Anak Sulung Tengah Bungsu

by Nov 21, 2014Parenting26 comments

Anak Sulung, Tengah, Bungsu

Dulu, sekitar tahun 2012, saya pernah ditawari menjadi guest admin akun Twitter @IndosatMobile oleh Zizy Teh Susu, yang bekerja di PT Indosat. Itu pengalaman pertama saya jadi admin di sosial media. Alhamdulillah banget dan berterima kasih kepada Zizy, karena memberikan saya kesempatan untuk belajar banyak tentang sosial media khususnya Twitter.

Tugas jadi guest admin itu setiap hari Jumat dari pukul 10 sampai 11.30. Selama satu setengah jam saya ‘jaga warung’ @IndosatMobile, tentu saja dengan tema-tema tertentu, bukan asal ngadmin 🙂

Sessi saya kala itu adalah #MomsTime. Kapan-kapan deh saya cerita tentang pekerjaan admin ini, karena sekarang ini saya ingin bercerita tentang salah satu tema yang mendapat respon lumayan banyak dari followers @IndosatMobile yaitu tentang Anak Sulung, Tengah dan Bungsu.

Kebetulan saat selesai menjadi admin, saya harus merekap laporan. Dan saya kutip beberapa twitt saat itu.

 “Bagaimana kalau tema kali ini ttg si sulung, si tengah dan si bungsu dan persaingan antar mereka. #MomsTime

Ketika jadi ortu, saya diberi nasihat: Orang tua harus mampu memperlakukan setiap anaknya dgn cara yg unik dan sesuai.

Saya suka sebal dg status sulung, apa2 kesannya jd tanggung jawab saya…Knp unik dan sesuai? Krn, walau terlahir dari rahim yg sama, sifat dan pribadi tiap anak itu berbeda.

risvi ayu ‏@devitaaayu @IndosatMobile Setiap anak tingkah laku dan wataknya berbeda 🙂 namun kadar kasih sayangnya harus sama tanpa membeda”kan .#MomsTime

@IndosatMobile Dlm keluarga memang terkadang anak bungsu selalu benar , seharusnya adek jg hrs diajarkan sifat mengalah#MomsTime #KakakAdik
Indosat Mobile ‏@IndosatMobile Apalagi ada ungkapan2 : Adik tak pernah salah! Kakak harus mengalah! Kadang bisa menimbulkan persaingan di keluarga#MomsTime #KakakAdik

 

Sri Kesumawati ‏@sumasasya @IndosatMobile biar sulung harus galah Min, Ngalah kan bukan berarti salah Min itu bisa berarti sayang sama yg adik #MomsTime#KakakAdik
Benar nggak sih, kalau tiap anak itu berbeda apalagi dengan beban tanggungjawab seperti anak sulung?
Atau anak nomor dua itu atau anak tengah itu memiliki keunikan, kekhasan, yang terkadang keunikannya itu semisal dengan keras kepala, nggak peduli, dan suka merasa kurang diperhatikan.
Lalu anak bungsu selalu dikonotasikan dengan anak yang manja, nggak mandiri, dan nggak bertanggungjawab.
Taruli, si sulung
Sahabat Blogger yang sudah punya anak bisa berbagi cerita?
Kalau saya sih, ya antara mengiyakan dan tidak tentang karakter anak sulung, tengah dan bungsu. Alhamdulillah, saya dikarunia tiga anak perempuan yang cantik-cantik dan lucu (nggak usah protes, orangtua selalu bangga pada anaknya sendiri kan, hehehe)
Taruli, Kayla, dan Tio, memiliki karakter sendiri-sendiri. Dan kalau saya membanding-bandingkan Kayla, si tengah dengan kakaknya Taruli, dia pasti marah-marah. “Aku nggak mau disama-samain sama Mbak Lily,” katanya. “Memangnya aku kembarannya Mbak Lily.”
Kayla, si tengah yang unik
Atau kalau saya memarahi Taruli, karena tidak mau mengalah sama adik-adiknya, dia juga suka protes. “Apa-apa aku yang selalu disalahin. Masa aku harus ngalah terus. Masa aku harus selalu jadi anak baik, aku nggak boleh marah, aku nggak boleh kesel,” kata Taruli sambil bersungut-sungut.
Tinggal saya deh sakit kepala. Untung ada si bungsu, Tiominar yang selalu menjadi penyejuk di antara kekisruhan. Eh, nggak boleh membeda-bedakan antara satu anak dengan anak yang lain kan ya 🙂 Walau bungsu, Tio juga sesekali suka bikin sakit kepala kok.
Jadi orangtua yang baik dan adil memang nggak pernah ada sekolahnya. Malah ada yang bilang, sekolah untuk orangtua itu adalah anak-anak kita sendiri. Dari anaklah, orangtua banyak belajar tentang bagaimana harus bersikap.
Si Bungsu, Tiominar
Katanya, kalau anak bertengkar, orangtua nggak boleh berlebihan dalam membela salah satu anak. Sehingga tidak ada yang merasa paling benar. Tidak ada yang merasa paling disalahkan.
Hubungan yang baik antara kakak adik di saat mereka masih kecil, akan sangat berpengaruh pada keharmonisan keluarga di saat mereka dewasa. Dan orangtua wajib menciptakan hubungan baik itu.
Setiap anak butuh kasih sayang tanpa perbedaan, karena itu yang membuat kehidupan berkeluarga itu menjadi indah (bukan julianti).  Orangtua harus menegaskan pentingnya kasih sayang kakak dan adik, karena mereka selamanya menjadi saudara.
Sahabat Blogger yang sudah berkeluarga berbagi cerita dong tentang anak sulung, tengah dan bungsunya. Pasti seru kan?
<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

