Anak Lebih Banyak Dicela Daripada Dipuji

by Jul 16, 2008Inspirasi10 comments

Lagi beresin file, nemu artikel bagus, tapi lupa dari milis mana dapatnya. Artikel itu menyatakan bahwa anak lebih banyak dicela daripada dipuji.

Ini kutipan artikelnya :
Dalam sehari, seorang anak mendapat 151 celaan, hinaan, dan ancaman dari orang tua, sedangkan pujian hanya berkisar 17 kali per hari. Padahal, setiap ucapan termasuk celaan dari orang tua, merupakan doa kepada Allah SWT sehingga orang tua perlu berhati-hati sebelum berucap.

Menurut Hj. Neno Warisman, ustadzah yang juga dikenal sebagai artis, anak-anak sampai saat ini masih mendapat perlakuan kurang baik dari orang tuanya sendiri sehingga lebih banyak mendapat ucapan negatif daripada positif.

“Dalam Islam setiap ucapan orang tua adalah doa yang harus dikhawatirkan apabila Allah mengabulkannya. Kalau kita katakan anak bodoh, dampaknya amat dahsyat sehingga lebih baik diganti menjadi semoga menjadi jenderal atau direktur,” kata Neno.

Salah satu kelemahan utama orang tua, menurut Neno, adalah lebih senang melakukan eksekusi daripada apresiasi terhadap anak. “Orang tua langsung mengeksekusi anaknya sebagai bodoh atau istilah negatif lainnya, padahal eksekusi merupakan hak Allah seperti di Q.S. Al-Fatihah, maaliki yaumiddiin,” ujarnya.

Dalam pandangan Neno, tidak ada istilah anak bodoh, terbelakang, atau nakal karena anak memiliki kecerdasan sendiri yang berbeda dengan kecerdasan anak lainnya. “Orang tua lebih sering menggunakan kacamata kecerdasan otak dari hasil belajar anaknya, padahal anak bisa jadi memiliki kecerdasan musik, intrapersonal, sosial, atau spiritual,” ujar Neno menjelaskan.

Untuk itu, tambahnya, orang tua perlu mengembangkan pendidikan kasih sayang di keluarga dengan meniru sifat Allah yang Rahman (Maha Pengasih) dan Rahim (Maha Penyayang). “Suami ataupun istri harus saling menerima apa adanya, demikian pula orang tua dengan anak. Jangan sekali-kali melihatdari sisi ada apanya,” ujarnya.

Duh mirisnya. Saya jadi teringat diri sendiri, yang suka marah-marah dan gak sabaran menghadapi anak-anaknya terutama Lily. Misalnya, saat disuruh mandi tapi gak dilaksanain, pasti saya langsung naik darah. Suka kesel, kalau Lily maunya makan disuapin, bukan makan sendiri. Apalagi kalau soal mandi pagi.

Padahal nih, kalau Lily mandi pagi tanpa disuruh belum tentu dikasih pujian…hiks…hiks…. kasihan anakku.

Satu lagi pelajaran sebagai orang tua, saya terima. Semoga kami, bisa menjadi orang tua yang ngak ngeselin buat Lily dan Kayla. Jadi kebanggan mereka. Amiin…..

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

10 Comments

  1. mikow

    selamat hari anak..

    injul ke Mikow
    selamat ulang tahun, ditunggu traktirannya 😀

    Reply
  2. teddywirawan

    bagus deh tulisan tentang celaan yang diterima oleh anak-anak. kalau di dunia ini banyak orang tua yang mau mengerti alangkah indahnya dunia anak-anak sehingga tidak akan ada anak yang lari dari rumah dan lebih senang menjadi gelandangan.

    eh….boleh tidak blog-ku mauk dalam blogroll-nya?

    Injul ke Teddywirawan
    boleh sekali Mas, dengan senang hati aku masukan yah 🙂

    Reply
  3. merahitam

    Makasih mbak, jadi buat pelajaran nih kalau nanti punya anak. Udah pulang dari jogja ya? Capek gak? Mau dipijitin? Tapi dikasih oleh-olehnya bakpia segerobak ya. Hehehehehe..

    Injul ke merahhitam :
    Tanggal 13 kemarin balik, senin langsung kerja dan anak-anak sekolah, cape bo’ 🙂
    boleh dipijitin, ntar aku paketin deh tuh bakpia 😀

    Reply
  4. ven

    btw…aku jg lama ga mampir sinih…pa kabar …

    Injul ke Ven
    Kabar baik mbak 🙂

    Reply
  5. ven

    heheh untuk yg satu ini aku bener2 belajar keras biar bisa “mendisiplinkan anak tanpa teriakan”

    setuju ama neng nenyok diatas…pintar2 mengolah kata2 biar lebih enak didengar telinga si anak…bukan makian kemarahan tp lebih pada ungkapan hati si ibu kalo kamu begini mk ibu begini akibatnya buat kamu begini dg bahasa yg enak didengar..hehehe tp teori lebih mudah drpd praktek mknya aku jg perlu byk blajar..blajar

    Injul ke Ven :
    Mari terus belajar sebagai orang tua 🙂

    Reply
  6. nenyok

    salam
    Oh iya, gw pernah baca artikel serupa, misalnya kita nyesek banget karena marah sama anak mungkin narasi celaannya diganti semisal ” Duh nduk kok kamu keras kepala banget sie, mau jadi jendral yak!!!”, gitu deh contohnya jadi bisa marah tapi plus doain juga kan he..he..

    Injul ke Nenyok :
    Iya say, bener, kata-kata orang tua ada doa bagi anaknya.

    Reply
  7. linda

    linda sering panas kalo liat anak dikasarin baik secara fisik maupun lewat kata2. pengen banget nampar ortunya yg berbuat kasar. gak nyadar apa ya kalo anak itu amanah yg harus dijaga *hiyaaaa dzigh*

    Injul to Linda :
    Hehehe…kalau panas didinginin say 🙂
    Mungkin karena itu yah Lin, banyak yang bilang susahnya jadi orang tua. Dan anak bilang, susahnya jadi anak 😀

    Reply
  8. Wempi

    Amin juga dech…

    Reply
  9. IndahJuli

    Makasih yah say 🙂

    Reply
  10. itikkecil

    amin…. semoga tidak jadi orang tua yang gak ngeselin 😀

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories