan, sebelum makan, biasanya foto-foto. Kami mengapresiasi hal itu dengan membuat tempat makan senyaman mungkin, semenarik mungkin buat foto-foto-foto, menyediakan fasilitas yang memadai seperti mushola dan toilet bersih.”

Cus deh tuh buat yang senang foto-foto dan menguploadnya ke media sosial, karena Bale Bebek ini ada sudut-sudut yang Instagramable. Tempatnya juga luas, tinggal pilih, mau duduk lesehan, atau duduk seperti makan biasanya, atau memilih tempat nyaman sambil menikmati angin semilir.

Bale Bebek Yogyakarta: Bukan Sekadar Bebek

 

Selain di Giwangan, yang saya datangi ini, Bale Bebek juga ada di Jalan Wonosari, Piyungan. Menu dan rasa daging bebek di Piyungan pun sama dengan di Giwangan, karena pengolahan daging bebek dilakukan secara sentral di pusat pengolahan Bale Ayu Group.

 

Tip Mengolah Daging Bebek ala Chef Willy

Oh ya, buat Sahabat Blogger yang senang masak dan ingin mencoba sendiri membuat olahan daging bebek, Chef Willy, kepala juru masak di Bale Bebek, memberi tip mengolah bebek supaya bau amis bebek hilang, sehingga saat ingin dimakan, kita bisa menikmatinya tanpa khawatir mencium bau tak enak.

Ini tips dari Chef Willy:

  • Cuci bersih bebek, dan jangan lupa membuang brutu (ekor), karena dari brutu itulah sumber amisnya.
  • Setelah dicuci bersih, rendam selama satu jam dengan jeruk nipis.
  • Sementara merendam bebek, buat bumbu dengan rempah-rempah berkualitas.
  • Masukkan bebek ke dalam panci presto. Masak presto daging bebek bersama dengan olahan bumbu rempah, hingga daging empuk dan bumbu meresap.
  • Daging bebek siap diolah dengan berbagai aneka versi masakan.

Gampang kan? Pasti punyalah panci presto di rumah. Kenapa daging bebek Bale Bebek dimasak dengan cara dipresto, karena membuat daging bebek empuk, tidak susah dikunyah.

Gimana kalau nggak punya panci presto? Ya, pakai panci biasa, tapi harus sabar menanti ya, karena bisa lebih dari dua jam untuk mendapatkan daging bebek yang empuk.

Nah, pastikan Bale Bebek menjadi pilihan kuliner istimewa yang ada di Yogyakarta di antara beragam pilihan kuliner lainnya, karena Bale Bebek bukan sekedar bebek biasa.

Sahabat Blogger suka makan daging bebek? Apa menu bebek favoritnya?

By Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

50 comments

  1. Liat gambarnya langsung ngilerrrrr. Enak banget ya mak. Aku jarang makan bebek kadang kalo yang masaknya kurang biasanya aga alot. Tapi ini sih mantep banget. Pengen nyoba juga ah. Makasih ulasannya, Mak.

  2. LIat gambarnya langsung ngilerrrrr. Enak banget ya mba. Aku jarang makan bebek kadang kalo yang masaknya kurang biasanya aga alot. Tapi ini sih mantep banget. Pengen nyoba juga ah. Makasih ulasannya, Mak.

  3. keliatanya pada enak semua mak masakan olahan bebeknyaa. kok jadi buat laper ya mak..
    jadi pengen minta buatin mama bebek itu, tapi gak punya panci presto bsia gak ya ???

    1. Di Bale Bebek, yang bebek pedas spesial itu memang jadi favorit πŸ™‚
      Daku punya panci presto tapi nggak pernah digunakan πŸ™

  4. Aku kemarin pengen nyobain yg bebek woku tapi khawatir salah pilih menu. Tapi masih punya vouchernya sih rencananya mau sama si bapak ke sananya mau nyobain yg woku

    1. Bebek bakar daku belum pernah coba sih, standar yang digoreng lah πŸ™‚
      Jadi makin pengen ke Bale Bebek lagi, nyicipin yang rica-rica.

  5. bukan penggemar bebek juga. tapi ngiler juga lihat penampakan bebek pedasnya hehehe

    btw.. baru ngeh soal ini kak…

    “Cuci bersih bebek dan jangan lupa membuang brutu (ekor), karena dari brutu itulah sumber amisnya.”

    Ternyata bebek ada sumber amisnya ya… hemmmm

    1. Iya, menurut chef Bale Bebek, Chef Willy, sumber amis bebek ya brutu itu, trus daku jadi ilfill sama brutu πŸ˜€

  6. ReComended mb tempatnya. Aku naksir bebek bakar pedas… soalnya blm pernah bebek bakar. Biasanya goreng mlulu klo beli..

    Btw, dr segi harga..tipe yang mana ini mba? Hemat..biasa…atau meguras?

    1. Kalau dari segi harga, standar kok untuk harga paket sudah termasuk minuman πŸ™‚
      Ayo Sulis, kita kopdaran di Bale Bebek.

  7. Sepengalamana beli bebek, dagingnya liat.
    Jd seringkali kalau masih ada menu lain ya pilih menu lainnya.
    Penasaran dengan bebek pedas spesial pedas, sepertinya maknyuus. Dari harganya juga termasuk rata-rata, recomended utk jd wiskul sama pak suami neh ( anak-anak gak ada yg mau daging bebek)

  8. Aku hampir setahun g makan bebek sejak habis pindah huhuhu..di Siak,hampir tiap bulan pasti makan bebek goreng yg terkenal enak. Kalo ke surabaya,pasti kuliner no 1 ya cari begor.

    Asik banget tempatnya ya makpuh,komplit pula fasilitas yg banyak dicari orang. Musola dan toilet

Leave a comment

Your email address will not be published.