9 Tipe Kecerdasan Anak

by Dec 14, 2015Parenting, Review29 comments

 

Tahukah kita bahwa dalam diri kita ada 9 tipe kecerdasan? Sembilan tipe kecerdasan atau yang lebih dikenal sebagai Multiple Intellegence atau berbagai jenis kecerdasan. Dan yang dibahas di blog ini adalah Multiple Intellegence versi Howard Gradner, yaitu:

  1. Kecerdasan Bahasa/Linguistik/Kata
  2. Kecerdasan Visual Spacial
  3. Kecerdasan Natural/Alam
  4. Kecerdasan Sosial Interpersonal
  5. Kecerdasan Diri Intrapersonal
  6. Kecerdasan Musikal/Ritme
  7. Kecerdasan Gerak/Badan/Kinestetik
  8. Kecerdasan Hidup / Spritual
  9. Kecerdasan Angka /Logis / Mathematis

Jujur, saya belum banyak tahu tentang 9 tipe kecerdasan anak ini. Bahkan dari status saya di Facebook tentang salah satu kecerdasan yaitu Visual Spacial, dari beberapa komentar teman blogger, saya baru paham kalau Kecerdasan Visual Spacial atau kecerdasan gambar dan visualisasi, dan merupakan aspek kongsi, bisa disebut juga kecerdasan ruang. Berkaitan juga dengan kinestetik, di mana anak lebih mudah mempelajari sesuatu dengan cara praktik langsung.

Sembilan Tipe Kecerdasan Anak

 

Setiap Anak adalah Spesial

Masalah kecerdasan atau intellegence ini memang penting banget diketahui orangtua semacam saya. Karena itu, waktu diundang Indah Kurniawaty untuk menghadiri workshop akhir tahun Supermoms Indonesia dan DaddyCation Indonesia, tanpa berpikir panjang saya mengiyakan untuk datang. Apalagi narasumber workshop adalah Ibu Elly Risman, yang sudah tidak perlu lagi dipertanyakan tentang kepeduliannya terhadap masalah anak-anak di Indonesia.

Sabtu, 5 Desember 2015 bertempat di Lantai 36 AXA Tower, Motivator Hall, Kuningan City, Jakarta Selatan, Ibu Elly Risman memaparkan secara gamblang apa yang dimaksud dengan Multiple Intellegence, dan bagaimana orang tua juga anak menyikapinya.


Ditegaskan Ibu Elly Risman, manfaat mengetahui 9 kecerdasan atau multiple intelligence ini, bukan hanya untuk anak saja, tetapi juga orangtuanya. Dan quote yang nampol banget dari Ibu Elly Risman buat kita orangtua yang terkadang suka sok merasa pintar:

Jangan menekan anak untuk rangking. Karena tiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda.   Tiap Anak adalah istimewa, spesial. Anak cerdas itu tidak hanya kecerdasan akademis, tetapi bisa juga cerdas pada bahasa, musik dan sebagainya. 

Masih mau memaksakan anak untuk pintar dalam semua pelajaran?

Itu menurut Bu Elly Risman merupakan cara pandang lama. So last year! Kecerdasan dengan cara pandang lama yaitu menganggap orang yang pintar, mampu memecahkan masalah, berpikir logis dan kritis.

Sedangkan cara pandang baru untuk kecerdasan anak adalah menemukan potensi, menciptakan solusi untuk satu masalah dan mendapat pengetahuan baru.

Yang menariknya dari Workshop Multiple Intellegence ini, orangtua yang hadir diajak untuk mengembangkan 9 kecerdasan yang dibahas tuntas oleh Ibu Elly Risman.  Orangtua diajak untuk mengenali keunikan anaknya. Jika orangtua bisa mengenali keunikan anak, maka tidak akan membanding-bandingkannya.

Ada tiga cara untuk mengetahui kecerdasan anak, yaitu:

  1. Anak berminat pada sesuatu yang besar
  2. Minat atau kesenangannya pada sesuatu itu bertahan lama. Tidak mudah bosan
  3. Ketika diberi latihan akan minat atau kesenangannya itu (semacam les), minatnya meningkat atau bertambah pintar.

Apa dan bagaimana 9 tipe kecerdasan itu? Yuk kita telusuri.