School From Home Tahap 2: Tahun Ajaran Baru 2020

School From Home Tahap 2: Tahun Ajaran Baru 2020

Hari ini, Senin 13 Juli 2020, tahun ajaran baru 2020 - 2021 dimulai. Tapi pembelajaran langsung, tatap muka, belum diberlakukan. Masih pembelajaran online, School From Home (SFH) atau sekolah di rumah tahap dua. Ya, pandemi Covid-19 masih belum ada tanda-tanda bakal...

read more
Banyak Anak Banyak Rezeki, Banyak Masalah?

Banyak Anak Banyak Rezeki, Banyak Masalah?

Banyak anak, banyak rezeki, banyak masalah? Tergantung bagaimana orang atau pelakunya (orangtua terutama) menghadapinya. Di zaman sekarang yang kompetitif, satu anak, dua, lima atau lebih, tetap harus dinafkahi kan, harus dirawat dan dibesarkan. Sedikit anak ya enggak...

read more

26 Comments

  1. primastuti satrianto

    Saya juga merasakan ketika mama saya terutama memperlakukan kami, 2 anak perempuannya sesuai uniknya kami. Ke saya, mama lebih disiplin. Ke adek yang terlahir prematur, mama lebih lunak. Tapi kami merasa bahwa sikap mama adil kepada kami. Dengan perlakuan yang pas ke sifat anak, kami juga merasa diperhatikan, berarti mama kenal kami dengan baik.

    Reply
  2. Indri Noor

    yay, punya semuanya. Abis itu pusing kepala hahaha…

    Reply
  3. Zizy Damanik

    Aku baru baca tulisan iniiiiii… habis gak ada link back jadi gak tahu hehe…
    Setiap ibu punya pengalaman berbeda pasti Kak, dan dirimu dengan tiga putri, dengan karakternya masing-masing, tentu punya banyak sekali sharing bermanfaat yang bisa dibagi. 🙂

    Reply
  4. Indah Nuria Savitri

    persis kayak aku di rumah, bertiga ama 2 adik laki-laki dan aku yang tua. Kebayang sakit kepalanya papa ama mama hehehe…sekarang anak 2, jadi hanya ada di sulung dan bungsu, abang dan adik. Ternyata 2 pun sakit kepala juga :). Tapi seru kok. Walaupun Bo et Obi lahir di bulan yang sama dan bintangnya sama, namun karakternya beda. Yang sama sensitifnya aja, persis bapaknya yang juga satu bintang dengan anak-anak hehehe…lho kok jadi curhat ini :)..yang pasti, sebisa mungkin kami menjadi ortu yang adil…ngg mudah sama sekali, tapi pasti bisa 🙂

    Reply
  5. Lusi

    Aku nggak punya si tengah. Piye iki? Kapan dong ngajari aku jadi admin twitter yg baik? :))

    Reply
  6. Ety Abdoel

    Setuju sama Mak Injul. kalu si sulung disuruh ngalah terus bahaya..nanti si bungsu jadi besar kepala.
    Anak-anak dimana-mana sama, kadang menyenangkan kadang menguji kesabaran

    Reply
  7. Beby

    Kalok anak tunggal gimana, Mbak? 😀

    Reply
  8. Ika Hikmah Maulida

    Ah, cucok deh ama postingan Mak Ijul. Setiap anak yang terlahir sesuai urutan harus diperlakukan sama. Jadi biar tidak ada anak yang merasa ortu-nya pilih kasih. tapi sesuai kebutuhan juga sih.