  1. Cerdas bahasa atau linguistik: semua kemampuan bahasa seperti berbicara, berkomunikasi dengan orang lain, bicara dengan intonasi yang benar.
  2. Cerdas Angka : memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, gemar bereksperimen, memberikan argumentasi secara racional atau senang berkutat dengan rumus dan pola-pola abstrak.
  3. Cerdas Nada: anak yang mengenali pola nada, tinggi rendahnya nada, melodi dan irama, juga peka terhadap bunyi-bunyian.
  4. Cerdas Gerak: kemampuan untuk memakai segenap tubuh atau bagian tubuh untuk memecahkan sebuah masalah atau membuat sesuatu menjadi berarti.
  5. Cerdas Spasial: Gaya pengamatan yang tinggi, kemampuan imajinasi, menuangkan dalam bentuk gambar dan karya-karya, kemampuan menggambar dalam pikiran dalam bentuk bayangan imajinasi, pola, desuni, dan tekstur gambar. Dapat menggambarkan dalam “hal yang bersifat nyata juga yang imajinasi”, membayangkan bentuk-bentuk geometri dan 3 dimensi.
  6. Cerdas Alam/Natural: gemar mengeksplorasi alam, mengamati tumbuhan dan binatang, mengamati binding langit malam, mempertanyakan asal usul sebab akibat dan sebagainya.
  7. Cerdas Diri – Intrapersonal: sensitif, memahami apa yang ia ingin lakukan dan tidak ingin dilakukan, memahami situasi dan bagaimana harus bersikap di situasi tersebut, kemampuan memahami perasaan orang lain dan mengungkapkan perasaan, pendiam, suka berimajinasi, pemalu tetapi sebenarnya mengamati dirinya sendiri dan sekitarnya.
  8. Cerdas Sosial – Interpersonal.
  9. Cerdas Spiritual/Exsistensi.

Intrapersonal Intelligence   Kecerdasan Interpersonal

Nah, dari kesembilan tipe kecerdasan tersebut, bisa kita kenali keunikan dan kecerdasan putra putri kita. Dan, tipe kecerdasan ini sudah bisa diketahui sejak anak berumur 1 tahun (12 bulan).

<a href="https://indahjulianti.com/author/indahjuli/" target="_self">Indah Julianti Sibarani</a>

Indah Julianti Sibarani

Fulltime mom Penulis Cerita Bacaan Anak Blogger Co Founder Kumpulan Emak Blogger (KEB)

YOU MAY ALSO LIKE

Mengadang Pusaran, Kisah Perempuan dalam Kekangan Zaman

Mengadang Pusaran, Kisah Perempuan dalam Kekangan Zaman

Sedikit cerita. Saya terlahir sebagai anak pertama dari lima bersaudara, dengan urutan tiga perempuan pertama, lalu anak keempat dan kelima adalah laki-laki. Terlahir dari orang tua suku Batak yang kuat memegang adat meski kami tinggal di ibukota negara, Jakarta....

read more
School From Home Tahap 2: Tahun Ajaran Baru 2020

School From Home Tahap 2: Tahun Ajaran Baru 2020

Hari ini, Senin 13 Juli 2020, tahun ajaran baru 2020 - 2021 dimulai. Tapi pembelajaran langsung, tatap muka, belum diberlakukan. Masih pembelajaran online, School From Home (SFH) atau sekolah di rumah tahap dua. Ya, pandemi Covid-19 masih belum ada tanda-tanda bakal...

read more

29 Comments

    • indahjuli

      Terima kasih ya, mbak Zaki sudah mau berbagi juga 🙂

      Reply
  1. Ria Rochma

    Sebenarnya, kecerdasan majemuk ini udah lama populer di luar sana, makpuh. Cuma, baru anget kan akhir-akhir ini sejak banyak psikolog Indonesia yg prihatin dg fenomena anak harus rangking dan anak harus bisa sesuai pengennya ortu. Ayo ah, aku juga mau pekain diri buat lihat kecerdasannya Arya 🙂

    Reply
  2. primastuti satrianto

    Bookmark dan penting disampaikan ke adekku.. makasih mak injul, infonya bermanfaat..

    Reply
  3. prima hapsari

    Pernah denget ttg 9 kecerdasan ini Mak Indah, pengen banget tau ulasannya. Eh ada dimari. Berguna banget mak.

    Reply
  4. Hidayah Sulistyowati

    Iya siih, si bungsu juga punya kecerdasan lebih dari dua, terutama musik nih dia otodidak aja.

    Reply
    • indahjuli

      Wah otodidak ya, tinggal dipoles saja itu mbak Wati 🙂

      Reply
  5. Dessy Natalia

    betuuul.. setiap anak itu spesial..
    tfs ya mba 😀

    Reply
    • indahjuli

      Sama-sama Dessy, terima kasih sudah berkunjung ya 🙂

      Reply
  6. Arinta Adiningtyas

    setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. saya setuju untuk tidak mengukur kecerdasan anak dari ranking. 🙂

    Reply
    • indahjuli

      Separate, mbak Arinta, makanya aku suka nggak terlalu peduli saat terima raport anakku 😀
      Yang penting, dia bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

      Reply
  7. fanny fristhika nila

    aku msh bingung sih anakku cerdas di bidang apa sbnrnya.. kao diperhatikan bisa jd cerdas bahasa ya, krn dia kliatan pinter ngomong dari 1 thn sih mba… dan skr vocab nya juga mulai yg ajaib2, tapi sbnrnya cocok dipakai saat dia bicara.. aku sndiri heran dia tau drmana kata2 gitu… bisa jd babysitternya jg ngajarin sih..

    tapi aku setuju bgt ttg anak ga perlu ranking… mndingan mereka fokus ama 1 hal dan berprestasi di situ 😉

    Reply
    • indahjuli

      Sepakat Fanny 🙂
      Katanya sih, kecerdasannya akan semakin terlihat di bidang itu kalau misalnya nih di-leskan, ada perkembangan yang meningkat:)

      Reply
  8. Leni

    Setiap anak memang spesial 🙂 btw gimana sih mak cara mengetahui anak kita masuk tipe yg mana? Apakah cukup dengan observasi keseharian oleh orang tuanya (yg bisa jadi unsur subjektifitas dan keinginan pribadi ortu turut campur secara gk disadari)?

    Reply
    • indahjuli

      Kalau kata bu Elly Risman, misalnya anak kita cerdas bahasa, kalau misalnya masih 1 sampai 5 tahun, kita bacakan buku cerita, dia bisa menceritakan kembali dengan ceritanya sendiri. Lalu kalau misalnya agak besar di usia sekolah, akan semakin bertambah imajinasinya terkait dengan bahasa 🙂
      Itu sepahaman aku ya.

      Reply
  9. momtraveler

    Karena semua anak itu special dengan cara dan keunikannya masing2 🙂

    Reply
    • indahjuli

      Betul sekali, Muna.
      Nadia pasti memiliki kecerdasan yang tidak ada di anak laina 🙂

      Reply
  10. Annisa Steviani

    aku berarti cerdas spasial ya. sejak kecil di les in bahasa ini itu dari inggris, jepang, mandarin, korea, tapi aku merasa ga berbakat. ternyata cerdas berbahasa itu ada kemampuannya sendiri ya bukan cuma hasil belajar 🙁

    Reply
    • indahjuli

      Iya, Cha. Terutama nih kalau misalnya kita bacain cerita atau dia nonton tipi semisal kartun berbahasa ingeris, tapi kita ajarkan dia bisa mengikutinya dengan baik 🙂

      Reply
  11. Indah Kurniawaty

    Mbak Indah Juli,
    Makasih banget ya udah mau datang padahal sorenya Mak Indah harus berangkat lagi ke luar kota.
    Terharu deh.
    Semoga dengan postingan Mbak Indah ini dibaca oleh para orang tua lain sehingga kita semua jadi belajar menjadi orang tua yang lebih baik demi generasi kita ke depan.

    Reply
    • indahjuli

      Aku juga terima kasih banyak ya, Indah, sudah diundang ke acaramu. Sukses untuk Supermoms Indonesia 🙂

      Reply
  12. Inayah

    semua orang tua harus tahu ini..

    Reply
    • indahjuli

      Betul sekali, Inayah 🙂

      Reply
  13. Inda Chakim

    sayangnya mak indjul, di lingkungan sekitar aku nih pd nggak paham kalok stiap anak beda dan mmeiliki keistimewaan masing2, contohnya nih wktu mreka tahu bahwa si ken blm jg mulai brmain kosa kata pdhl anak2 seusianya udh pinter ngomong, mreka dg santainya blg klok si ken nggk bs ngomong. hadeehhh. tnpa ngelihat keunggulan si ken yg lain. kayaknya mreka perlu ketemu ibu elly risman deh, biar diumbah sklian pemahamannya.
    tengkiu shrenya mak indjul, maaf yak, eikeh malah curhat..hehe

    Reply
    • indahjuli

      Hahaha, nggak apa Nda.
      Lingkungan tempat tinggalku dulu juga seperti itu, tapi aku cuek saja. Antara peduli dan nggak peduli lah 🙂

      Reply
  14. Indah Nuria Savitri

    Itu yang penting.. Jangan lupa kalau semua anak istimewa ya mak. Every one of them.. Aku kadang suka kebawa untuk menyamakan 2 anakku tersayang.. Tapi selalu ingat kalau berdua sama-sama luar biasa dengan bakatnya masing-masing 🙂

    Reply
    • indahjuli

      Hehehe, aku juga nyaris begitu, Insav 🙂
      Untungnya ada suamiku yang suka ingetin kalau ini bisa berdampak nggak baik sama anak.

      Reply
  15. Lidya

    tiap anak unik & special, kita support aja ya mbak jangan membeda-bedakan

    Reply
    • indahjuli

      Setuju, Lidya 🙂

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Arsip

Categories