    Reply
  9. Lestarie

    Huaaaa…jadi pengen ketemu ketiganya, Maaakk. Taruli mirip banget sama Sri Izzati yak 🙂
    *komennya nggak nyambung*

    Reply
  10. MakaraMe

    Saya anak bungsu. Maunya paling benar dan dimanjain. Hehe
    Tapi waktu membuktikan bahwa kedewasaan si bungsu bisa melebihi si sulung lho… :p

    Reply
  11. Beby

    Aku anak tengah, menggemaskan dan ngangenin. Udah, gitu aja.

    Reply
  12. Lidya

    walaupun berasal dari orang tua yang sama tapi anak-anak punya keunikan sendiri , tidak ada yang plek sama ya mbak.

    Reply
  13. qhachan

    aku aku anak bungsu *ngacung*…

    Reply
  14. Winda Carmelita

    Hihihi aku ngebayangin mak Injul dikerubutin cewek2 cantik di rumahnya .. Wah Lily udah gede juga ya Mak ternyata, ga ngebayangin kalo udah segitu pas kemarin diceritain di Jakarta :p

    Reply
  15. adi pradana

    dibuat GA aja mak, cerita tentang anak sulung, tengah dan bungsu… pasti menarik itu…

    Reply
  16. oRiN

    kalau lagi akur senengnya bukan main, disuruh apa-apa mau tuh dikerjain bareng-bareng… emaknya tinggal santai aja di kasur…

    tapi seringnya tiga-tiganya berantem… huaa… pusiiiinggggg

    Reply
  17. Evi

    Saya hanya punya Sulung dan Bungsu, Mbak Indah. Kalau hubungan mereka? Up and down. Kadang seperti Tom and Jerry..Kadang Manisnya gak ketulungan, membuat mereka seperti mentega di mata saya, mudah di sendok…hehehe…Makasudnya mudah dibanga-banggain

    Reply
  18. Susindra

    Setahu saya mbak, ketika anak siap memiliki adik, saat itulah sifat manjanya jauh berkurang. mungkin krn 2 anak saya masih kecil ya. si bungsu sering manja & nangis di pojokan. sejak dia meminta adik, tiba2 sok dewasa dan malu menangis. hihi….

    Reply
  19. Donna Imelda

    hehehe, semacam mitos tapi kadang banyak benarnya sih. Aku anak tengah, banyak ngalah rasanya, gak berani kenceng kayak anak sulung atau bermanja2 seperti anak bungsu xixixi.

    Reply
  20. dian

    Betul kalo tiap anak karakternya beda-beda..cuma..bungsu saya si Kinar..malah lebih mandiri daripada si sulung… Jadi ya gak sepenuhnya betul kalo anak bungsu lebih manja 🙂

    Reply
  21. arman

    kata orang anak bungsu paling disayang… hmmm iya juga sih. saya anak bungsu dan seneng2 aja jadi bungsu. huahahaha 😛

    Reply
  22. HM Zwan

    cerita apa ya..???kl q anak bungsu,nggak pernah tengkar sih soalnya dr kecil dah jauh2an sama kakak hehehe…jarak q sm kakak no 4 aja ada mugkin 8 tahunan,jd jarang ketemu apalagi bertengkar hehehe…gayanya si kayla asik bangettt hehehe

    Reply
  23. Rullah

    Walau aku anak bungsu, tapi sepertinya tidak berlaku ke aku. Karena tepat atasku satu-satunya anak cewek dari 6 bersaudara 🙂

    Reply
  24. Dwi Puspita Nurmalinda

    dulu aku pernah digituin juga mak sama ortuku dan,,akulah yg jadi pemeanangnya,,karena aku adalah si bungsu,,,hehehe

    Reply
  25. Sumarti Saelan

    Aku bungsu…aku bungsu, boleh donk manja2an sama makpuh, aku juga penyejuk hati kaya Tio kok *disambit :))))

    Reply
  26. Sary Melati

    Iya, bener, Mbak. Jadi orangtua yang adil itu susah banget. Gimana caranya memberikan yang terbaik untuk masing-masing anak itu gak mudah. Anak-anak jaman sekarang juga lebih terbuka dan kritis. Kalau mereka minta penjelasan, jawabannya bisa lebih rumit dari panjang x lebar x tinggi 😀 *puk puk diri sendiri*

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories